52 Persen Gen Z Pernah Kena Serangan Siber, Ini Penyebabnya
Meskipun melek teknologi, lebih dari setengah Gen Z ternyata rentan menjadi korban kejahatan siber, hal ini didorong karena minimnya perlindungan.

Highlight Artikel
- Separuh dari Generasi Z (52%) pernah menjadi korban kejahatan siber, meskipun mereka adalah generasi yang paling melek teknologi.
- Minimnya penggunaan aplikasi antivirus (hanya 27%) dan jarang mengganti kata sandi membuat Gen Z rentan terhadap peretasan akun.
- Smartphone menyimpan data paling berharga bagi Gen Z, seperti foto, dokumen pribadi, dan kredensial login, namun perlindungannya masih minim.
- Kaspersky merekomendasikan solusi keamanan, pengelola kata sandi, dan VPN untuk meningkatkan keamanan digital Gen Z sehari-hari.
Uzone.id — Seringkali disebut sebagai generasi paling melek teknologi, separuh dari Gen Z ternyata pernah jadi korban kejahatan siber. Fakta ini cukup terbalik dengan kebiasaan Gen Z dimana mereka paling lama menghabiskan waktu di internet dan paling percaya diri menggunakan teknologi digital.
Ancaman Kejahatan Siber pada Gen Z
Hal ini dibuktikan dalam temuan terbaru Kaspersky dimana sebanyak 52 persen Gen Z mengaku pernah mengalami insiden keamanan siber yang melibatkan perangkat, akun online, maupun data pribadi mereka.Ia melanjutkan, “Mampu menavigasi aplikasi, platform, dan perangkat dengan percaya diri tidak selalu berarti mampu mengidentifikasi penipuan, mengelola kata sandi dengan aman, atau melindungi data pribadi.”
Minimnya Perlindungan Digital
Laporan dari Kaspersky menyebut bahwa hanya 27 persen Gen Z yang menggunakan aplikasi antivirus di smartphone. Mereka juga tercatat lebih jarang mengganti kata sandi dibanding generasi lainnya.
Alhasil, 17 persen dari mereka pernah mengalami peretasan akun media sosial dan 12 persen bahkan harus kehilangan akses ke akun game. Sisanya yaitu sebanyak 23 persen mengalami berbagai bentuk serangan digital lainnya yang mempengaruhi akun maupun perangkat mereka.
Data Berharga di Smartphone dan Risiko Peretasan
Riset Kaspersky juga menemukan bahwa smartphone kini menjadi tempat penyimpanan data paling penting bagi Gen Z. Sebanyak 38 persen menganggap bahwa foto dan dokumen pribadi di smartphone sebagai data paling berharga di perangkat mereka. Angka ini lebih tinggi dibanding generasi lainnya.
Sementara itu, 30 persen lainnya menyebut password dan kredensial login sebagai aset digital yang paling penting.
Sayangnya, perlindungan terhadap data tersebut masih tergolong minim. Hanya 28 persen Gen Z yang rutin mencadangkan (backup) data penting dari smartphone mereka.
Padahal, ketika ponsel berhasil diretas, pelaku dapat memperoleh akses ke foto pribadi, dokumen identitas, email, akun media sosial, hingga layanan keuangan yang tersimpan di perangkat.
Rekomendasi Keamanan Digital dari Kaspersky
Melihat kondisi tersebut, Kaspersky mengingatkan bahwa keamanan digital sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, bukan hanya dilakukan setelah terjadi insiden.
Perusahaan merekomendasikan beberapa langkah sederhana, seperti menggunakan solusi keamanan yang mampu melindungi perangkat dari malware dan phishing, memakai pengelola kata sandi agar setiap akun memiliki password yang kuat dan berbeda, serta memanfaatkan VPN saat menggunakan jaringan Wi-Fi publik.
FAQ Artikel
Mengapa Gen Z yang melek teknologi rentan terhadap kejahatan siber?
Meskipun Gen Z tumbuh di dunia online dan percaya diri menggunakan teknologi, keakraban ini tidak selalu berarti mereka ahli dalam keamanan digital. Mereka mungkin kurang mampu mengidentifikasi penipuan, mengelola kata sandi dengan aman, atau melindungi data pribadi secara efektif.
Apa saja jenis insiden keamanan siber yang dialami Gen Z?
Berdasarkan riset Kaspersky, 52% Gen Z pernah mengalami insiden siber. Bentuknya meliputi peretasan akun media sosial (17%), kehilangan akses ke akun game (12%), dan berbagai serangan digital lain yang memengaruhi akun maupun perangkat (23%).
Mengapa Gen Z minim dalam perlindungan data?
Hanya 27% Gen Z yang menggunakan aplikasi antivirus di smartphone, dan mereka cenderung jarang mengganti kata sandi. Selain itu, hanya 28% yang rutin mencadangkan data penting, padahal smartphone menyimpan data paling berharga seperti foto, dokumen pribadi, dan kredensial login.
Apa rekomendasi Kaspersky untuk meningkatkan keamanan digital Gen Z?
Kaspersky merekomendasikan penggunaan solusi keamanan untuk melindungi dari malware dan phishing, memanfaatkan pengelola kata sandi untuk membuat password yang kuat dan unik, serta menggunakan VPN saat terhubung ke Wi-Fi publik.

.jpg%3Fdownload%3Dfalse%26amp%3Bresolution%3DHD&w=256&q=75)