icon-category Telco

Siapa Sih Pesaing Starlink di Indonesia?

  • 27 Nov 2023 WIB
Bagikan :

Uzone.id – Layanan internet berbasis satelit dari SpaceX, Starlink selama ini sejatinya sudah beroperasi di Indonesia secara B2B melalui Telkomsat. Terlepas rumor kedatangan Starlink pada 2024 melalui bisnis B2C, sebenarnya ada nggak sih pesaing Starlink di Indonesia?

Bagi yang belum tahu, perusahaan ICT lokal, Dwi Tunggal Putra (DTP) menjalin kerja sama dengan Eutelsat OneWeb, perusahaan penyedia layanan internet berbasis satelit dari Inggris. Satelit OneWeb sama seperti Starlink yang beroperasi di Low-Earth Orbit (LEO).

OneWeb yang merangkul DTP ini menghadirkan layanan bernama BuanterOne sebagai pesaing Starlink di Indonesia.

CEO DTP, Michael Alifen mengatakan bahwa hadirnya BuanterOne ini dipercaya dapat menyebarkan internet ke tingkat baru di Indonesia.

"Kami dengan bangga menyatakan bahwa BuanterOne telah hair untuk mengatasi masalah akses internet di Indonesia yang masih terhambat oleh tantangan geografis dan infrastruktur yang terbatas, terutama di daerah 3T, terdepan, terluar dan tertinggal," ucap Michael, dikutip dari laman Instagram @buanterone.

Terkait kecepatannya, BuanterOne diklaim akan mampu menghadirkan akses internet mencapai 195 Mbps dan latensi 70 ms.

Jika mengacu ke Instagram Buanter One tersebut, mereka menargetkan kesiapan peluncuran layanannya pada kuartal pertama tahun 2024.

Karena kerja sama bisnis antara OneWeb dan DTP ini adalah B2B, maka BuanterOne berjalan seperti halnya Starlink dan Telkomsat, yakni layanannya tidak langsung menargetkan pengguna masyarakat umum.

Seperti diketahui, DTP saat ini juga tengah membangun Gateway SNP (Satellite Network Portal) untuk OneWeb, dan prosesnya kabarnya sudah mencapai tahap akhir seperti antenna verification test dan hub system commissioning.

DTP memilih lokasi di Serang, Banten untuk pembangunan SNP ini dengan luas tanah 10 hektar lengkap dengan 10 Satellite Access Portal (SAP), alias antena stasiun Bumi dan memberikan akses internet dengan bandwidth tinggi dan latensi rendah.

Pembangunan SNP tersebut disebut memiliki tujuan jangka panjang agar dapat melayani sejumlah negara tetangga.

Pada awal November kemarin, pihak DTP juga membagikan momen perwakilan tim OneWeb yang melakukan kunjungan ke SNP di Banten.

Sedangkan seperti yang sudah diwartakan, Telkomsat telah mengantongi hak labuh satelit khusus non geostasioner (NGSO) Starlink pada Juni 2022. Hak labuh ini berlaku untuk layanan backhaul dalam menggelar jaringan tertutup Telkomsat.

Starlink melalui Telkomsat ini diklaim mampu menyuguhkan layanan internet berkecepatan tinggi dengan akses download sampai 180 Mbps dan upload hingga 20 Mbps.

Biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, ikuti kami di channel Google News dan Whatsapp berikut ini.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini