
Uzone.id
— Pemangkasan massal tidak hanya menimpa karyawan TikTok-Tokopedia di
Indonesia. TikTok dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk memangkas sekitar
300 karyawan mereka di Eropa, tepatnya di Dublin, Irlandia.
Menurut juru bicara TikTok mengatakan kalau pemangkasan ini mencakup penawaran posisi lain untuk beberapa karyawan dan secara keseluruhan jumlah karyawan yang akan dikurangi mencapai sekitar 300 orang.
“Kami sedang menjajaki
reorganisasi untuk memperkuat model operasional global kami dalam hal
kepercayaan dan keamanan, termasuk usulan untuk mengembangkan cara kerja kami
guna memastikan tim tetap berkembang dan gesit,” kata juru bicara tersebut
dalam sebuah pernyataan.
Pemangkasan
karyawan di Eropa ini menjadi rutinitas perusahaan setiap tahun. Tahun lalu,
TikTok juga pernah melakukan pemangkasan dengan jumlah serupa di Eropa atau
sekitar 10 persen.
Dublin sendiri adalah pusat perusahaan utama di Eropa dan terus mengalami pemangkasan tenaga kerja dalam beberapa tahun terakhir.
Tak
hanya TikTok saja, perusahaan lainnya seperti Meta dan juga Amazon juga sudah
lebih dulu memangkas karyawan mereka di Dublin untuk memprioritaskan investasi
di bidang kecerdasan buatan.
TikTok
sendiri sudah lebih dulu mengkonfirmasi pemangkasan karyawan di Indonesia,
dimana karyawan Tokopedia yang kini sudah berada di bawah naungan perusahaan
asal China tersebut dirumahkan dengan alasan restrukturisasi.