home ×
Digilife

Tips dan Tren UI/UX di Masa Pandemi

23 February 2021 By
Tips dan Tren UI/UX di Masa Pandemi
Share
Share
Share
Share

Ilustrasi (Foto: Dok Tokopedia)

Uzone.id - Perubahan aktivitas pada masa pandemi COVID-19, dari yang awalnya bersifat offline hingga menjadi serba online memberikan banyak perubahan termasuk melonjaknya pengguna di berbagai platform digital.

Tokopedia menjadi salah satu platform yang mengalami lonjakan pengguna selama masa pandemi ini. Banyak orang yang beralih dari toko offline menuju toko online untuk memenuhi kebutuhannya. Begitupun dengan para pegiat usaha, dari yang sebelumnya hanya mengandalkan kanal luring, kini tidak sedikit yang memutuskan untuk bertransformasi ke platform digital untuk menjalankan usaha.

Data internal menyebutkan, penjual terdaftar di Tokopedia mencapai lebih dari 10 juta per Januari 2021, meningkat sebanyak lebih dari 2,8 juta sejak Januari 2020. Begitupun dengan jumlah pembeli yang kenaikannya mencapai lebih dari 10 juta pengguna.

Baca juga: Riset: Tokopedia, e-Commerce Favorit

Perubahan serta peningkatan ini juga mengharuskan para praktisi User Experience (UX) memutar otak untuk menyesuaikan platform yang ditampilkan sesuai dengan kebutuhan para penggunanya. 

“Lonjakan ini tentunya berdampak terhadap peningkatan pencarian secara online selama pandemi dan memunculkan tren mereplikasi offline experience ke online experience dengan beberapa pendekatan, seperti dengan memangkas journey agar pengalaman pengguna  terasa lebih cepat dan nyata,” ujar Ananda Nadya, Senior UX Researcher Tokopedia, kepada Uzone.id.

Tips 

“Bagi para desainer UI/UX, hal yang harus diperhatikan adalah memberikan kemudahan penggunaan aplikasi dan bagaimana aplikasi itu dapat menjadi jawaban atas permasalahan pengguna,” tambah Ananda.

Tak hanya memberikan kemudahan pada pengguna, tone warna juga menjadi salah satu yang patut diperhatikan. 

Tone warna pun menjadi hal penting bagi penentu identitas suatu produk agar menjadi pembeda dengan kompetitor. Namun, kami melihat tidak ada perubahan tren terkait perubahan tone warna dalam sebuah aplikasi selama pandemi ini,” ungkap Dicki Dahrurozak, selaku Senior UX Designer Tokopedia , di kesempatan yang sama.

Dicki juga memberikan tips, agar Interface dapat membuat betah penggunanya, perlu ditanamkan  bahwa tujuan membuat UI ataupun UX adalah untuk menyelesaikan masalah. 

“Maka dari itu, prioritas kita harus pada solusi desain yang dapat menjawab masalah paling besar dan krusial. Dengan demikian, manfaat besar yang dirasakan oleh pengguna dapat menciptakan rasa nyaman saat menggunakan aplikasi kita. Hal ini, pada akhirnya, akan berdampak pada loyalitas pengguna terhadap brand,” tambahnya.

Baca juga: Kisah Penuh Ujian di Balik Pujian untuk Aplikasi Tokopedia

Seorang desainer juga perlu memiliki skill untuk berpikir kritis dan sistematis. “Desain yang baik lebih banyak terlahir karena berorientasi pada solusi akan suatu permasalahan dengan cara yang sistematis dan runut,” tambah Dicki.

Tren

Sementara itu Ananda Nadya menyebutkan ada empat bidang UX yang kini sedang booming dan populer pada masa pandemi COVID-19.

1. Digital Health 

Pada masa pandemi ini, semua orang ingin tetap sehat  dengan tidak terpapar virus COVID-19 sehingga trend UX digital health kini sedang naik daun. Penggunanya pun meningkat kian pesat.

Ananda menjelaskan jika pengguna cenderung menggunakan aplikasi-aplikasi yang berkaitan dengan digital health, baik itu konsultasi dokter hingga aplikasi untuk berat badan dan detak jantung. Ia juga menambahkan jika fitur touchless interaction memungkinkan orang untuk melakukan sesuatu dalam dunia digital lewat suara.

Contohnya adalah Alexa, meski belum begitu populer, tapi karena orang-orang khawatir bila menyentuh sesuatu dapat terjadi penularan virus, maka ini adalah jalan keluar bagi para pengguna.

“Kita tak tahu yang kita sentuh itu benar-benar bersih atau tidak, sehingga orang-orang kini beralih ke touchless interaction.” Ananda menambahkan.

2. VR dan AR

VR (Foto: Unsplah)

Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) bertujuan untuk merangsang persepsi dan indera user, menjadi pilihan untuk menghilangkan kebosanan para pengguna.

Karena banyak orang yang tidak bisa ke mana-mana, mereka kemudian melakukan tour online ke berbagai tempat. “Melihat seolah-olah museum itu ada di depan mata, padahal museum itu sebenarnya ada jauh di sana dan mungkin keadaannya tidak seperti itu,” ujar Ananda.

3. Immersive Virtual Event

 

Immersive Virtual Event juga menjadi booming pada masa pandemi ini. Orang-orang berlomba-lomba menciptakan sarana hiburan baru, hal ini tentu menunjukkan jika teknologi dapat mendekatkan manusia dengan apa yang ingin diraihnya.

Penghargaan yang biasanya digelar secara offline dengan menampilkan musik dan lainnya pun kini harus digelar secara online karena kondisi yang tak memungkinkan.

 

“Meski awalnya mungkin belum terbiasa, orang-orang sekarang jadinya sudah terbiasa dengan kondisi ini. “Oh ini The New Entertainment’ gitu, dan akhirnya orang-orang akan beradaptasi dengan hal ini,” papar Ananda.

Anandya menambahkan, “Di Tokopedia misalnya, kami menggelar beragam acara-acara yang biasanya dilaksanakan offline menjadi online di platform kami seperti bazar buku terbesar di dunia, Big Bad Wolf, pameran produk fesyen lokal Jakcloth dan Jakarta Sneakers Day serta masih banyak lagi.” 

4. Advance Personalized 

 

Ada juga Advance Personalized yang kini sedang naik daun. Saat ini orang-orang bergantung dengan tools personalisasi di mana algoritma kini menjadi sesuatu yang sangat menarik untuk dikembangkan, terlebih karena orang-orang menjadi enggan untuk memilih sesuatu secara manual.

Contohnya, pada saat menonton Netflix, terkadang orang merasa konten autoplay yang muncul kurang menyenangkan, lalu karena tayangan tersebut diputar secara terus menerus, orang-orang bisa saja berubah pikiran karena terbiasa dan lanjut menontonnya karena serupa dengan apa yang mereka sukai.

Jika ini terus menerus muncul, maka algoritma akan menyesuaikan pada kebutuhan para pengguna. Hal ini tentunya akan membuat para pengguna menjadi senang karena tak perlu mencari tontonan secara manual, karena nantinya akan muncul rekomendasi serupa yang sesuai dengan apa yang telah mereka tonton sebelumnya.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id