icon-category Film

Review: ‘Mile 22’ Bak Bencana, Iko Uwais Murni Jadi Daya Tariknya

  • 22 Aug 2018 WIB
  • Bagikan :

    Uzone.id -- Sebagai prolog, biasanya gue nonton film action dengan dua alasan. Pertama, menemani bapak gue yang merupakan tipikal seorang ayah doyan lihat adegan seru tembak-tembakan. Kedua, untuk kepentingan ulasan film.

    Nonton ‘Mile 22’ sebetulnya memakai alasan nomor dua, namun ada tambahan. Gue memang penasaran karena film garapan Peter Berg ini dibintangi oleh aktor Indonesia yang kariernya sedang berkembang di Hollywood: Iko Uwais.

    Terlepas dia memang ganteng dan ‘Indonesia banget’, gue mengaguminya sebagai aktor. Kemampuannya dalam mengerahkan adegan fisik penuh berantem dan tembak-tembakan sejak ‘The Raid’ berhasil dilirik oleh sineas Hollywood. Gimana nggak keren, coba.

    Baca juga: Review: Ketika Aksi Jason Statham vs Hiu Purba Bikin Terharu

    Ketika pertama kali melihat trailer ‘Mile 22’ beberapa bulan lalu, ada perasaan kagum dan bangga karena aktor negeri sendiri bisa bersanding dengan aktor kawakan seperti Mark Wahlberg. Gue nggak nge-fans dengan Wahlberg, tapi tetaplah ini suatu kebanggaan. Tinggal tunggu aja tanggal mainnya.

    Lalu, datanglah hari itu. ‘Mile 22’ resmi dirilis di Indonesia mulai 21 Agustus 2018.

    Tanpa ekspektasi, membaca sinopsis, hingga ulasan dari kritikus internasional, gue pun duduk manis di dalam bioskop. Sendirian, by the way. Sedih? Nggak kok, udah biasa… he-he-he (ambil tisu).

    Sebagai gambaran, premis film ini sebetulnya standar film action berbau CIA gitu. Berlatar di suatu negara di Asia Tenggara, ada tim intelijensi yang dipimpin oleh James Silva (Wahlberg) tengah menjalankan misi berbahaya yang membuat mereka harus menyelundupkan “aset” bernama Li Noor (Iko) menuju Amerika Serikat.

    Karakter Li Noor ini dianggap aset karena dia memiliki piringan atau disk yang berisi informasi vital tentang keberadaan cesium. Cesium ini kekuatannya (kalau nggak salah) melebihi bom nuklir. Untuk membuka disk, mereka perlu kata sandi.

    Nah, kata sandinya ini hanya Li Noor yang tahu. Kalau mereka ingin tahu, mereka harus mengantar Li Noor sampai bandara sebagai jaminan dia bisa betulan keluar dari negara itu menuju AS.

    Standar, ‘kan?

    Plot kacau balau, kebanyakan dialog unfaedah

    Sayangnya, film ini seperti bencana. Dari awal, penonton langsung disuguhkan ke awal misi ini yang melibatkan pembunuhan para mata-mata Rusia. Aksi yang berlangsung pun masih menyimpan misteri. Dengan kata lain, nggak langsung membuat para penonton paham tentang maksud dari pembunuhan tersebut.

    Menit demi menit berjalan. Dengan pengambilan gambar oleh kamera yang cukup bikin mata pusing, kita mulai diperkenalkan oleh tiap karakternya. Selain James, ada Alicia (Laura Cohan), Sam Snow (Ronda Rousey), Douglas (Carlo Alban), dan Bishop “Mother” (John Malkovich).

    Jujur, ini pertama kalinya gue muak melihat karakter yang dilakoni oleh Wahlberg. Karakternya, James, digambarkan memiliki sifat temperamen dan banyak omong. “Muak” di sini bukan berarti pujian karena aktingnya bagus sehingga gue beneran kesal, tapi cenderung bikin gue heran.

    Baca juga: 5 Hal yang Perlu Kamu Tahu Tentang Film Anyar Iko Uwais, 'Mile 22'

    Kok bisa ya, ada adegan bikin pusing dengan banyak dialog serba cepat, isinya marah-marah, tapi nggak ada substansi pentingnya? Nggak ada emosi atau simpati yang terbangun untuk tiap karakter CIA tersebut. Bahkan akting Wahlberg juga biasa banget. 

    Selain banyak adegan yang mudah ditebak, plot film ini kacau balau. Butuh waktu lebih dari 30 menit untuk memahami apa yang sebetulnya terjadi di dalam film ini. Apa sebetulnya konflik yang ingin disajikan? Kenapa dia begini, begitu…

    Gue nggak mau spoiler, tapi kalian harus fokus nonton ini kalau ingin tahu kenapa judul filmnya ‘Mile 22’.

    Nggak bohong, daya tarik di film ini sesungguhnya adalah Iko Uwais

    Mau dilihat dari sudut pandang objektif ataupun subjektif, Iko adalah daya tarik dari film ini. Kemampuan bela dirinya sangat memukau dan tampak orisinal.

    Sedikit bocoran, Iko sempat berbicara dalam bahasa Indonesia di film ini dan mungkin akan membuat kamu nyengir sumringah. Tapi dia juga berbicara dalam bahasa Inggris, kok.

    Sisanya, dia lebih diam dibanding karakter lain. Namun, hal ini justru menolong tiap adegan yang diisi olehnya, karena dapat menambah ketegangan tersendiri dan membantu pembangunan karakternya sebagai Li Noor, polisi misterius dari Asia Tenggara yang menyimpan kode rahasia dan ingin segera pergi ke AS.

    Kalau boleh jujur lagi, penampilan Iko di ‘Mile 22’ sanggup mencuri sorotan Wahlberg yang menjadi pemeran utama. Nggak kebayang kalau nggak ada Iko, belum tentu ‘Mile 22’ dinanti oleh banyak orang.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini