
Uzone.id — Cloudflare mengungkap bahwa hampir 60 persen dari trafik internet di seluruh dunia saat ini dikuasai oleh bot dan juga agen AI. Angka ini melampaui aktivitas internet yang dilakukan oleh manusia saat ini.
Pada Rabu lalu, (03/06), Cloudflare bahkan menyebutkan bahwa sekitar 57,4 persen lalu lintas internet berasal dari bot, yang mencakup search crawler dari perusahaan seperti Google dan bot kecerdasan buatan (AI) dari perusahaan AI lainnya.Sementara sekitar 42,5 persen lalu lintas internet berasal dari pengguna manusia. Laporan dari Cloudflare juga merinci lalu lintas internet negara-negara mana saja yang paling banyak dikuasai oleh bot.
Jumlah trafik bot ini cukup naik turun selama satu tahun terakhir ini. Selama satu tahun terakhir, Turkmenistan menjadi negara dengan aktivitas trafik internet karena bot dan agen AI paling banyak sedunia, yaitu 89,9 persen.
Disusul oleh Iran sebanyak 83,4 persen, lalu Singapura berada di posisi kedua dengan 73,9 persen trafik dikuasai oleh bot. Disusul Irlandia sebanyak 72 persen dan Belanda sebanyak 61,2 persen.
Sementara itu, selama satu pekan terakhir, Pulau Gibraltar menempati peringkat pertama dalam hal lalu lintas bot dengan angka yang sangat tinggi, yaitu 92,1 persen. Ini artinya, hanya 7,9 persen trafik internet disana disebabkan oleh aktivitas manusia.
Singapura konsisten masuk dalam list ini dan berada di peringkat kedua dimana trafik internet karena bot dan agen AI mencapai 76,3 persen, disusul oleh Iran dengan 76,2 persen, kemudian ada juga Irlandia dengan 72,8 persen, dan Belanda dengan 68,8 persen.
Indonesia sendiri tidak masuk dalam list ini, dan untungnya trafik internet di Indonesia masih didominasi oleh manusia.
Selama satu tahun terakhir, aktivitas masyarakat Indonesia di internet mencapai 57,9 persen, beda sedikit dibandingkan dengan bot dan agen AI yang hanya 42,1 persen.
Peningkatan jumlah bot dan agen AI ini berada dalam rute yang sangat pesat, bahkan CEO Cloudflare, Matthew Prince menyebut kalau dominasi ini terjadi terlalu cepat dari prediksi mereka.
“Wah, ini terjadi lebih cepat dari yang saya perkirakan,” katanya.
Awalnya, ia memprediksi kalau peristiwa ini akan terjadi setidaknya satu tahun ke depan, atau di akhir tahun 2027. Tapi, baru juga pertengahan 2026, gap trafik internet antara manusia dan bot AI ini malah semakin tinggi, mencapai 10 persen.
“Awalnya prediksi kami, hal ini akan terjadi pada akhir 2027, lalu pada awal 2027, tetapi lalu lintas yang dihasilkan bot ini tumbuh begitu pesat sampai-sampai sekarang bot sudah melampaui jumlah lalu lintas manusia di internet untuk pertama kalinya dalam sejarah,” katanya dikutip dari akun X miliknya, Senin, (08/06).