Xpeng Bermasalah Lagi, Kali Ini Airbag Tidak Mengembang Saat Tabrakan
Xpeng X9 hancur total dalam kecelakaan, namun penumpang selamat meski airbag tidak aktif. Xpeng mengklaim benturan tidak memenuhi ambang batas aktivasi sensor.

Highlight Artikel
- Insiden kecelakaan parah Xpeng X9 di China, mobil hancur total namun semua penumpang selamat tanpa luka.
- Airbag mobil tidak aktif saat benturan dahsyat, memicu keprihatinan serius dari pemilik kendaraan.
- Xpeng menjelaskan bahwa data telematika menunjukkan kondisi kecelakaan belum memenuhi ambang batas aktivasi sensor airbag.
- Model Xpeng X9 sebelumnya pernah ditarik kembali (recall) terkait masalah kebocoran suspensi udara.
Uzone.id - Insiden kecelakaan parah yang melibatkan mobil listrik MPV tujuh penumpang Xpeng X9 di China kembali memicu sorotan publik terkait kinerja sistem keselamatan kendaraan.
Meski mobil dinyatakan hancur total (total loss) usai menabrak trotoar, pohon, serta tiang listrik hingga terguling, seluruh penumpang berhasil selamat tanpa luka-luka.
Namun, tidak aktifnya sistem kantung udara (airbag) saat benturan dahsyat tersebut menuai keprihatinan serius dari pemilik kendaraan.
Pemilik mobil bernama Liu, yang membeli MPV listrik premium tersebut sekitar dua tahun lalu seharga hampir 500.000 yuan, mempertanyakan standar aktivasi keselamatan pasif kendaraan.
Benturan keras menyebabkan kerusakan ekstrem pada bagian depan mobil.
"Kami beruntung tidak ada yang terluka, tetapi airbag tidak terbuka bahkan dalam situasi separah ini. Hal ini sama sekali tidak memberikan rasa aman," ujar Liu saat menyampaikan keluhannya seperti dilaporkan Carnewschina.
Penjelasan Xpeng terkait insiden tersebut
Menanggapi kejadian tersebut, Xpeng memberikan penjelasan berdasarkan analisis data telematika backend serta rekaman video berkendara.
Pihak pabrikan menyebutkan bahwa mobil berada dalam mode mengemudi manual saat kecelakaan terjadi.
Data menunjukkan pengemudi masih menekan pedal gas dan melakukan putaran tajam pada roda kemudi sesaat sebelum benturan.
Berdasarkan parameter dinamika benturan itu, Xpeng mengklaim kondisi kecelakaan belum memenuhi ambang batas aktivasi sensor airbag.
Pihak pabrikan menegaskan bahwa sistem airbag pada mobil modern bekerja berdasarkan indikator teknis spesifik.
Indikator seperti tingkat perlambatan, arah benturan, dan karakteristik tabrakan, sehingga besarnya kerusakan fisik eksterior kendaraan tidak selalu berbanding lurus dengan pembukaan airbag.
Kendati demikian, Xpeng menyatakan bersikap terbuka untuk memfasilitasi pemeriksaan independen oleh pihak ketiga jika diminta oleh konsumen guna memastikan objektivitas hasil investigasi.
Xpeng X9 sendiri merupakan MPV listrik flagship yang pertama kali meluncur pada 1 Januari 2024 untuk segmen premium. Varian Battery Electric Vehicle (BEV) dipasarkan pada rentang harga 359.800 hingga 419.800 yuan (sekitar Rp790,6 juta hingga Rp922,4 juta).
Sementara itu, varian Extended-Range Electric Vehicle (EREV) yang diperkenalkan pada November dijual mulai 309.800 yuan (sekitar Rp680,7 juta).
Versi BEV murni menggunakan energi listrik baterai sedangkan EREV memanfaatkan mesin pembakaran internal sebagai generator pendorong.
Sorotan terhadap keandalan Xpeng X9 ini bertepatan dengan catatan recall yang pernah dilakukan sebelumnya.
Pada Juli 2026, lembaga regulator China (SAMR) mengumumkan penarikan kembali 33.473 unit Xpeng X9 produksi Agustus 2023 hingga Agustus 2025 akibat masalah kebocoran lambat pada sistem suspensi udara depan saat cuaca panas dan lembap.
Sebagai langkah penyelesaian masalah suspensi tersebut, Xpeng memberikan perpanjangan garansi hingga 8 tahun atau 160.000 km, meskipun masalah kendali suspensi ini tidak berhubungan teknis secara langsung dengan peristiwa tidak mengembangnya airbag.
FAQ Artikel
Apa yang terjadi pada mobil listrik Xpeng X9?
Mobil listrik Xpeng X9 mengalami kecelakaan parah di China, menabrak trotoar, pohon, dan tiang listrik hingga terguling, yang menyebabkan kendaraan hancur total.
Apakah ada korban luka dalam insiden kecelakaan Xpeng X9?
Tidak, seluruh penumpang berhasil selamat tanpa luka-luka meskipun mobil dinyatakan hancur total.
Mengapa airbag Xpeng X9 tidak aktif saat benturan dahsyat?
Menurut penjelasan Xpeng, berdasarkan analisis data telematika, kondisi kecelakaan tersebut belum memenuhi ambang batas aktivasi sensor airbag. Pengemudi juga masih menekan pedal gas dan memutar kemudi sesaat sebelum benturan.
Apakah Xpeng X9 pernah mengalami masalah lain sebelumnya?
Ya, pada Juli 2026, sebanyak 33.473 unit Xpeng X9 pernah ditarik kembali (recall) oleh lembaga regulator China karena masalah kebocoran lambat pada sistem suspensi udara depan.
Bagja Pratama
Jurnalis

