Home
/
Automotive

Studi: Baterai Mobil Listrik Masih di Atas 90% Usai 150 Ribu Km

Sebuah studi terbaru mengungkapkan kalau ternyata baterai mobil listrik masih bertahan sangat baik bahkan setelah dipakai hingga mencapai 150 ribu kilometer.

Studi: Baterai Mobil Listrik Masih di Atas 90% Usai 150 Ribu Km

Bagikan :

Uzone.id - Masih banyak calon konsumen yang khawatir soal ketahanan baterai mobil listrik. Tapi, hasil studi terbaru menunjukkan kalau baterai mobil listrik ternyata punya daya tahan yang jauh lebih awet daripada yang dibayangkan sebelumnya.

Studi independen berskala besar yang dilakukan oleh Aviloo ini menganalisis lebih dari 500 ribu hasil pengujian baterai untuk melihat kondisi 20 model mobil listrik terpopuler di pasaran.

Sebagai gambaran, Aviloo merupakan perusahaan teknologi asal Austria yang bergerak di bidang diagnostik dan analisis kesehatan baterai khusus untuk kendaraan listrik (EV) dan plug-in hybrid (PHEV).




Hasilnya cukup mengejutkan, karena sejumlah mobil listrik ternyata hanya kehilangan kurang dari 5% kesehatan baterai (battery health) setelah menempuh jarak 100.000 km.

Artinya, baterai mobil listrik punya potensi untuk bertahan selama masa pakai rata-rata sebuah mobil baru pada umumnya.

Kalau kita bedah berdasarkan performa, ada beberapa model yang mencatatkan hasil impresif. Setelah menempuh jarak 50.000 km, Hyundai Ioniq 5 menjadi salah satu yang paling tangguh dengan sisa kapasitas baterai 97,1%.





Menyusul di belakangnya adalah Mercedes-Benz CLA (96,6%), Hyundai Kona Electric (96,3%), Audi Q8 e-tron (95,7%), BMW i4 (95,6%), serta Volvo XC40 Recharge dan Volkswagen ID.4 yang sama-sama mencatat angka 95,2%.

Menariknya, saat jarak tempuhnya sudah mencapai 150.000 km, peta persaingannya sedikit berubah.

Mercedes-Benz CLA berhasil naik ke posisi teratas dengan kondisi baterai yang masih mencapai 94%. Di posisi selanjutnya ada Hyundai Ioniq 5 dengan 93,6%, Hyundai Kona Electric 93%, Volvo XC40 Recharge 92,8%, serta Ford Mustang Mach-E dan Polestar 2 yang masing-masing mencatat angka 92,5%.




Tentu saja, hasil ini bervariasi tergantung modelnya. Beberapa mobil seperti Tesla Model Y (90,3%) dan Tesla Model 3 (88,9%) setelah 150.000 km, atau model lain seperti Renault Zoe (87,3%), Mini Cooper SE (87,1%), dan Nissan Leaf (86,7%) mencatat angka kesehatan baterai yang sedikit lebih rendah.

Namun, Aviloo menegaskan angka tersebut merupakan nilai median, bukan jaminan setiap unit akan memiliki kondisi baterai yang sama. Bahkan, kondisi baterai pada model yang sama bisa berbeda hingga 13,5%.

Terlepas dari variasi tersebut, kesimpulan besarnya adalah teknologi baterai mobil listrik saat ini sudah semakin matang.

Hasil studi ini memberikan gambaran bahwa kekhawatiran baterai cepat rusak setelah digunakan bertahun-tahun tampaknya tidak sepenuhnya terbukti. Jadi, buat kamu yang sedang mempertimbangkan untuk beralih ke kendaraan listrik, hasil ini bisa jadi angin segar untuk memantapkan pilihanmu.

Brian Priambudi

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article