Home
/
Telco

Telin Siap Keluar Zona Nyaman, Incar Kabel Laut Afrika-Amerika Latin

Telin memperluas kabel bawah laut ke rute global baru demi memperkuat konektivitas Indonesia, didukung ICE Cable dan perhitungan ROI cermat.

Telin Siap Keluar Zona Nyaman, Incar Kabel Laut Afrika-Amerika Latin

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Telin memperluas jaringan kabel bawah laut secara masif di luar rute tradisionalnya untuk menangkap peluang pasar global.
  • Ekspansi mencakup koridor baru seperti Timur Tengah, Afrika, Eropa ke Amerika, dan Amerika ke Amerika Latin.
  • Program Indonesia Cable Express (ICE Cable) akan menjadi landasan ekspansi dengan 14 proyek kabel laut global.
  • Setiap investasi dan ekspansi dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, mempertimbangkan kelayakan ekonomi dan Return on Investment (ROI).

Nusa Dua, Bali, Uzone.id — PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) mengaku saat ini sedang membuka diri melakukan ekspansi infrastruktur kabel bawah laut secara masif di luar koridor tradisionalnya.

Langkah strategis ini diambil guna menangkap peluang pasar global yang terus tumbuh sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai konektivitas internasional.

Selama ini, anak usaha Telkom Indonesia tersebut menumpukan fokus bisnis kabel lautnya di tiga rute utama: Inter-Asia, Asia ke Amerika, serta Asia ke Eropa.

Namun, seiring tingginya kebutuhan kapasitas data global, Telin mulai melirik koridor-koridor baru yang belum tersentuh secara masif, mulai dari Timur Tengah, Afrika, Eropa ke Amerika, hingga jaringan yang menghubungkan Amerika ke Amerika Latin.

Rencana pembukaan rute baru ini disampaikan di sela gelaran BATIC 2026. Acara tahunan ini menjadi ruang penjajakan bagi Telin untuk berkolaborasi dengan para pemain telekomunikasi dunia dari berbagai kawasan berkembang.

"Selama ini bisnis Telin di kabel laut fokus di tiga koridor utama: Inter-Asia, Asia ke Amerika, dan Asia ke Eropa. Kita sedang eksplorasi juga, beberapa waktu lalu Telin ekspansi ke Timur Tengah sudah mulai buka kantor dan sebagainya. Itu adalah bagian dari inisiasi kita," ujar Direktur Wholesale & International Service Telkom Indonesia, Budi Satria Dharma Purba, saat dijumpai beberapa awak media di The Westin Nusa Dua, Bali, Selasa (25/8).

Ia menambahkan, setelah membuka jaringan kantor perwakilan, langkah logis berikutnya adalah mulai mengkaji investasi dari sisi infrastruktur fisiknya.

"Kita melihat apakah harus mulai investasi dari sisi infrastrukturnya. Salah satu koridor yang dijajaki misalkan Timur Tengah ke Afrika, Eropa ke Amerika, hingga Amerika ke Amerika Latin. Kita ingin tentu melihat peluang bisnis di tempat lain di luar dari zona nyamannya Telin saat ini,” kata Budi.

Ia melanjutkan, “kita ingin eksplorasi dengan prudent tapi juga harus cepat melihat peluang.”

ICE Cable dan strategi penambahan koridor


Sebagai landasan ekspansi jangka panjang, Telin mengandalkan program strategis bernama Indonesia Cable Express (ICE Cable).

Mega proyek ini terdiri dari 14 Submarine Cable Project yang dirancang untuk menghubungkan Indonesia ke wilayah Asia lainnya, Eropa, Timur Tengah, Amerika, hingga Australia.

Namun, eksekusi kabel ICE dilakukan bertahap (per staging) berdasar kajian koridor yang paling prioritas untuk diamankan.

Penambahan jalur kabel dinilai krusial agar kebutuhan ekosistem jaringan digital Telin dapat terbentuk utuh.

"Satu koridor itu tidak bisa cuma 1-2 kabel. Saat ini kita ke Pasifik sudah punya 3, berarti harus kita tambah 1 lagi karena memang secara pemenuhan layanan agar kebutuhan ekosistemnya terbentuk. Kita lakukan per staging dengan melihat kajian yang ada," ungkap Direktur Utama Telin, Abdul Rahman Ansyori pada kesempatan yang sama.

Di sisi lain, setiap langkah ekspansi rute dan investasi ICE Cable tetap tunduk pada perhitungan kehati-hatian. Aspek kelayakan ekonomi serta Return on Investment (ROI) menjadi patokan utama sebelum sebuah rute fisik mulai dibangun.

Prinsip tersebut ditegaskan agar ekspansi agresif di jalur internasional tidak menimbulkan risiko finansial, melainkan memberi imbal hasil positif yang nyata.

“Investasi yang kita lakukan sebagai salah satu entitas negara itu juga harus memberikan ROI yang bagus. Kami tidak se-fleksibel yang lain untuk menginvestasi banyak hal, tapi kami harus menghitung sedemikian rupiah agar setiap investasi bisa kembali," tuturnya lagi.

Ia optimistis proyek pengembangan jaringan laut ini akan terus berjalan beriringan dengan prinsip transparansi dan efisiensi.

"Rencana investasi akan jalan terus sesuai arahan grup, tetapi akan kami lakukan dengan sangat prudent dan hati-hati agar memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan selalu kembali ke negara," pungkas Abdul.

FAQ Artikel

Apa fokus utama ekspansi Telin saat ini?

Telin fokus melakukan ekspansi infrastruktur kabel bawah laut secara masif di luar koridor tradisionalnya untuk menangkap peluang pasar global dan memperkuat posisi Indonesia dalam konektivitas internasional.

Koridor baru mana saja yang sedang dilirik Telin?

Telin melirik koridor baru yang belum tersentuh secara masif, meliputi Timur Tengah, Afrika, Eropa ke Amerika, hingga jaringan yang menghubungkan Amerika ke Amerika Latin.

Apa itu program Indonesia Cable Express (ICE Cable)?

ICE Cable adalah program strategis Telin yang terdiri dari 14 Submarine Cable Project, dirancang untuk menghubungkan Indonesia ke wilayah Asia, Eropa, Timur Tengah, Amerika, hingga Australia.

Bagaimana Telin memastikan keberhasilan investasinya dalam ekspansi ini?

Telin melakukan setiap langkah ekspansi dengan kehati-hatian, tunduk pada perhitungan kelayakan ekonomi serta Return on Investment (ROI) sebagai patokan utama sebelum sebuah rute fisik dibangun.

Hani Nur Fajrina

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article