icon-category Startup

Tokopedia Angkat Bicara Soal Free Ongkir yang Mau Dihapus

  • 09 Aug 2022 WIB
  • Bagikan :

    Uzone.id - Penyataan Sekjen ASPERINDO (Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia), Trian Yuserma, mengenai keinginan untuk menghapus istilah gratis ongkir di e-commerce membuat masyarakat ketar-ketir.

    Pasalnya, promo gratis ongkir ini jadi salah satu benefit yang paling banyak disukai masyarakat ketika belanja online. Nah, terkait hal ini, bagaimana tanggapan dari Tokopedia sebagai salah satu e-commerce yang paling banyak diminati di Indonesia?

    Dihubungi Uzone.id, Ekhel Chandra Wijaya, Head of External Communications mengatakan bahwa pihaknya masih mempelajari dan bekerja sama dengan iDEA (Asosiasi E-Commerce Indonesia) mengenai hal ini. 

    Baca juga: Tren PHK Masih Berlanjut, Karyawan Snapchat Ketar-ketir

    Terlepas dari itu, Tokopedia sendiri menjadi salah satu e-commerce yang rajin menghadirkan promo gratis ongkos kirim bagi pengggunanya.

    “Tokopedia terus berupaya mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhan secara aman, terpercaya, dan lebih efisien, salah satunya dengan menghadirkan fitur bebas ongkir. Informasi lebih lanjut mengenai mekanisme bebas ongkir bisa diakses melalui Pusat Edukasi Seller,” kata Ekhel dalam keterangannya kepada Uzone.id.

    Dalam website ini, dijelaskan beberapa ketentuan mengenai promo ‘Bebas Ongkir’ yang dihadirkan Tokopedia. Mulai dari subsidi Bebas Ongkir yang ditanggung Tokopedia, biaya layanan berdasarkan jenis keanggotaan Seller, hingga perhitungan biaya Bebas Ongkir untuk keanggotaan Seller Tokopedia mulai 6 Juni 2022.

    Baca juga: Perlukah Was-was Hadapi 'Tech Winter'?

    Sementara itu, mengenai ongkos kirim dan sistem pengiriman produk yang disediakan Tokopedia, Ekhel menjelaskan bahwa Tokopedia memiliki layanan sendiri bernama ‘Dilayani Tokopedia’.

    Layanan 'Dilayani Tokopedia' ini mengoptimalkan jaringan gudang pintar di berbagai wilayah di Indonesia, serta teknologi geo-tagging.

    “Penjual di seluruh penjuru Indonesia bisa menitipkan produk di gudang-gudang pintar di wilayah dengan permintaan tinggi sehingga pembeli bisa mendapatkan produk dengan lebih cepat dan ongkos kirim yang lebih terjangkau,” tutup Ekhel.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini