Sepakat dengan Bos Nvidia, Mark Zuckerberg Pede AI Gak Perlu Aturan
Mark Zuckerberg dan Jensen Huang menolak regulasi AI demi keamanan internal, berlawanan dengan Amodei, Altman, dan Musk yang mendesak perlambatan pengembangan.

Highlight Artikel
- Mark Zuckerberg dan Jensen Huang menolak regulasi industri untuk memperlambat pengembangan AI, menyatakan keamanan adalah tanggung jawab perusahaan.
- Zuckerberg mencontohkan Meta pernah menunda peluncuran AI Muse demi keamanan, membuktikan perusahaan bisa bertindak tanpa regulasi pemerintah.
- Jensen Huang menyebut keamanan AI adalah masalah teknis, bukan hukum, dan teknologi AI bukanlah entitas asing yang sulit dikendalikan.
- Pandangan mereka kontras dengan Dario Amodei (Anthropic), Sam Altman (OpenAI), dan Elon Musk yang menyerukan perlambatan pengembangan AI demi aspek keselamatan.
Uzone.id – Mark Zuckerberg
ikut angkat bicara soal perdebatan keamanan AI yang belakangan makin ramai. CEO
Meta ini punya pandangan yang sama dengan CEO Nvidia, Jensen Huang soal laju
teknologi menilai kalau ini adalah urusan masing-masing perusahaan.
"Setiap laboratorium memiliki tanggung jawab
masing-masing untuk bergerak sesuai kecepatan yang diperlukan guna melatih
model-modelnya dengan aman," kata Zuckerberg.
Meta sendiri, kata Zuckerberg, pernah menunda peluncuran teknologi AI Muse karena alasan keamanan dan keselamatan. Keputusan tersebut diambil perusahaan tanpa harus menunggu adanya aturan baru dari pemerintah.
“Kami
melakukannya sebagai bagian dari pekerjaan sehari-hari karena itu jelas
merupakan hal yang tepat bagi masyarakat dan juga bagi kami,” ujar Zuckerberg.
Pandangan
Zuckerberg ini cukup sejalan dengan CEO Nvidia Jensen Huang yang juga menyebut
kalau keamanan teknologi AI bukan hal yang perlu diselesaikan dengan aturan dan
regulasi saja.
“Keamanan (AI)
itu masalah teknis, bukan masalah hukum,” katanya dikutip dari TechCrunch.
Ia juga
mengatakan kalau AI bukanlah semacam “pikiran alien” yang tiba-tiba muncul dan
sulit dikendalikan. Menurutnya, AI tetap merupakan teknologi yang dibuat
manusia dan terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak.
“Bagaimanapun juga, kami itu mengembangkan perangkat lunak, kita mengembangkan sistem komputasi. Memang ini sistem komputasi yang rumit, tetapi pada akhirnya tetaplah sebuah sistem komputasi,” tambahnya.
Ia juga
mengatakan, alih-alih meminta pemerintah membuat aturan baru untuk membatasi
risiko AI, perusahaan AI seharusnya bertanggung jawab terhadap produk mereka
sendiri.
Dalam
wawancaranya dengan CNBC, Huang bahkan menyebut aturan dan regulasi baru
terkait AI sebenarnya tidak diperlukan karena sudah ada berbagai hukum yang
mengatur soal keandalan dan fungsi produk.
“Kita sudah punya
banyak hukum. Kita juga sudah punya banyak regulasi yang mengatur keandalan dan
fungsi produk,” kata Huang.
Penolakan Mark
Zuckerberg dan Jensen Huang ini muncul pasca CEO Anthropic Dario Amodei
menyerukan agar industri teknologi memperlambat laju pengembangan kemampuan
model AI.
Menurut Amodei,
memperlambat perkembangan tersebut bisa menjadi cara bagi industri untuk
memberikan waktu yang cukup agar aspek keselamatan ikut berkembang.
CEO OpenAI Sam
Altman juga membicarakan pentingnya keamanan dan pemantauan dalam pengembangan
AI. Menurutnya, aspek keamanan seharusnya lebih diutamakan dibanding sekadar
menambah fitur.
Begitupun dengan
Elon Musk yang sepakat dengah Dario mengenai alasan kenapa peneliti AI dan
perusahaan AI harus memperlambat perkembangan teknologi tersebut.
“Apa yang Dario
katakan benar,” kata Musk dalam akun resminya dengan mengutip postingan CEO
Anthropic tersebut.
Ia kemudian mengatakan bahwa dirinya sudah dari lama
menyuarakan peringatan tentang bahaya AI ini. Hal ini merujuk pada postingan
tahun 2014 dimana Musk menulis, “Kita harus sangat berhati-hati dengan AI.
Potensinya lebih berbahaya daripada senjata nuklir.”
FAQ Artikel
Mengapa Mark Zuckerberg menolak regulasi industri untuk AI?
Zuckerberg berpendapat bahwa setiap laboratorium AI memiliki tanggung jawab sendiri untuk melatih modelnya dengan aman, dan perusahaan dapat bertindak proaktif seperti Meta yang menunda peluncuran AI Muse karena alasan keamanan.
Bagaimana pandangan Jensen Huang mengenai keamanan AI?
Jensen Huang setuju dengan Zuckerberg, menyatakan keamanan AI adalah masalah teknis, bukan masalah hukum, dan AI adalah teknologi buatan manusia yang terdiri dari perangkat keras dan lunak, bukan “pikiran alien” yang tak terkendali.
Siapa saja tokoh yang memiliki pandangan berbeda dengan Zuckerberg dan Huang?
Dario Amodei (CEO Anthropic), Sam Altman (CEO OpenAI), dan Elon Musk menyuarakan perlunya memperlambat laju pengembangan AI untuk memastikan aspek keselamatan dapat berkembang seiring waktu.
Apa alasan utama di balik seruan untuk memperlambat pengembangan AI?
Para pemimpin seperti Amodei dan Musk meyakini bahwa perlambatan akan memberikan waktu yang cukup bagi industri untuk mengembangkan aspek keselamatan AI, dengan Musk bahkan membandingkan potensi bahaya AI dengan senjata nuklir.
Vina Insyani
Jurnalis

