icon-category Gadget

Sebagian iPhone Terbaru di Dunia Bakal ‘Made in India’

Ilustrasi iPhone 14 terbaru (Foto: Victor Serban/Unsplash)

Uzone.id - Tahun lalu, J.P. Morgan mengklaim kalau Apple akan mengalihkan hingga 25 persen produksi iPhone terbarunya ke India pada tahun 2025 mendatang. Namun laporan terbaru kini menyebut, fasilitas manufaktur di India akan memproduksi 50 persen iPhone generasi terbaru dalam 4 tahun lagi.

Apple memang sudah berencana untuk mengurangi ketergantungannya terhadap China. Ada banyak alasannya, tapi salah satunya akibat pandemi Covid-19 yang membuat produksi iPhone terganggu.

Kebijakan ‘zero Covid-19’ yang diberlakukan pemerintah China dengan menerapkan lockdown besar-besaran. Dikutip dari 9to5Mac, hal ini membuat Apple berada dalam risiko terbesar karena sebagian besar produksi iPhone berada di fasilitas pabrik di China.

India, kini telah memantapkan posisinya sebagai pusat produksi iPhone terbesar kedua Apple. Setelah mendapatkan ‘jatah’ produksi untuk iPhone 14 dan diharapkan berlanjut ke iPhone 15, South China Morning Post memperkirakan bahwa pada tahun 2027 mendatang, pabrik di Negeri Bollywood akan mengatasi produksi 50 persen iPhone generasi terbaru.

Baca juga: Apple MacBook Pro Pakai Chip M2 Pro dan M2 Max, Harga Mulai Rp30 Jutaan

Analoginya, satu dari dua iPhone yang beredar di dunia pada tahun 2027 mendatang adalah made in India. Prediksi ini terbilang lebih agresif daripada bayangan yang dilontarkan oleh J.P. Morgan sebelumnya bahwa India akan merakit 25 persen dari total iPhone di seluruh dunia pada tahun 2025.

Perusahaan pemasok di China bakal terdampak

Ada beberapa indikasi efek dari rencana Apple yang ingin mengalihkan sebagian besar produksinya dari China. Goertek misalnya, perusahaan asal China yang telah membuat komponen akustik untuk Apple AirPod selama dua tahun.

Perusahaan ini telah memangkas estimasi pendapatan tahun 2022 sebesar 60 persen, imbas permintaan ‘klien besar luar negeri’ untuk menghentikan produksi perangkat akustik pintar. 

Goertek memang tak menyebutkan nama perusahaan yang jadi kliennya. Tapi, analis Ming-Chi Kuo berpendapat bahwa klien yang dimaksud adalah Apple.

Di sisi lain, konsultan rantai pasokan dari Inggris, Alan Day mengatakan, tantangan lainnya akan dihadapi oleh Apple saat memutuskan beralih ke India untuk memproduksi perangkatnya, termasuk iPhone.

Baca juga: Dear Fanboy, Siapkan Rp9 Jutaan buat Mac Mini dengan Chip M2

Tantangan tersebut adalah mempertahankan standar kualitas dalam rantai pasokan yang lebih beragam. Standar ini telah dibangun oleh Apple dan pemasok China yang sudah terjalin secara erat selama bertahun-tahun.

“Pertanyaan kuncinya adalah, berapa lama pemasok India dapat memenuhi standar ini. Apple telah bekerja dengan pemasok China selama bertahun-tahun dan ini tidak akan tercapai dalam semalam,” jelas Alan Day.

Akan tetapi, tantangan tersebut dinilai tak begitu berdampak kepada Apple. Mengingat, banyak produksi Apple di luar China pun dioperasikan oleh perusahaan asal Taiwan maupun China yang sama.

Cek informasi menarik lainnya di Google News

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini