Home
/
Automotive

Utang Produksi BYD di RI 92 Ribu Unit, Sudah Berapa Realisasinya?

Pabrik perakitan BYD di Subang resmi beroperasi, menunaikan komitmen investasi dan kewajiban produksi lokal 92.000 unit dalam dua tahun.

Utang Produksi BYD di RI 92 Ribu Unit, Sudah Berapa Realisasinya?

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Pabrik perakitan BYD di Subang telah resmi beroperasi, menandai komitmen investasi dan kompensasi atas impor kendaraan listrik utuh.
  • BYD menargetkan produksi lokal sebanyak 92.000 unit kendaraan listrik di Indonesia dalam waktu dua tahun ke depan.
  • Ketentuan perakitan lokal melarang perubahan pada komponen inti seperti motor listrik dan kapasitas baterai.
  • Hingga Agustus 2026, BYD telah memproduksi 24.877 unit kendaraan di Subang, menyisakan kewajiban produksi 67.123 unit.

Uzone.id - Pabrik perakitan BYD di Subang resmi beroperasi untuk memenuhi komitmen investasi di Indonesia.

Pengoperasian fasilitas manufaktur ini merupakan kompensasi atas impor kendaraan listrik utuh yang telah dilakukan sebelumnya melalui fasilitas insentif dari pemerintah.



Skema insentif yang berlaku hingga Desember 2025 mewajibkan para produsen merakit kendaraan secara lokal selaras dengan jumlah unit yang diimpor, disertai pembukaan bank garansi. 

Dari alokasi kuota impor sebanyak 100.000 unit, BYD merealisasikan impor sebesar 92.000 unit, yang kini menjadi target volume produksi lokal mereka.

Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyampaikan bahwa total impor yang dilakukan berada di bawah kuota maksimal. 

"Pada saat ini setelah kita kalkulasi total-total kita hanya impor sebanyak 92.000 dari total 100.000 kuota itu," jelas Luther beberapa waktu lalu.

Dalam proses perakitan dalam negeri, terdapat ketentuan ketat yang melarang perubahan pada dua komponen inti, yaitu motor listrik dan kapasitas baterai. 

BYD menargetkan penuntasan seluruh kewajiban perakitan tersebut dalam periode dua tahun ke depan seiring dengan pertumbuhan permintaan pasar.

"Saya rasa dua tahun ke depan, dari tahun ini, sudah dapat kita fulfill, kalau lihat sekarang trennya BYD cukup signifikan ya secara penjualan," ujar Luther.



Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), fasilitas produksi di Subang mulai beroperasi aktif sejak April 2026 dengan output awal 198 unit. 

Laju manufaktur mengalami peningkatan bertahap hingga menembus angka 9.736 unit pada Agustus 2026.

Dalam kurun waktu lima bulan operasional dari April hingga Agustus 2026, akumulasi kendaraan yang diproduksi telah mencapai 24.877 unit. 

Dengan demikian, BYD masih menyisakan kewajiban produksi lokal sebanyak 67.123 unit kendaraan listrik.

FAQ Artikel

Mengapa BYD membuka pabrik perakitan di Subang?

Pabrik perakitan BYD di Subang dibuka untuk memenuhi komitmen investasi di Indonesia dan sebagai kompensasi atas impor kendaraan listrik utuh yang telah dilakukan sebelumnya melalui fasilitas insentif dari pemerintah.

Berapa target volume produksi lokal BYD di Indonesia?

BYD menargetkan volume produksi lokal sebanyak 92.000 unit kendaraan, selaras dengan jumlah unit yang mereka impor dari kuota 100.000 unit.

Apa saja pembatasan dalam proses perakitan BYD di dalam negeri?

Dalam proses perakitan kendaraan di dalam negeri, terdapat ketentuan ketat yang melarang perubahan pada dua komponen inti, yaitu motor listrik dan kapasitas baterai.

Berapa banyak kendaraan yang sudah diproduksi BYD di Subang hingga saat ini?

Hingga Agustus 2026, akumulasi kendaraan yang diproduksi oleh BYD di Subang telah mencapai 24.877 unit sejak mulai beroperasi aktif pada April 2026.

Bagja Pratama

Bagja Pratama

Jurnalis

Menjadi jurnalis otomotif sejak tahun 2010 dan sudah mencoba ratusan jenis dan model mobil dan motor yang beredar di Indonesia.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article