icon-category Digilife

Update PSE: Kominfo Belum Dapat Respon dari Yahoo, PayPal, Epic Games Dkk

  • 02 Aug 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi foto: Yogas Design @yogasdesign/Unsplash

    Uzone.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali memberikan perkembangan terbaru soal 7 aplikasi yang dicabut aksesnya karena tidak melakukan pendaftaran ulang Penyelenggara Sistem Elektronik atau PSE Lingkup Privat.

    Terhitung hingga pukul 11 siang WIB, Senin (1/8), ada 9.106 sistem elektronik yang telah terdaftar. Jumlah sistem elektronik ini didaftarkan oleh 5.419 PSE.

    Sementara itu, PayPal yang sebelumnya dibuka kembali aksesnya untuk sementara hingga 5 Agustus 2022, belum memberikan respon terhadap pihak Kominfo.

    “Di saat yang bersamaan kami terus berusaha untuk berkomunikasi dengan pengelola Paypal, karena sampai saat ini meskipun sudah dicoba untuk berkomunikasi dengan berbagai macam cara/jalur, Paypal sama sekali belum merespon,” ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika), Semuel Abrijani Pangerapan.

    Baca juga: Pemblokiran PSE Asing untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia

    Selain PayPal, Yahoo, Origin.com dan Epic Games juga belum memberikan respon kepada Kominfo. Keempat layanan ini memiliki basis perusahaan di Amerika Serikat, oleh karena itu Kominfo meminta bantuan kepada kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.

    Kementerian Kominfo pun telah menghubungi kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta untuk membantu komunikasi dengan keempat layanan PSE tersebut agar dapat merespon pesan dari Kominfo.

    “Kami juga memohon bantuan kedutaan besar Amerika Serikat untuk berkomunikasi dengan PSE tersebut mengingat upaya komunikasi yang dilakukan oleh Kominfo selama ini dengan berbagai macam cara tidak mendapatkan tanggapan sama sekali,” tutup Semuel. 

    Sementara itu, komunikasi dengan Steam, Dota dan CS Go sampai hari ini juga terus dilakukan. Para PSE tersebut telah merespon email dari Kementerian Kominfo meskipun belum mengisi formulir pendaftaran seperti yang diminta sebagai prasyarat normalisasi.

    Baca juga: Curhatan Developer Game Lokal yang Terimbas Aturan Blokir Kominfo

    Kominfo pun meminta bantuan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta untuk mendorong 3 layanan ini supaya mereka segera merespon permintaan dari Kominfo.

    “Kami optimis ketiga game ini kooperatif dan segera memenuhi kewajiban, sehingga bisa segera dibuka kembali”, tambahnya. 

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini