Home
/
Digilife

Sam Altman-Elon Musk Bisa Akur Juga, Kompak Khawatirkan AI 

Elon Musk, Sam Altman, dan CEO Anthropic Dario Amodei sepakat memperlambat laju AI karena khawatir AI super cerdas menguasai internet dan membahayakan manusia.

Sam Altman-Elon Musk Bisa Akur Juga, Kompak Khawatirkan AI 

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Elon Musk dan Sam Altman sepakat mendukung seruan CEO Anthropic, Dario Amodei, untuk “memperlambat laju” AI.
  • Kesepakatan ini muncul karena kekhawatiran bahwa AI super cerdas berpotensi menguasai seluruh internet dan membahayakan umat manusia.
  • Elon Musk telah menyuarakan peringatan tentang bahaya AI sejak tahun 2014, bahkan menyamakannya dengan ancaman senjata nuklir.
  • Sam Altman mendukung pengaturan kecepatan perkembangan AI, berkomitmen melibatkan penilai independen, dan menunda rencana IPO OpenAI karena alasan keamanan AI.

Uzone.id — Sudah jadi rahasia umum kalau Sam Altman dan Elon Musk sering kali adu argumen bahkan saling menuntut di meja hijau. Tapi untuk masalah dan huru-hara yang satu ini, Musk dan Altman sepertinya sama-sama sepakat dan punya pendapat yang sama.

Kedua bos AI ini terlihat mendukung statement dari pimpinan Anthropic, Dario Amodei, terkait seruan untuk “memperlambat laju” AI setelah adanya kekhawatiran bahwa teknologi AI super cerdas berpotensi “menguasai seluruh internet” dalam waktu satu tahun.

Musk dan Altman meninggalkan dulu permusuhan mereka demi memberikan dukungan penuh seruan CEO Anthropic yang muncul setelah serangkaian peringatan dari para peneliti AI pekan lalu. 

Dalam cuitannya di X, Elon Musk sepakat dengan esai yang di-publish Dario mengenai alasan kenapa peneliti AI dan perusahaan AI harus memperlambat perkembangan teknologi tersebut.

“Apa yang Dario katakan benar,” kata Musk dalam akun resminya dengan mengutip postingan CEO Anthropic tersebut.




Ia kemudian mengatakan bahwa dirinya sudah dari lama menyuarakan peringatan tentang bahaya AI ini. Hal ini merujuk pada postingan tahun 2014 dimana Musk menulis, “Kita harus sangat berhati-hati dengan AI. Potensinya lebih berbahaya daripada senjata nuklir.”

Sepakat dengan Musk, dalam cuitan terpisah Sam Altman juga menyampaikan dukungannya agar kecepatan perkembangan teknologi ini bisa diatur.

“Saya sependapat dengan Dario bahwa kita perlu mengatur laju perkembangan di bidang ini,” katanya dalam sebuah postingan di X. 

Ia melanjutkan, “Komitmen untuk melibatkan penilai independen yang memiliki akses layaknya karyawan adalah ide yang bagus, dan kami akan melakukan hal yang sama. Kami akan segera membagikan informasi lebih lanjut.”

Sam Altman juga akan menunda rencana IPO dengan alasan kekhawatiran terkait keamanan AI.

“Saya juga memutuskan, mengingat banyak hal yang terjadi khususnya soal keamanan, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk go public, dan kami tidak merasakan tekanan terkait hal itu,” kata Altman kepada Fortune. 

Ketika ditanya mengapa dia, Amodei, Musk, dan para CEO Meta serta Google tidak duduk bersama dan “melakukan kesepakatan” untuk melakukan perlambatan AI bersama, Altman pun tidak menampik hal itu akan terjadi di masa depan.

“Saya pikir itu akan terjadi,” katanya.




Esai Amodai ini mengenai cepatnya perkembangan AI dipublikasikan beberapa hari setelah eks karyawannya Jacob Coxon mengungkap kalau self-developing super intelligence AI bisa membunuh umat manusia pada tahun 2030 mendatang.

Dalam pernyataannya tersebut, Amodei ikut mengakui kalau AI memiliki risiko nyata dan tidak bisa diabaikan.

“Saya tidak akan berbohong kepada kalian, ada bahaya yang nyata. Dan menurut saya, industri ini terlalu lama berbohong kepada orang-orang tentang fakta bahwa teknologi ini memiliki risiko,” kata Amodei, dikutip dari CBS News, Senin, (13/09).

Isi dari esai tersebut juga menyoroti soal perkembangan AI yang dinilai terlalu cepat.

“Mengembangkan AI terlalu cepat itu hal yang ceroboh,” kata Amodei dalam esai-nya.

Ia kemudian menjelaskan kekhawatirannya soal insiden baru-baru ini yang melibatkan ratusan agen AI punya OpenAI yang meretas situs web Hugging Face.

Ia juga menyoroti kemampuan super cerdas agen AI dapat menimbulkan kerugian ratusan miliar dolar dengan cara “mengambil alih seluruh internet melalui botnet yang terus-menerus aktif”.

Amodei juga mengakui kalau perkembangan teknologi ini semakin lama semakin curam, bahkan ia menyerukan agar industri teknologi bekerja sama untuk memperlambat laju perkembangan kemampuan AI.

 

FAQ Artikel

Siapa saja tokoh yang sepakat untuk memperlambat laju AI?

Elon Musk, Sam Altman, dan Dario Amodei (CEO Anthropic) sepakat untuk memperlambat laju perkembangan AI.

Mengapa ada seruan untuk memperlambat laju perkembangan AI?

Ada kekhawatiran bahwa teknologi AI super cerdas berpotensi “menguasai seluruh internet” dalam waktu satu tahun dan dapat membahayakan umat manusia.

Apa tanggapan Sam Altman terkait kekhawatiran ini?

Sam Altman mendukung pengaturan laju perkembangan AI, berkomitmen melibatkan penilai independen, dan menunda rencana IPO OpenAI karena alasan keamanan AI.

Sejak kapan Elon Musk menyuarakan peringatan tentang bahaya AI?

Elon Musk telah menyuarakan peringatan tentang bahaya AI sejak tahun 2014, bahkan menyatakan potensinya lebih berbahaya daripada senjata nuklir.

Apa kekhawatiran utama Dario Amodei mengenai AI?

Dario Amodei khawatir perkembangan AI terlalu cepat, menyoroti insiden agen AI OpenAI meretas situs web Hugging Face, dan potensi AI mengambil alih internet.

Vina Insyani

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article