icon-category Digilife

Seberapa Ngaruh Sih Promosi Produk Lewat Influencer dkk?

  • 02 Jun 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi foto: Georgia de Lotz/Unsplash

    Uzone.id - Para pelaku usaha yang menggunakan influencer untuk mempromosikan brand tentunya ingin hasil yang maksimal, namun di saat yang sama juga ingin tetap sesuai dengan value dari perusahaan.

    Beberapa karakter influencer yang disukai oleh para brand adalah honest review, soft-selling dan apa yang disampaikan terlihat sangat natural. Karena seperti yang kita tahu, audiens sekarang sudah sangat peka dengan produk endorse dan produk yang bukan endorse.

    Maka dari itu, perlu pembawaan yang natural dan juga bisa menargetkan audiens yang sesuai dengan ‘misi’ produk mereka. Contohnya, kurang tepat rasanya pengusaha kosmetik milih influencer di bidang otomotif untuk mengiklankan produknya.

    Nah, melihat menjamurnya influencer dan banyaknya pemilik usaha kecil maupun besar yang menggunakan influencer marketing untuk memasarkan produknya, kira-kira seberapa besar sih pengaruh mereka untuk penjualan produk?

    Baca juga: Instagram Makin Palugada, Bakal Ada Fitur NFT biar Kreator Makin Cuan

    Dalam acara ShopeePay Talk, Selasa, (31/05/2022), Reina Devianti Triswan, Head of Marketing Rollover Reaction & Alchemist Fragrance mengatakan kalau salah satu kelebihan menggunakan influencer adalah hasilnya praktis, lebih cepat, 3 Dimensional yaitu hasilnya bisa didapat oleh brand, influencer dan juga audiens.

    “Yang dihasilkan tak hanya pembelian produk dari brand, namun juga relationship, trust dan juga kredibilitas,” kata Reina.

    Brand bisa mendapatkan atensi dari audiens influencer, influencer bisa meningkatkan kredibilitas dan menambah kepercayaan dari audiens, lalu audiens juga bisa mendapat informasi yang lebih rampung, sorted, pandangan dari orang ketiga sehingga bisa menikmati informasinya.

    Reina juga mengungkapkan kalau pengaruh influencer terhadap pembelian cukup besar, terutama kalau misalnya brand sudah tahu persis mengenai target market-nya. 

    “Tak jarang kalau kita paid promotion kepada seseorang yang sudah kita tahu misalnya yang spesifik di Rollover Reaction lalu cocok dengan brand value kita, misalnya yang minimalis, anti ribet, dan beginner friendly, terus mereka bilang produknya bagus, biasanya hasilnya juga bagus. Berbanding lurus antara investment yang kami taruh di beliau dengan hasilnya,” kata Reina.

    Galih Ruslan selaku Owner dari Kylafood mengatakan kalau strategi pemasaran mereka ini ditujukan pada 2 audiens, yaitu new visitor dan juga remarketing.

    Baca juga: Hey Instagram, Rajin Banget Rilis Fitur Baru buat Nambah Cuan Kreator

    “Nah kaitannya dengan influencer ini kami lebih ke pulling audience new visitor,” kata Galih.

    Dalam strategi yang dibagikan Galih sendiri, influencer ini berperan untuk menggaet atau sebatas awareness untuk meningkatkan profil visit dan store visit. Sedangkan untuk remarketing, Galih menggunakan kampanye yang berbeda seperti diskon khusus atau voucher spesial.

    Nah, untuk pengaruhnya, Galih menyebutkan kalau endorsement yang bagus bisa memberikan pengaruh hingga 10 persen menggunakan strategi lewat influencer. Sedangkan dari remarketing, winning ads-nya pernah mencapai persentase hingga 50 persen.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini