Saham Rontok Gara-gara AI, Induk Google Rugi Rp9.000 Triliun
Alphabet rugi USD500 miliar atau Rp9.000 triliun karena sahamnya anjlok 12 persen, dipicu kekhawatiran investor akan biaya pengembangan AI dan potensi laba.

Highlight Artikel
- Alphabet, perusahaan induk Google, kehilangan sekitar USD500 miliar (Rp9.000 triliun) setelah saham anjlok lebih dari 12 persen pada Kamis (29/10/2026).
- Penurunan ini dipicu kekhawatiran investor terhadap besarnya biaya Google untuk mengembangkan AI dan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dari investasi tersebut.
- Laporan keuangan kuartal ketiga Alphabet menunjukkan pendapatan perusahaan meleset dari perkiraan Wall Street, tercatat USD127,6 miliar dari estimasi USD128,2 miliar.
- Chief Financial Officer Alphabet menyatakan perusahaan berencana meningkatkan belanja modal pada 2027, di mana pada 2026 Google telah menggelontorkan USD195 miliar hingga USD205 miliar untuk infrastruktur AI.
Uzone.id — Alphabet, perusahaan induk Google harus kehilangan value perusahaan mereka sekitar USD500 miliar atau setara Rp9.000 triliun setelah saham mereka anjlok lebih dari 12 persen pada Kamis (29/10/2026).
Usut punya usut, penurunan ini terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap besarnya biaya Google untuk mengembangkan AI dan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dari investasi tersebut yang dianggap masih tidak jelas.
Mengutip Reuters, Jumat, (30/10), saham Alphabet–induk Google–merosot hingga 12,6 persen dan menjadi yang terbesar dalam sejarah perusahaan dan juga tercatat sebagai kehilangan nilai pasar harian terbesar kedua bagi perusahaan teknologi setelah Nvidia.
Nvidia harus kehilangan nilai pasarnya hingga USD593 miliar atau setara Rp10 ribu triliun pada Januari 2025 lalu.
Kekhawatiran investor Google muncul setelah laporan keuangan kuartal ketiga Alphabet menunjukkan kalau pendapatan perusahaan meleset dari perkiraan Wall Street. Total pendapatan tercatat hanya USD127,6 miliar, sedikit lebih rendah dari estimasi analis yaitu sebesar USD128,2 miliar.
Bisnis iklan yang selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama Google juga belum memenuhi ekspektasi. Pendapatan iklan mereka hanya mencapai USD82 miliar, atau kurang USD1,4 miliar dari target.
Kondisi ini semakin membuat para investor geram dan mempertanyakan apakah pengeluaran besar-besaran untuk AI bisa menghasilkan keuntungan yang sebanding dalam waktu dekat atau tidak.
Kekhawatiran ini semakin besar ketika Chief Financial Officer Alphabet, Anat Ashkenazi menyampaikan bahwa perusahaan berencana meningkatkan belanja modal pada 2027.
Google sendiri sudah semakin mengembangkan produk AI mereka, salah satunya dengan mengintegrasikan Gemini AI ke layanan pencarian dan layanan lainnya milik Google.
Per 2026 ini, Google sendiri sudah menggelontorkan sekitar USD195 miliar hingga USD205 miliar untuk belanja modal sepanjang 2026, untuk beberapa proyek mereka seperti pembangunan pusat data, server, jaringan, dan infrastruktur teknologi yang sebagian besar mendukung pengembangan AI.
FAQ Artikel
Mengapa saham Alphabet anjlok signifikan?
Saham Alphabet anjlok di tengah kekhawatiran investor terhadap besarnya biaya pengembangan AI oleh Google dan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan yang sepadan dari investasi tersebut.
Berapa kerugian nilai pasar yang dialami Alphabet?
Alphabet kehilangan sekitar USD500 miliar atau setara Rp9.000 triliun nilai pasarnya setelah saham anjlok lebih dari 12 persen pada Kamis (29/10/2026).
Bagaimana kinerja pendapatan Google pada kuartal ketiga?
Pendapatan total Alphabet pada kuartal ketiga tercatat USD127,6 miliar, sedikit lebih rendah dari estimasi analis Wall Street sebesar USD128,2 miliar. Pendapatan iklan juga meleset USD1,4 miliar dari target.
Apa rencana Alphabet terkait belanja modal untuk pengembangan AI?
Chief Financial Officer Alphabet, Anat Ashkenazi, menyampaikan bahwa perusahaan berencana meningkatkan belanja modal pada tahun 2027, setelah sebelumnya telah menggelontorkan USD195 miliar hingga USD205 miliar sepanjang 2026 untuk infrastruktur AI.
Vina Insyani
Jurnalis
