Tak Gampang Masuk, Ini Syarat Telkom Jadi Anggota UN Global Compact
Telkom Indonesia resmi bergabung dengan UN Global Compact (UNGC), menegaskan komitmen pada 10 prinsip PBB untuk bisnis bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Highlight Artikel
- Telkom Indonesia resmi bergabung dengan UN Global Compact (UNGC), inisiatif PBB yang mendorong bisnis bertanggung jawab dan berkelanjutan.
- Proses bergabung mencakup pemenuhan 10 prinsip UNGC yang meliputi empat pilar utama: hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan, dan antikorupsi.
- Keanggotaan UNGC membutuhkan surat komitmen CEO, dokumen legalitas, dan proses peninjauan, serta tidak berhenti setelah diterima.
- Anggota UNGC wajib melaporkan perkembangan penerapan prinsip-prinsip tersebut setiap tahun melalui Communication on Progress (CoP) sebagai bentuk transparansi.
Uzone.id — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi
bergabung dengan UN Global Compact (UNGC), inisiatif Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB) yang mendorong perusahaan menjalankan bisnis secara bertanggung jawab dan
berkelanjutan.
Namun, untuk menjadi anggota, perusahaan tidak cukup hanya
menyatakan komitmen terhadap keberlanjutan.
VP Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri,
menjelaskan bahwa proses bergabung dengan UNGC harus melalui sejumlah tahapan,
termasuk memenuhi 10 prinsip yang menjadi dasar inisiatif tersebut.
“Ketika Telkom bergabung disini, maka Telkom secara publik ikut gerakan keberlanjutan global dan disitu sebenarnya untuk menjadikan kita anggota, kita mengajukan permohonan oleh CEO dan kita menyatakan commit untuk mematuhi prinsip-prinsip berkelanjutan,” kata Gunawan dalam acara Kick-start Zero Waste to Landfill.
Sepuluh prinsip itu mencakup empat pilar utama yang
ditetapkan oleh UNGC, yakni hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan, dan
antikorupsi. Prinsip-prinsip tersebut menjadi acuan bagi perusahaan untuk
menjalankan bisnis secara bertanggung jawab.
Secara global, UNGC juga menetapkan sejumlah persyaratan
bagi perusahaan yang ingin bergabung.
Pendaftar harus menyampaikan surat komitmen dari pimpinan
tertinggi perusahaan yaitu CEO, lalu memberikan informasi dan dokumen
legalitas, serta menjalani proses peninjauan oleh UNGC.
“Kemudian ada beberapa komunikasi juga, dah setelah semua
dilakukan, lalu kami di-approve,” tambahnya.
Komitmen itu kemudian tidak berhenti setelah perusahaan
diterima. Anggota UNGC diwajibkan melaporkan perkembangan penerapan
prinsip-prinsip tersebut setiap tahun melalui Communication on Progress (CoP),
sebagai bentuk transparansi kepada publik.
Meski begitu, keanggotaan UNGC bukan sertifikasi yang menjamin seluruh praktik bisnis perusahaan sudah memenuhi standar keberlanjutan.
Executive Director UN Global Compact Network Indonesia, Dr.
M. Windrawan Inantha, menegaskan bahwa keanggotaan ini merupakan penegasan
komitmen perusahaan untuk menerapkan 10 prinsip UNGC dalam strategi dan
kegiatan operasionalnya.
“Menjadi anggota UN Global Compact Network itu bukan menjadi satu skema sertifikasi, tapi ini adalah meneguhkan komitmen yang Telkom sudah punya untuk bisa juga sesuai dengan 10 prinsip dari UN Global Compact,” kata Windrawan.
Dengan bergabungnya Telkom dalam UNGC, Telkom pun diharapkan
tidak hanya menyelaraskan strategi bisnis dengan prinsip keberlanjutan global,
tetapi juga terus menunjukkan kemajuan dalam penerapannya.
“Tentu saja ini bukan akhir, justru ini menjadi satu awal
bagi Telkom untuk lebih aktif dalam inisiatif sustainability, lebih aktif
menggunakan forum-forum yang dimiliki oleh Global Compact Network, baik
nasional atau internasional untuk menularkan dan mengajak atau mengembangkan
lagi inovasi-inovasi lain yang menuju Sustainable Development,” tuturnya.
FAQ Artikel
Apa itu UN Global Compact (UNGC)?
UN Global Compact adalah inisiatif Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mendorong perusahaan menjalankan bisnis secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Pilar apa saja yang dicakup oleh 10 prinsip UNGC?
Sepuluh prinsip UNGC mencakup empat pilar utama, yaitu hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan, dan antikorupsi.
Bagaimana proses Telkom bergabung dengan UNGC?
Prosesnya melalui sejumlah tahapan, termasuk memenuhi 10 prinsip, menyampaikan surat komitmen dari CEO, memberikan informasi dan dokumen legalitas, serta menjalani proses peninjauan oleh UNGC hingga di-approve.
Apakah keanggotaan UNGC merupakan bentuk sertifikasi?
Bukan, keanggotaan UNGC bukan sertifikasi yang menjamin seluruh praktik bisnis perusahaan sudah memenuhi standar keberlanjutan. Ini adalah penegasan komitmen perusahaan untuk menerapkan 10 prinsip UNGC dalam strategi dan kegiatan operasionalnya.
Apa kewajiban anggota UNGC setelah diterima?
Anggota UNGC diwajibkan melaporkan perkembangan penerapan prinsip-prinsip tersebut setiap tahun melalui Communication on Progress (CoP), sebagai bentuk transparansi kepada publik.
Vina Insyani
Jurnalis

