home ×
Gadget

Samsung Akan Copy dan Paste Otak Manusia pada Chip Neuromorfik

29 September 2021 By
Samsung Akan Copy dan Paste Otak Manusia pada Chip Neuromorfik
Share
Share
Share
Share

Ilustrasi (Foto: Samsung)

Uzone.id - Samsung Electronics bersama peneliti Harvard memperkenalkan pendekatan baru untuk merekayasa balik otak pada chip memori, dalam makalah perspective yang diterbitkan di Nature Electronics.

Samsung, sebagai pemimpin dunia dalam teknologi semikonduktor canggih, telah membagikan visi baru yang membawa dunia selangkah lebih dekat untuk mewujudkan chip neuromorfik yang bisa meniru otak dengan lebih baik.

Visi itu diterbitkan sebagai makalah Perspektif yang berjudul 'Neuromorphic electronics based on copying and pasting the brain', by Nature Electronics.

Donhee Ham, Rekan Samsung Advanced Institute of Technology (SAIT) dan Profesor Universitas Harvard, Profesor Hongkun Park dari Universitas Harvard, Sungwoo Hwang, Presiden dan CEO Samsung SDS dan mantan Kepala SAIT, dan Kinam Kim, Wakil Ketua dan CEO Samsung Electronics adalah penulis koresponden.

BACA JUGA: 6 Oktober, Tablet Terbaru Nokia Siap Meluncur

Inti dari visi yang dikemukakan oleh penulis paling baik diringkas dengan dua kata, 'copy dan paste'.

Makalah ini menyarankan cara untuk menyalin peta koneksi saraf otak menggunakan array nanoelectroda terobosan yang dikembangkan oleh Dr. Ham dan Dr. Park, dan untuk menempelkan peta ini ke jaringan memori solid-state tiga dimensi kepadatan tinggi.

Melalui pendekaan salin dan tempel ini, penulis membayangkan bikin chip memori yang mendekati ciri-ciri komputasi unik otak - daya rendah, pembelajaran mudah, adaptasi terhadap lingkungan, dan bahkan otonomi dan kognisi - yang berada di luar jangkauan teknologi saat ini.

Otak terdiri dari sejumlah besar neuron, dan peta pengkabelannya bertanggung jawab atas fungsi otak. Dengan demikian, pengetahuan tentang peta adalah kunci untuk merekayasa balik otak.

Rekayasa neuromorfik, yang diluncurkan 1980-an bertujuan untuk meniru struktur dan fungsi jaringan saraf pada chip silikon, hal itu terbukti sulit karena, bahkan sampai sekarang sedikit yang diketahui tentang bagaimana sejumlah besar neuron terhubung.

BACA JUGA: Ikuti Jejak Zoom, Google Meet Tambah Fitur Terjemahan Langsung

Bersama-sama untuk menciptakan fungsi otak yang lebih tinggi. Dengan demikian tujuan rekayasa neuromorfik telah disederhanakan untuk merancang sebuah chip yang terinspirasi oleh otak daripada menirunya secara ketat.

Makalah juga menyarankan cara untuk kembali ke tujuan neuromorfik asli dari rekayasa balik otak. Array nanoelektroda dapat secara efektif memasukkan sejumlah besar neuron sehingga bisa merekam sinyal listriknya dengan sensitivitas tinggi.

Rekaman intraseluler paralel besar-besaran ini menginformasikan peta pengkabelan neuron, menunjukkan di mana neuron terhubung satu sama lain dan seberapa kuat koneksi ini.

Oleh karena itu, dari rekaman tanda ini, peta pengkabelan saraf bisa diekstraksi atau 'disalin'.

Peta saraf yang disalin kemudian bisa 'ditempelkan ke jaringan memori non-volatil - seperti memori flash komersial yang digunakan sehari-hari dalam solid state drive (SSD) atau resistive random access memories (RRAM) - dengan memprogram setiap memori sehingga konduktansinya mewakili kekuatan setiap koneksi saraf di peta yang disalin. (Samsung.com)

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id