
Uzone.id — Grab kembali mengembangkan inovasi mereka dengan mencoba pengiriman pesanan tanpa mitra driver. Yap, uji coba ini resmi dilakukan Grab di Singapura dengan mencoba pengiriman drone selama tiga bulan di kawasan Tanjong Rhu, Singapura.
Dalam keterangan resminya, Selasa, (06/01), Grab menggandeng divisi Unmanned Air Systems (UAS) dari pengembang drone ST Engineering dalam uji coba ini.Meski belum tentu diterapkan secara luas, Grab ingin melakukan eksplorasi terkait teknologi otonom di platform mereka serta melihat apakah kombinasi drone dengan mitra driver membuat kinerja mereka menjadi efisien atau tidak.
“Kami akan memulai dengan pengujian internal dan berencana meluncurkan uji coba terkontrol di Tanjong Rhu,” kata Grab dalam keterangannya.
Uji coba pengiriman menggunakan drone didorong oleh kondisi geografis yang memperlambat pengiriman dan mempengaruhi efisiensi mitra driver. Salah satu contohnya adalah di kawasan Tanjong Rhu yang mana Sungai Kallang memisahkan rumah masyarakat dari tempat-tempat makan.
“Rute yang lebih panjang berarti waktu tunggu yang lebih lama, serta pengiriman yang lebih rumit dan kurang efisien bagi mitra,” tambahnya.
Dengan adanya drone ini, Grab ingin memperbaiki permasalahan tersebut dan mengatasi pengiriman rute yang sulit, dan mengirimkan makanan ke pelanggan lebih cepat.
Belum dijelaskan secara detail bagaimana dan oleh siapa drone-drone ini akan dikendalikan.
Dalam uji coba ini, Grab ‘mempekerjakan’ sebanyak 28 drone pengiriman setiap harinya dari Selasa hingga Minggu. Waktu pengiriman diprediksi hanya memakan waktu 8 menit saja sehingga menghemat waktu pemesanan.
Pengiriman menggunakan drone akan libur jika kondisi cuaca sedang buruk dan hari-hari libur seperti Imlek, Jumat Agung dan Hari Raya.
Di sisi keselamatan, Grab merancang program uji coba ini dengan mempertimbangkan privasi dan tingkat kebisingan yang setara dengan percakapan normal sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Karena drone akan terbang sebagian besar di atas perairan terbuka, dampak kebisingan yang mungkin terjadi diperkirakan minimal, terutama untuk area yang terletak lebih jauh dari jalur penerbangan,” jelas Grab.
Mereka juga akan menghapus rekaman yang tersedia di drone sehingga kamera navigasi tidak menyimpan rekaman apa pun.
“Pendekatan ini memungkinkan kami dan mitra kami untuk mengeksplorasi aspek praktis dan teknis penggunaan drone dalam lingkungan sehari-hari,” tutur Grab.