icon-category Auto

Rock and Ride 4 RORI Eratkan Kekeluargaan dan Kenalkan Budaya di Jawa Timur

  • 05 Mar 2022 WIB
  • Bagikan :
    RORI touring ke timur Pulau Jawa (Foto: RORI)

    Kolom oleh Kangmox

    Uzone.id - Komunitas pengguna sepeda motor Royal Enfield, Royal Riders Indonesia (RORI) melakukan riding eksplorasi beberapa tempat istimewa di Jawa Timur mulai dari tanggal 25-28 Februari 2022 .

    Bahkan, dalam tradisi internal mereka, setiap touring disarankan untuk mengajak anggota keluarga, begitu pun untuk kegiatan Rock and Ride ke-4 kali ini.

    Meski terbilang jauh, tapi dari sinilah kemistri keluarga dan komunitas akan semakin dieratkan.

    Bertepatan dengan usia Royal Enfield yang ke-120 tahun, 120 member RORI melakukan eksplorasi mulai dari Malang, Jember, Kawasan Gunung Bromo, Kawah Wurung, dan Taman Nasional Baluran.

    Tidak sekedar riding dan jalan bareng antar member, komunitas yang dipimpin oleh Donny Hendaris ini membawa pesan yang kuat untuk kedepannya.

    RORI touring ke timur Pulau Jawa (Foto: RORI)

    Di antaranya adalah menanamkan kepada seluruh anggota bagaimana sikap yang baik dan benar saat berkendara, mengenali keindahan alam sehingga lahir kepedulian untuk menjaga dan mengenalkannya kepada anak cucu kedepan di masa yang akan datang, serta menganjurkan riding bersama pasangan dalam berkeluarga.

    BACA JUGA: RORI Siap Eksplorasi Timur Jawa, Libatkan 124 Motor

    Agar kebahagiaan dari kegiatan ini meluas rombongan turut mengikut sertakan masyarakat dalam beberapa lini kegiatan. Misalnya saja untuk makan siang di kawasan Gunung Bromo, di sana peserta makan dari masakan warga sekitar.

    Sementara, untuk menambah rasa bahagia pada warga yang mencari nafkah di lingkungan area Pasir Berbisik, panitia menyewa sepuluh kuda beserta penunggangnya sekedar untuk mengikuti rombongan riding.

    Hal tersebut tidak lain diharapkan bisa menjadi wasilah pintu rezeki mereka di tengah dampak pandemi yang panjang.

    Di Kaki Gunung Ijen, setelah menikmati udara yang segar dan pemandangan hamparan rumput yang terbentang peserta diajak rehat sejenak di Guest House Jampit.

    Sebuah rumah peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1927 ini dulunya digunakan sebagai peristirahatan pengawas perkebunan.

    Setelah memanjakan mata di Taman Nasional Baluran, peserta sambil lewat menuju Hotel Ibis Style diajak ziarah ke Pesantren Zainul Hasan Genggong.

    Selain mengenalkan dengan suasana kehidupan pesantren, peserta Rock and Ride ke-4 ini diterima langsung oleh pimpinan pesantren yang qodarullah senang dengan dunia motor.

    BACA JUGA: Royal Rider Indonesia (RORI) Piknik To Baduy

    Dalam menjaga stamina dan menyesuaikan dengan waktu aktivitas bekerja para member, RORI membebaskan dan menfasilitasi setiap member yang akan berangkat menggunakan transportasi umum.

    Sementara, Royal Enfield kebanggaan mereka diantar menggunakan towing sampai ke Hotel Ibis Style Malang.

    Namun, ada juga yang memilih riding dari Jakarta selama acara, dan hingga akhirnya kembali lagi ke Jakarta seperti Presiden RORI, Donny Hendaris beserta istrinya, mom Merry Siti Maryam.

    “Kegiatan, perjalanan, view dan track yang dilalui ini baru untuk saya. Jadi wawasan dan kebahagiaan saya bertambah, apalagi dengan jok andalan yang menempel di motor Classic 500 membuat perjalanan semakin nyaman. Harapanya kegiatan berkualitas seperti ini akan terus ada dan untuk para boncengers saya harapkan kepedannya kita akan semakin solid dan makin terbiasa ikut riding serta paham outfit seperti apa yang safety dan nyaman digunakan” kata Merry Siti Maryam.

    RORI touring ke timur Pulau Jawa (Foto: RORI)

    Hal menarik lainnya adalah datang dari member Royal Riders Indonesia Chapter Jawa Timur Sub Chapter Malang, Nur Fitri Zakiyah (41 tahun). Dia riding menggunakan motor adventure Royal Enfield Himalayan.

    Namun, balik lagi ke nilai yang sedang RORI galakan yakni tentang kualitas keluarga lewat motoran. Fitri ternyata riding berdua bersama sang suami yang menggunakan Versys 650.

    Saat ngobrol santai dengan perempuan yang peduli terhadap safety riding ini, ternyata kenal motoran dari sang suami. Awalnya dia adalah boncenger dan sering tertidur saat touring, akhirnya lama kelamaan Fitri memilih riding sendiri.

    “Justru kenal motor dari suami, ia lebih dulu main motor. Dulu saya hanya boncenger kemana-mana ikut suami dan lama-lama juga capek kalau terus duduk di belakang, gampang ngantuk dan tidak dapat adrenalinnya.” Ungkap Fitri.

    Dalam kegiatan Rock and Ride ke-4 ini ia sangat bangga, karena selama touring berlangsung ada mekanik dan mobil storing yang mengawal.

    Solidaritas antar member pun ia kagumi apalagi saat ada satu motor yang bermasalah. Hal lain yang digaris bawahi oleh Fitri, selama di jalan raya rombongan tidak arogan meski motor yang digunakan umumnya berkubikasi mesin 500cc.

    Artikel ini adalah hasil kerja sama antara Uzone.id dengan Indonesia Rider Adventure yang merupakan, wadah untuk komunitas motor adventure di Indonesia. Untuk artikel lainnya bisa diakses melalui https://indonesiarideadventure.com.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini