icon-category Digilife

Senasib dengan Huawei, Kaspersky Dicap Berbahaya Gara-gara dari Rusia

  • 28 Mar 2022 WIB
  • Bagikan :
    Foto: dok. Kaspersky

    Uzone.id – Perusahaan keamanan siber Kaspersky harus menelan pil pahit hanya karena ia menjadi perusahaan asal Rusia. Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat telah menganggap semua produk dan layanan Kaspersky yang berasal dari Rusia itu sebagai ancaman keamanan nasional.

    Lebih tepatnya, FCC mencap semua produk dan layanan Kaspersky sebagai “risiko yang tidak dapat diterima terhadap keamanan nasional” negaranya.

    Keputusan ini berada di dalam “Secure and Trusted Communications Networks Act” pada 2019 yang mewajibkan perusahaan untuk menerbitkan daftar semua detail mengenai layanan atau peralatan komunikasi apapun yang berpotensi sebagai risiko atau ancaman terhadap keamanan nasional.

    Yup, nasib Kaspersky bisa dibilang mirip seperti halnya perusahaan asal China yang juga dianggap sebagai alat mata-mata pemerintah Negeri Panda itu ke AS.

    Baca juga: Metaverse, Ancaman AI dan Racikan Empati di Customer Experience Digital

    FCC merilis “Covered List” pertama kalinya pada Maret 2021 ketika pihaknya memasukan deretan perusahaan China seperti Huawei, ZTE, Hytera Communications, Hikvision, dan Dahua.

    Nah, dengan adanya pembaruan di tahun ini, daftar lengkap FCC berisi 8 perusahaan yang dianggap sangat berisiko, dan Kaspersky menjadi satu-satunya perusahaan yang berasal dari Rusia.

    Artinya, Kaspersky dilarang menerima sokongan subsidi dari Universal Service Fund sebesar USD8 juta untuk memelihara layanan komunikasi di area pelosok dan untuk fasilitas dan pengguna dengan penghasilan rendah.

    “Kaspersky kecewa dengan keputusan FCC yang melarang penggunaan subsidi federal terkait telekomunikasi tertentu untuk membeli produk dan layanan Kaspersky. Keputusan ini tidak didasarkan pada penilaian teknis apa pun atas produk Kaspersky – yang terus diadvokasi oleh perusahaan – melainkan dibuat atas dasar politik,” ungkap pihak Kaspersky dalam pernyataannya yang diterima Uzone.id.

    Baca juga: Rusia-Ukraina: Kecaman Netizen Dunia hingga Ancaman Pemutusan Teknologi

    Mereka melanjutkan, “larangan Pemerintah Amerika Serikat tahun 2017 terhadap entitas federal dan kontraktor federal untuk menggunakan produk dan layanan Kaspersky tidak konstitusional, didasari tuduhan yang tidak berdasar, dan tidak memiliki bukti kesalahan publik oleh perusahaan.”

    Karena tidak ada bukti publik yang membenarkan tindakan tersebut sejak 2017, dan pengumuman FCC secara khusus merujuk pada penetapan Departemen Keamanan Dalam Negeri 2017 sebagai dasar keputusan hari ini, Kaspersky meyakini bahwa perluasan larangan tersebut hari ini terhadap entitas yang menerima layanan telekomunikasi FCC- subsidi terkait, juga tidak berdasar dan merupakan respons terhadap iklim geopolitik daripada evaluasi komprehensif atas integritas produk dan layanan Kaspersky.

    “Kami akan terus meyakinkan mitra dan pelanggannya tentang kualitas dan integritas produknya, dan tetap siap bekerja sama dengan lembaga pemerintah Amerika Serikat untuk mengatasi masalah FCC dan badan regulator lainnya,” tutup Kaspersky.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini