4 Situs untuk Pantau Kebakaran Hutan di Kalimantan Secara Real-Time
Pantau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan secara real-time menggunakan Google Maps, Citra Polar Hotspot BMKG, Zoom Earth, dan Sipongi+.

Highlight Artikel
- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan masih menjadi perhatian serius, dengan ribuan titik panas terdeteksi di berbagai wilayah.
- Masyarakat kini dapat ikut memantau titik api kebakaran hutan secara real-time melalui beberapa platform online.
- Empat platform utama yang dibahas meliputi Google Maps, layanan Citra Polar Hotspot BMKG, situs Zoom Earth, dan situs Sipongi+ dari Kementerian Kehutanan.
- Informasi dari platform ini bersifat perkiraan, sehingga penting untuk selalu merujuk ke sumber resmi seperti BNPB atau BMKG untuk data yang akurat.
Daftar Isi
Meski begitu,
kobaran api serta titik panas (hotspot) masih terdeteksi di wilayah Kalimantan.
Menurut laporan terbaru, titik panas masih mencapai angka ribuan di
daerah-daerah tersebut.
Jika kalian ingin
ikut memantau titik api kebakaran hutan secara real-time, berikut link dan
aplikasi yang bisa kalian gunakan.
Memantau Titik Api via Google Maps
Awal mula warganet mengetahui adanya kebakaran luas di Kalimantan adalah melalui titik-titik merah yang tersebar di Google Maps. Di platform ini kalian bisa turut memantau titik kebakaran hutan secara langsung lewat fitur lapisan (layers).
Data kebakaran
yang tertangkap di Google Maps bersumber dari berbagai lembaga satelit resmi
seperti NASA, NOAA, dan JMA dengan update secara berkala.
- Buka aplikasi
Google Maps di HP atau di perangkat lainnya
- Klik menu Lapisan
atau Layers.
- Pilih menu
Wildfires atau Kebakaran hutan jika tersedia.
- Perbesar peta pada wilayah yang ingin dipantau.
- Klik ikon atau area kebakaran untuk melihat informasi yang
tersedia
Tapi, perlu diingat bahwa informasi ini bersifat perkiraan
sehingga tetap perlu merujuk ke sumber resmi seperti BNPB atau BMKG.
Memantau Titik Api via Layanan Citra Polar Hotspot BMKG
Selain Google Maps, kalian juga bisa memanfaatkan layanan
Citra Polar Hotspot yang disediakan oleh BMKG. Layanan ini menampilkan citra satelit terbaru untuk membantu melihat lokasi
hotspot di Indonesia.
BMKG menggunakan
sensor VIIRS dan MODIS pada beberapa satelit polar untuk mengamati titik-titik
kebakaran hutan di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Kalimantan. Berikut
cara mengeceknya:
- Buka halaman
resmi dari Citra Polar Hotspot BMKG atau klik link ini
- Halaman kemudian
akan menampilkan peta citra satelit serta deteksi hotspot secara berkala
- Cari area yang
ingin dipantau melalui menu pencarian
- Amati titik
hotspot dan persebarannya
Sebagai catatan,
data yang ditampilkan pada laman Citra Polar Hotspot BMKG perlu dibaca dengan
memperhatikan lokasi, persebaran, dan waktu pengamatannya.
Memantau Titik Api via Zoom Earth
Selanjutnya,
kalian bisa menggunakan situs Zoom Earth. Sama seperti Google Maps, situs ini
menggunakan satelit geostasioner (seperti NOAA GOES, JMA Himawari, dan EUMETSAT
Meteosat) untuk menampilkan kondisi bumi yang diperbarui setiap 10 menit
sekali.
Situs ini
membantu memantau pergerakan badai, angin topan, cuaca ekstrem secara langsung
dan juga titik panas yang ada di belahan dunia. Berikut cara
mengeceknya.
- Buka situs Zoom Earth atau klik
link ini
- Jika kalian di
Indonesia, situs akan langsung menampilkan peta Indonesia
- Arahkan ke
wilayah Kalimantan dan aktifkan overlay panas aktif/heat spot
- Untuk
mengaktifkannya, klik kanan ikon layers (tumpukan lapisan) di pojok kanan bawah
layar
- Pilih opsi "Heat" atau "Heat Spots"
untuk menampilkan titik-titik panas
- Gunakan fitur zoom untuk memperbesar area
- Lalu, titik api aktif akan terlihat sebagai bintik atau area
berwarna merah-oranye pada peta satelit
Memantau Titik Api via Situs Sipongi+ Kementerian Kehutanan
Kalian juga bisa
menggunakan situs Sipongi+ milik Kementerian Kehutanan untuk memantau titik api
di Kalimantan dan wilayah lainnya. Situs ini merupakan Sistem Pemantauan
Karhutla milik Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Berikut cara mengeceknya:
- Buka halaman
SiPongi+ atau klik link yang satu ini.
- Pilih menu Peta
Hotspot untuk melihat persebaran titik panas
- Kalian juga bisa
melihat penyebarannya melalui menu Info Hotspot
- Pakai tombol
filter untuk mengatur tampilan perta
- Perbesar peta pada wilayah yang ingin dipantau
- Perhatikan titik hotspot yang muncul
Nah, itu tadi 4 platform yang bisa kalian gunakan untuk
memantau titik kebakaran hutan di Kalimantan dan di wilayah Indonesia lainnya
secara real-time.
FAQ Artikel
Apa masalah utama yang dibahas dalam artikel ini?
Artikel ini membahas mengenai kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan yang masih terdeteksi ribuan titik panas, serta bagaimana masyarakat dapat memantau titik api tersebut secara real-time.
Platform apa saja yang bisa digunakan untuk memantau titik api kebakaran hutan?
Masyarakat dapat menggunakan Google Maps, layanan Citra Polar Hotspot BMKG, situs Zoom Earth, dan situs Sipongi+ milik Kementerian Kehutanan.
Bagaimana cara melihat titik kebakaran di Google Maps?
Buka Google Maps, pilih menu "Lapisan" (Layers), lalu pilih "Wildfires" atau "Kebakaran hutan" jika tersedia. Perbesar peta dan klik ikon kebakaran untuk info lebih lanjut.
Dari mana Google Maps mendapatkan data kebakaran hutan?
Data kebakaran di Google Maps bersumber dari lembaga satelit resmi seperti NASA, NOAA, dan JMA, dengan pembaruan berkala.
Apa itu Citra Polar Hotspot BMKG dan bagaimana cara mengaksesnya?
Citra Polar Hotspot BMKG adalah layanan yang menampilkan citra satelit terbaru untuk melihat lokasi hotspot di Indonesia, khususnya Kalimantan, menggunakan sensor VIIRS dan MODIS. Bisa diakses melalui situs resmi BMKG.
Informasi apa saja yang disediakan oleh situs Zoom Earth?
Zoom Earth menampilkan kondisi bumi yang diperbarui setiap 10 menit, membantu memantau pergerakan badai, cuaca ekstrem, dan titik panas aktif di seluruh dunia.
Situs Sipongi+ itu apa dan siapa yang mengelolanya?
Sipongi+ adalah Sistem Pemantauan Karhutla milik Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang memungkinkan pengguna memantau titik api di Kalimantan dan wilayah lainnya.
Apakah informasi titik api dari platform ini selalu akurat?
Informasi dari platform ini bersifat perkiraan. Penting untuk selalu merujuk ke sumber resmi seperti BNPB atau BMKG untuk data yang paling akurat.
