
Uzone.id — Kenaikan Bahan
Bakar Minyak di Indonesia khususnya untuk BBM berjenis Pertamax menyebabkan
kegaduhan di tengah masyarakat Indonesia. Dampak dari kenaikan ini pun disebut
bisa merembet ke sektor lainnya.
Melihat adanya kenaikan harga BBM yang cukup signifikan,
Grab Indonesia selaku salah satu penyedia layanan ride-hailing mengatakan
bahwa saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan terkait kondisi ini.
“Grab Indonesia terus memantau secara saksama dinamika penyesuaian harga BBM yang terjadi saat ini. Kami memahami bahwa perubahan harga BBM ini berdampak langsung pada peningkatan biaya operasional harian para Mitra Pengemudi di lapangan,” kata Tyas Widyastuti, Director of Mobility, Food, and Logistics, Grab Indonesia kepada Uzone.id, dikutip Sabtu, (13/06).
Saat ini, Grab juga menyatakan pihaknya terus melakukan
evaluasi secara berkala dan menyeluruh dalam menghadapi perkembangan kondisi
tersebut.
“Dengan mempertimbangkan berbagai aspek serta situasi riil
di lapangan. Setiap langkah operasional maupun kebijakan yang akan diambil ke
depan dipastikan selalu mengacu pada ketentuan regulasi yang berlaku dari
pemerintah,” tambahnya.
Perusahaan juga akan melakukan koordinasi yang erat dengan
para pemangku kepentingan terkait, demi menjaga keberlanjutan ekosistem.
Selain itu, Grab juga akan berfokus untuk terus memastikan adanya keseimbangan yang sehat antara keberlanjutan pendapatan Mitra, keterjangkauan layanan bagi pengguna, serta stabilitas operasional platform.
Sebelumnya, pemerintah telah resmi menaikkan harga BBM untuk
jenis Pertamax 92 dan Pertamax Green 95.
Pertamax 92 mendapatkan penyesuaian hampir Rp4000, dari
semula Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara kenaikan paling
besar terjadi pada Pertamax Green 95, mencapai Rp4.100, dari sebelumnya
Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Sementara harga produk BBM non-subsidi lainnya tetap stabil,
Pertamax Turbo dengan RON 98 tetap dipasarkan seharga Rp20.750 per liter.
Begitu pula dengan kategori Dex Series, di mana Dexlite (CN 51) tetap dijual
Rp23.000 per liter dan Pertamina Dex (CN 53) tidak mengalami perubahan harga,
yakni tetap Rp24.800 per liter.