162 Ribu Trojan Perbankan Incar HP, Curi Data Rekening hingga OTP
Trojan perbankan ini merupakan jenis malware yang dibuat khusus untuk mengincar informasi dan uang pengguna melalui smartphone mereka.

Uzone.id — Penjahat siber
semakin menyasar perangkat seluler untuk mendapatkan uang pengguna. Laporan
terbaru dari Kaspersky mendeteksi adanya 162.275 paket instalasi trojan
perbankan seluler baru yang disebar pada kuartal pertama 2026.
Jumlah penyebaran trojan jenis ini ternyata dua kali lipat lebih banyak jika dibandingkan dengan angka trojan serupa yang terdeteksi sepanjang 2024 lalu. Angka ini juga mendekati jumlah keseluruhan trojan yang terdeteksi sepanjang 2025 lalu.
Temuan ini berdasarkan data dari Kaspersky Security Network
yang disebar pada Senin, (07/09) yang menunjukkan kalau penjahat siber makin
memanfaatkan masyarakat yang bergantung pada handphone untuk berbagai
kebutuhan, mulai dari belanja, hiburan, komunikasi, hingga pekerjaan.
Tak heran kalau trojan perbankan yang terdeteksi ini
setengahnya atau sekitar 52,96 persen berasal dari aplikasi seluler berbahaya
pengguna.
Head of Consumer Channel untuk wilayah Asia Pasifik di
Kaspersky, Choon Hong Chee, mengatakan kalau penjahat siber semakin menggunakan
berbagai teknik untuk menyebarkan aplikasi berbahaya lewat smartphone pengguna.
“Penjahat siber semakin gencar menggunakan teknik canggih
untuk menyebarkan aplikasi seluler berbahaya,” kata Choon Hong Chee dalam
keterangannya.
Modus yang sering digunakan adalah penyebaran trojan melalui
toko aplikasi tidak resmi, tautan phising, penawaran hadiah palsu, aplikasi
resmi yang telah dimodifikasi, kampanye iklan berbahaya, serta skema penipuan
seluler yang dirancang untuk mengelabui pengguna agar mengungkapkan informasi
sensitif.
Layanan online juga digunakan untuk menghindari deteksi
sehingga serangan bisa berlangsung dalam beberapa tahap, mulai dari file,
tautan, atau aplikasi yang terlihat aman sebelum kemudian melakukan aktivitas
berbahaya.
Selain Trojan perbankan, Kaspersky memblokir lebih dari 2,67 juta serangan yang melibatkan malware, adware, dan perangkat lunak seluler yang tidak diinginkan pada kuartal pertama 2026.
Kaspersky juga mendeteksi lebih dari 306.000 paket instalasi
berbahaya, dengan total 306.070 sampel. Dari jumlah tersebut, sebanyak 439
paket berkaitan dengan Trojan ransomware seluler.
Menurut Kaspersky, angka-angka ini menunjukkan bahwa ponsel
pintar kini menjadi salah satu target utama penjahat siber. Perangkat seluler
menyimpan berbagai informasi, seperti data pribadi, kata sandi, komunikasi
privat, foto, dan data terkait pekerjaan.
Temuan pada kuartal pertama 2026 ini melanjutkan tren yang
terlihat sepanjang 2025. Pada tahun lalu, solusi Kaspersky memblokir lebih dari
14 juta serangan seluler secara global, dengan rata-rata sekitar 1,17 juta
serangan setiap bulan.
Demi melindungi smartphone dari trojan dan malware, pengguna
wajib menginstal aplikasi hanya dari toko aplikasi terpercaya dan hindari
menginstal aplikasi-aplikasi dari toko ilegal, jangan sembarang klik tautan
atau penawaran promosi yang mencurigakan, memperbarui sistem operasi dan
aplikasi secara up to date, dan lakukan double check sebelum memberikan
informasi pribadi ke pihak lain.

