Tren Edit Foto 80-an Pakai AI Bisa Bikin Krisis Air? Simak Faktanya
Tren edit foto AI 80-an yang viral ternyata menyembunyikan fakta kelam bahwa operasionalnya boros listrik dan air, berdampak serius pada lingkungan bumi.

Highlight Artikel
- Tren edit foto AI 80-an yang viral di Instagram ternyata memiliki dampak lingkungan serius.
- Operasional AI membutuhkan daya listrik dan air dalam jumlah sangat besar untuk data center, diproyeksikan setara kebutuhan air 1,3 miliar orang hingga 2030.
- Menghasilkan satu gambar AI memerlukan sekitar 2 sendok makan air dan 1,2 Wh listrik, yang secara kumulatif memicu konsumsi sumber daya dan emisi karbon signifikan.
- Konsumsi listrik pusat data global diperkirakan mencapai 945 TWh pada 2030, membutuhkan penanaman miliaran pohon untuk mengimbangi jejak karbonnya.
Uzone.id — Tren mengedit foto
dengan nuansa 80-an menggunakan AI sudah diikuti lebih dari 5 juta kali
postingan di Instagram. Dibalik tren viral yang bikin orang-orang nostalgia
ini, ternyata ada fakta kelam yang berdampak ke Planet Bumi yang sedang kita
tinggali.
Jumlah tersebut setara dengan kebutuhan air domestik dasar
seluruh penduduk Afrika Sub Sahara selama satu tahun penuh.
Gak cuma menghabiskan air dalam jumlah besar, konsumsi
listrik data center AI secara global juga diperkirakan mencapai 945
terawatt-jam (TWh) pada 2030 mendatang.
Angka ini hampir 2 kali lipatnya penggunaan listrik warga
Jepang dan 3 kali lipat lebih besar dari total penggunaan listrik tahunan di 3
negara, yaitu Bangladesh, Pakistan dan juga Nigeria.
Nah, konsumsi air dan daya listrik ini digunakan untuk
menjalankan ribuan komputer di data center untuk memproses data, melatih model
hingga merespon prompt dari pengguna di berbagai platform AI seperti
ChatGPT hingga Gemini AI.
Setiap prompt juga menghabiskan air dan listrik secara
berbeda, bahkan sekadar mengucapkan ‘Halo’ atau ‘Selamat pagi’ pun bisa
menghabiskan daya listrik dan air yang cukup tinggi (jika dilakukan
terus-terusan oleh warga dunia).
Makanya, Sam Altman sempat meminta penggunanya agar jangan
terlalu sopan dan to the point sajaketika mengobrol dengan AI
karena hal ini bisa bikin boros air dan listrik di pusat data.
Dampak Tren Edit Foto AI 80-an
Kembali lagi ke pembahasan awal, kenapa tren edit foto AI
dengan tahun 80-an bikin dampak besar bagi Bumi?
Pasalnya, penggunaan air dan listrik untuk memproses data berupa gambar di pusat data AI bisa dibilang lebih besar dibandingkan hanya menjawab pertanyaan teks.
Dalam laporan yang sama, penggunaan air untuk men-generate 1
gambar di platform AI menghabiskan sekitar dua sendok makan (29 mL) air. Jika
5,5 juta orang sudah mencoba tren ini, maka diasumsikan air yang digunakan
mencapai 159.500 Liter atau setara 8.395 galon air isi ulang.
Angka ini baru berdasarkan jumlah gambar yang diposting
melalui tren ‘Add Yours’ di Instagram saja dan belum termasuk gambar-gambar
yang tidak diposting oleh pengguna lainnya.
Angka ini juga belum termasuk jumlah air yang dihabiskan untuk memberikan perintah/prompt dalam bentuk teks, begitupun dengan gambar beresolusi tinggi dan revisi-revisi foto agar menghasilkan foto yang Instagram-able.
Selain menghabiskan air saja, tren edit foto dengan nuansa
80-an juga menyebabkan penggunaan energi listrik dan emisi karbon pun otomatis
ikut meningkat.
Berdasarkan keterangan dari CTO AiEnsured, Dr. Srinivas
Padmanabhuni, penggunaan listrik untuk satu gambar AI mencapai sekitar 1,2 Wh,
setara dengan menyalakan lampu LED hemat daya (10 Watt) selama kurang lebih 17
menit, atau mengisi daya baterai smartphone sekitar 10–15 persen.
Jika dijumlahkan dengan 5,5 juta foto tren 80-an yang
dihasilkan oleh tren ‘Add Yours’ di Instagram, maka listrik yang digunakan
mencapai 6.600 kWh atau setara dengan penggunaan listrik untuk 1 rumah dengan
daya 2.200 Va selama 2 sampai 3 tahun.
Jumlah tersebut juga setara dengan mengisi daya penuh
smartphone standar (~12 Wh) sebanyak 550 ribu kali dan menyalakan lampu LED 10
Watt secara terus-menerus selama 75 tahun.
Jejak Karbon karena AI
Ini baru dari satu tren saja, UNU INWEH melaporkan kalau
penggunaan listrik untuk pusat data global diperkirakan mencapai 448 TWh pada
tahun 2025, dan berpotensi meningkat menjadi 945 TWh pada tahun 2030.
Dengan penggunaan listrik yang sebesar ini, Bumi membutuhkan
sekitar 6,7 miliar pohon yang ditanam selama 10 tahun untuk mengimbangi jejak
karbon yang ditimbulkan dari konsumsi listrik pusat data pada tahun 2030
tersebut, setara dengan dua kali lipat perkiraan jumlah pohon di Inggris.
Terlepas dari tren edit foto 80-an, penggunaan AI untuk
berbagai kebutuhan sehari-hari memang terus meningkat. Di ChatGPT saja,
perusahaan mencatat ada sekitar 2,5 miliar prompt per hari yang diproses oleh
mereka, jumlah ini setara dengan sekitar 383 GWh.
Melihat dampak yang dihasilkan oleh AI ini, dari yang
awalnya ikut tren viral dengan tujuan untuk seru-seruan, eh malah ikut
memberikan dampak yang cukup besar untuk keberlangsungan planet ini.
FAQ Artikel
Apa dampak lingkungan dari operasional AI?
Operasional AI membutuhkan daya listrik dan air dalam jumlah besar untuk menjalankan pusat data, yang berujung pada konsumsi sumber daya dan emisi karbon yang signifikan. Konsumsi airnya diprediksi setara kebutuhan 1,3 miliar orang hingga 2030.
Berapa banyak air yang dibutuhkan AI?
Menurut UNU-INWEH, konsumsi air untuk mendukung operasional AI bisa setara dengan kebutuhan air untuk 1,3 miliar orang hingga tahun 2030. Bahkan, men-generate 1 gambar di platform AI saja membutuhkan sekitar dua sendok makan (29 mL) air.
Seberapa besar konsumsi listrik data center AI?
Konsumsi listrik data center AI secara global diperkirakan mencapai 945 terawatt-jam (TWh) pada 2030 mendatang, yang hampir 2 kali lipat penggunaan listrik warga Jepang.
Mengapa Sam Altman menyarankan untuk tidak terlalu sopan saat mengobrol dengan AI?
Sam Altman menyarankan untuk to the point saat berinteraksi dengan AI karena setiap prompt, bahkan sekadar ucapan 'Halo', membutuhkan daya listrik dan air. Berinteraksi terlalu sopan bisa menyebabkan pemborosan sumber daya di pusat data AI.
Apa dampak tren edit foto AI 80-an terhadap lingkungan?
Tren ini menyebabkan penggunaan air dan listrik yang besar karena pemrosesan data gambar lebih intensif. Dengan 5,5 juta postingan, tren ini menghabiskan sekitar 159.500 Liter air dan 6.600 kWh listrik, yang setara dengan penggunaan listrik satu rumah selama 2-3 tahun.
Vina Insyani
Jurnalis

