icon-category Telco

Telkom Fokus Kembangkan Teknologi AI, Bidik Peluang Bisnis Baru

Bagikan :

Uzone.id - Teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI telah banyak dimanfaatkan dalam industri, tak terkecuali oleh Telkom Indonesia. Direktur Digital Business Telkom Indonesia, Muhammad Fajrin Rasyid mengatakan, perusahaan telah berinvestasi cukup besar untuk mengembangkan AI demi memperkuat bisnisnya ke depan.

“AI adalah salah satu platform yang kami kembangkan beberapa tahun terakhir dan akan kami terus kembangkan, karena potensi market baik global dan indonesia masih sangat besar,” katanya, dalam Tech & Telco Summit 2024.

Ia mengatakan, Telkom telah menerapkan AI untuk meningkatkan experience para pelanggannya. Semisal seperti salah satu anak usahanya yakni Telkomsel yang mengimplementasi kecerdasan buatan pada aplikasi MyTelkomsel.

“Kami sudah menerapkan AI dalam MyTelkomsel, sehingga pelanggan bisa mengalami pengalaman lebih baik melalui fitur chatbot di sana,” jelas Fajrin.

alt-img
Direktur Digital Business Telkom Indonesia, Muhammad Fajrin Rasyid saat berbicara di Tech & Telco Summit 2024. (Foto: Instagram/@fajrinrasyid)

Telkom juga menawarkan bisnis big data solution berbasis AI melalui salah satu lini usahanya bernama BigBox.

BigBox merupakan platform end-to-end data management dan analytics yang telah diadopsi secara cepat oleh berbagai industri, termasuk bank, pengecer, perawatan kesehatan, energi, pendidikan, sampai tata kelola.

“Kami punya produk, salah satunya BigBox yang menjadi big data solution berbasis AI,” terangnya.

Fajrin menegaskan, ke depannya Telkom Indonesia akan terus mencari peluang baru dengan memanfaatkan teknologi khususnya AI yang semakin berkembang, terutama bagi industri vertikal ke atas yang memiliki lebih banyak peluang bisnis baru.

“Kalau selama ini Telkom dikenal di infrastruktur dan konektivitas, semua sangat familiar dengan Telkomsel atau IndiHome. Ke depan, kami tidak akan meninggalkan bisnis ini. Kami akan memperkuat Telkomsel sebagai contoh sudah ada 5G dan IndiHome kita perbanyak lagi, dan seterusnya,” jelas Fajrin.

“Kami merasa telco industry ke depan tidak hanya berhenti di sana. Sehingga kami mencari peluang bisnis baru ke depannya. Dimulai dari digital platform, tidak hanya AI, tapi juga IoT, cloud, payment system, dan sebagainya, yang kami sebut sebagai digital platform. Kemudian aplikasi dimana kami cukup banyak buat aplikasi atau sistem informasi bagi pelanggan, B2B, maupun government yang jadi fokus kami ke depan,” pungkasnya.

Biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, ikuti kami di channel Google News dan Whatsapp berikut ini.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini