Gadget

Samsung Kapalkan Lebih Banyak Smartphone di Q3 2021

  • 18 October 2021
  • Bagikan :
    Samsung Kapalkan Lebih Banyak Smartphone di Q3 2021

     

    Uzone.id - Samsung dikabarkan melakukan pengapalan jumlah smartphone lebih banyak di kuartal ketiga tahun ini. Krisis chip yang dialami hampir semua lini bisnis, termasuk smartphone, ternyata cukup berpengaruh pada industri ini di seluruh dunia.

    Krisis chip yang belum diketahui kapan akan berakhir, dituding telah menjadi penyebab turunnya jumlah pengapalan smartphone di kuartal ini. Menurut riset Canalys, pengapalan smartphone di Juli sampai September tahun ini turun sampai 6 persen dibanding kuartal yang sama tahun lalu.

    Baca juga: Cara Nonton Samsung Galaxy Unpacked Jilid 2

    Menurut Canalys, seperti dikutip dari GSM Arena, Senin, 18 Oktober 2021, smartphone kekurangan komponen akibar dari krisis chip yang masih berlangsung sampai saat ini. Diperkirakan krisis ini masih akan berlangsung sekitar satu tahun ke depan.

    Dalam data bertajuk Canalys Smartphone Analysis menunjukkan jika Samsung menduduki posisi pertama dengan jumlah pengapalan terbanyak di kuartal ini. Persentasenya ternyata sama dengan kuartal ketiga tahun lalu, yakni sebesar 23 persen. Sedangkan di posisi kedua ada Apple yang kembali dengan market share 15 persen di kuartal ini.

    Pada kuartal ketiga tahun ini, Xiaomi harus rela digeser ke posisi 3 oleh Apple. Jumlah pengapalannya memiliki persentase yang terpaut sedikit dari Apple. Xiaomi memiliki marketshare 14 persen saja. Sama dengan pangsa pasar di tahun lalu.

    Baca juga: Ketika Apple, Google dan Samsung Gelar Hajat Berdekatan

    vivo dan OPPO berbagi tempat di posisi 4 dan 5, walaupun marketshare-nya memiliki poin yang sama, yakni 10 persen. Canalys ternyata memasukkan OnePlus ke dalam market share pengapalan smartphone OPPO di kuartal ketiga ini. Kemungkinan jika tidak memasukkan OnePlus, brand OPPO bisa terlempar keluar lima besar.

    Menurut Canalys, momen Single's Day di China dan Black Friday di negara-negara barat bisa dijadikan kesempatan untuk para vendor smartphone menaikkan penjualan.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini