Home
/
ESG

Target Stunting 3 Persen, Pemkot Depok Manfaatkan Aplikasi 'Depok Cerdas'

Pemkot Depok mengatasi stunting melalui aplikasi Depok Cerdas; ribuan kader input data real-time menurunkan 4% ke target 3% agar intervensi gizi tepat.

Target Stunting 3 Persen, Pemkot Depok Manfaatkan Aplikasi 'Depok Cerdas'

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Pemerintah Kota Depok mempercepat penanganan stunting melalui pemanfaatan teknologi digital dengan aplikasi Depok Cerdas.
  • Aplikasi ini bertujuan menjaga angka stunting tetap terkendali di sekitar 4 persen dan menargetkan penurunan hingga 3 persen.
  • Depok Cerdas mempermudah 4.700 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam memasukkan data perkembangan anak secara real-time dari ponsel, menggantikan sistem manual yang tidak efisien.
  • Data digital yang akurat ini krusial untuk memantau tren stunting di setiap wilayah, menjadi acuan intervensi gizi, dan direncanakan akan diintegrasikan dengan sistem nasional.

Uzone.id — Pemerintah Kota Depok terus mempercepat upaya penanganan stunting di wilayah mereka dengan berbagai cara, termasuk teknologi.

Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Pemkot Depok kini mengandalkan pemanfaatan teknologi digital lewat aplikasi Depok Cerdas untuk menjaga angka stunting tetap terkendali di kisaran 4 persen, sekaligus mengejar target penurunan hingga 3 persen.

"Terkait dengan stunting, jadi alhamdulillah di Kota Depok tuh angka stunting-nya 4 koma berapa persen ya. Ya seandainya naik pun juga misalnya hanya 4 koma berapa sekian persen lah, seandainya naik. Jadi memang angkanya masih stagnan di 4 persenan gitu ya,” ujar Citra Indah Yulianti, Kepala DP3AP2KB Kota Depok dalam acara Uzone Talks, Kamis, (30/10).

Citra melanjutkan, “Aman sih ya, tapi kita penginnya malah 3 persen. Bu Walikota pengennya bisa nggak ya kita mencapai 3 persen gitu.”

Penggunaan sistem digital ini menjadi krusial mengingat proses pendataan secara manual menggunakan kertas atau lembar Excel kerap menyulitkan proses rekapitulasi data di lapangan, terlebih untuk cakupan wilayah yang luas dengan populasi padat.




Melalui aplikasi Depok Cerdas, sebanyak 4.700 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang tersebar di 63 kelurahan dan 11 kecamatan se-Kota Depok kini dapat memasukkan data perkembangan anak serta keluarga berisiko stunting secara real-time langsung dari ponsel pintar mereka.

Citra pun menjelaskan bahwa keberadaan aplikasi ini mempermudah mobilitas ribuan kader di lapangan tanpa perlu membuang waktu dan biaya untuk melapor secara fisik ke kantor dinas.

"Awal-awal kan dulu susah ya, masih pakai data manual atau Excel. Jadi dibikinlah sebuah sistem aplikasi Depok Cerdas ini supaya 4.700 kader TPK gampang dan mudah mengisi data. Bayangin kalau 4.700 orang tiap hari bolak-balik ke dinas, enggak efektif juga," 

Selain meningkatkan efisiensi kerja kader, sistem pendataan digital ini juga menjadi instrumen penting bagi Pemkot Depok dalam memantau tren perkembangan stunting di tiap wilayah RT, RW, hingga tingkat kelurahan.




Data yang masuk juga nantinya menjadi acuan utama dalam penyaluran berbagai program intervensi gizi, seperti bantuan Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pengawasan kesehatan oleh Puskesmas setempat.

Citra menegaskan bahwa intervensi penanganan stunting tidak akan berjalan optimal tanpa adanya dukungan data yang akurat dari tingkat paling bawah (grassroots). Maka dari itu, kehadiran aplikasi ini dapat mempermudah dalam pengambilan dan pencatatan data.

"Kita percuma bergerak di lapangan kalau kemudian kita tidak punya data yang akurat. Sehingga pemerintah daerah, provinsi, dan pusat tidak bisa memantau atau mengevaluasi berapa jumlah stunting yang turun. Lewat aplikasi ini, datanya ter-record secara real-time," tegasnya.

Guna mengoptimalkan tata kelola data di tingkat nasional, Pemkot Depok juga tengah bersiap mengintegrasikan (bridging) aplikasi Depok Cerdas dengan sistem milik Kemendukbangga/BKKBN, seperti aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil) serta SIGA (Sistem Informasi Keluarga). 

 

FAQ Artikel

Apa yang dilakukan Pemkot Depok untuk mempercepat penanganan stunting?

Pemkot Depok mempercepat penanganan stunting melalui pemanfaatan teknologi digital menggunakan aplikasi Depok Cerdas, dengan target menjaga angka stunting di kisaran 4 persen dan menurunkannya hingga 3 persen.

Bagaimana aplikasi Depok Cerdas membantu penanganan stunting?

Aplikasi Depok Cerdas memungkinkan 4.700 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk memasukkan data perkembangan anak serta keluarga berisiko stunting secara real-time langsung dari ponsel pintar, sehingga mempermudah pendataan dan rekapitulasi.

Mengapa penggunaan sistem digital ini dianggap penting?

Sistem digital ini krusial karena pendataan manual (kertas/Excel) menyulitkan rekapitulasi data di lapangan, terutama untuk wilayah luas dengan populasi padat. Aplikasi ini meningkatkan efisiensi kerja kader dan menjadi instrumen penting dalam memantau tren stunting.

Bagaimana Pemkot Depok memastikan akurasi data untuk intervensi stunting?

Pemkot Depok memastikan akurasi data melalui aplikasi Depok Cerdas yang merekam data secara real-time dari tingkat grassroots. Data ini kemudian menjadi acuan utama dalam penyaluran program intervensi gizi dan pengawasan kesehatan.

Vina Insyani

Vina Insyani

Jurnalis

Jurnalis yang berfokus untuk memantau tren viral di sekitar kalian serta mengulik isu yang ramai dibahas di ruang digital.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article