Home
/
Digilife

WhatsApp Gak Lagi Bebas buat Anak di RI, Bisa Diawasi Orang Tua

WhatsApp memperkenalkan Parental Controls untuk remaja, fitur opsional bagi orang tua mengatur privasi, grup, dan Meta AI.

WhatsApp Gak Lagi Bebas buat Anak di RI, Bisa Diawasi Orang Tua

Bagikan :

Highlight Artikel

  • WhatsApp meluncurkan fitur Parental Controls untuk remaja di bawah usia 13 tahun, memungkinkan orang tua mengatur pengalaman anak di aplikasi.
  • Fitur ini mencakup kontrol atas privasi (foto profil, undangan grup), Status, Saluran, dan pengalaman penggunaan Meta AI anak.
  • Orang tua akan menerima notifikasi aktivitas grup anak, dan perubahan pengaturan privasi oleh anak memerlukan persetujuan PIN orang tua.
  • Meskipun ada kontrol, pesan dan panggilan pribadi anak tetap dilindungi enkripsi end-to-end, sehingga orang tua tidak dapat membacanya.

Uzone.id — WhatsApp tidak lagi bebas digunakan oleh pengguna di bawah usia 13 tahun. Dirilis pada Kamis, (01/10), WhatsApp resmi menambah fitur baru yang memungkinkan orang tua ikut mengatur pengalaman anak remaja mereka ketika menggunakan aplikasi.

Fitur tersebut bernama Parental Controls atau kendali orang tua dan bertujuan untuk mengatur privasi, grup, Status, Saluran, hingga penggunaan Meta AI oleh pengguna anak-anak.

Kehadiran fitur tersebut ditujukan untuk memberikan kontrol lebih kepada orang tua tanpa harus mengawasi seluruh aktivitas anak di WhatsApp.

“Hari ini, kami memperkenalkan kendali orang tua untuk remaja - satu set fitur opsional yang fleksibel yang bisa disiapkan orang tua dan remaja bersama-sama untuk membantu keluarga memilih pengalaman WhatsApp yang tepat bagi mereka,” kata WhatsApp dalam keterangan resminya.

Fitur Parental Controls sendiri bersifat opsional dan dirancang agar bisa disiapkan oleh orang tua untuk anak remaja mereka. Orang tua nantinya dapat menentukan sejumlah pengaturan yang dianggap sesuai dengan kebutuhan anak mereka.

Salah satunya adalah pengaturan privasi. Di pengaturan ini, orang tua bisa menentukan siapa yang dapat melihat foto profil anak remaja mereka hingga siapa saja yang diperbolehkan menambahkan mereka ke dalam grup WhatsApp.




Untuk menghindari tindakan anak di luar kendali orang tua, anak remaja diatur agar tidak bisa begitu saja mengubah pengaturan tersebut. Apabila ingin melakukan perubahan, mereka harus membutuhkan persetujuan orang tua melalui PIN yang sebelumnya telah diatur.

Kontrol yang diberikan tidak hanya soal pengaturan privasi. WhatsApp juga memberikan notifikasi kepada orang tua terkait aktivitas grup anak remaja mereka melalui notifikasi di perangkat mereka.

Orang tua akan mendapatkan pemberitahuan ketika anak bergabung atau keluar dari sebuah grup. Notifikasi juga diberikan apabila jumlah anggota dari grup yang diikuti anak bertambah secara signifikan.

Selain grup, orang tua juga bisa mengatur fitur Saluran atau Channels dan Status. Orang tua bisa menentukan bagaimana anak remaja mereka menggunakan Saluran, memilih pembaruan Status siapa saja yang bisa dilihat anak, serta mengatur siapa yang dapat melihat Status yang dibuat oleh anak tersebut.

Pengawasan orang tua juga turut diperluas ke penggunaan Meta AI di WhatsApp anak-anak.

Melalui fitur ini, orang tua bisa menentukan pengalaman Meta AI yang dianggap sesuai untuk anak mereka. WhatsApp menyediakan dua pilihan, yaitu pengaturan bawaan untuk usia 13 tahun ke atas serta opsi Restricted Content atau Konten Terbatas yang memiliki pembatasan lebih ketat.

Dengan begitu, kontrol orang tua bukan hanya berlaku untuk interaksi anak dengan pengguna lain di WhatsApp, tetapi juga pengalaman mereka ketika menggunakan chatbot AI milik Meta tersebut.

Tapi, perlu dicatat, meskipun orang tua bisa mengatur WhatsApp anak mereka, bukan berarti orang tua bisa juga membaca percakapan anak di dalam grup atau chat pribadinya.

WhatsApp menegaskan bahwa pesan dan panggilan pribadi anak tetap dilindungi enkripsi end-to-end. Artinya, orang di luar percakapan, termasuk orang tua dan bahkan pihak WhatsApp tidak dapat melihat ataupun mendengarkan isi komunikasi anak-anak di platform tersebut.




Saat ini, fitur Parental Control masih menjadi tahap awal. Perusahaan berencana mengembangkan kontrol untuk akun remaja ini secara bertahap berdasarkan masukan dari keluarga mengenai fitur dan perlindungan yang mereka butuhkan.

Tapi, untuk orang tua yang ingin mencoba untuk mengaktifkan fitur ini, berikut cara mengaktifkan Parental Controls untuk akun remaja:

  1. Buka WhatsApp di HP anak/remaja.
  2. Masuk ke Settings lalu buka fitur Parental Control/Kendali Orangtua.
  3. Konfirmasi tanggal lahir anak.
  4. Ikuti petunjuk untuk menghubungkan akun WhatsApp anak dengan akun orang tua.

 

FAQ Artikel

Apa itu fitur Parental Controls WhatsApp?

Fitur Parental Controls adalah seperangkat pengaturan opsional yang memungkinkan orang tua mengelola pengalaman anak remaja mereka di WhatsApp, termasuk privasi, grup, Status, Saluran, dan penggunaan Meta AI.

Apa saja yang bisa diatur oleh orang tua melalui fitur ini?

Orang tua bisa mengatur siapa yang dapat melihat foto profil anak, siapa yang bisa menambahkan anak ke grup, memilih pembaruan Status siapa saja yang bisa dilihat anak, mengatur siapa yang dapat melihat Status anak, serta mengontrol pengalaman Meta AI dengan opsi "Restricted Content". Orang tua juga akan menerima notifikasi aktivitas grup anak.

Apakah orang tua bisa membaca pesan pribadi anak dengan fitur Parental Controls?

Tidak, WhatsApp menegaskan bahwa pesan dan panggilan pribadi anak tetap dilindungi enkripsi end-to-end. Orang tua, maupun pihak WhatsApp, tidak dapat melihat atau mendengarkan isi komunikasi anak.

Bagaimana cara mengaktifkan Parental Controls di WhatsApp?

Untuk mengaktifkannya, buka WhatsApp di HP anak/remaja, masuk ke Settings, lalu buka fitur Parental Control/Kendali Orangtua. Konfirmasi tanggal lahir anak, lalu ikuti petunjuk untuk menghubungkan akun WhatsApp anak dengan akun orang tua.

Vina Insyani

Vina Insyani

Jurnalis

Jurnalis yang berfokus untuk memantau tren viral di sekitar kalian serta mengulik isu yang ramai dibahas di ruang digital.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article