Digilife

6 Jam Tumbang, Facebook Rugi Rp856 Miliar

  • 05 October 2021
  • Bagikan :

    Foto ilustrasi: Brett Jordan/Unsplash

    Uzone.id -- Empat layanan populer Facebook seakan tidak mengenal waktu untuk tumbang secara global. Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger mengalami kelumpuhan selama enam jam. Tentu kerugian yang dialami tidak sedikit.

    Di Indonesia, Instagram, Facebook, dan WhatsApp mengalami kelumpuhan sekitar pukul 11.30 WIB pada Senin (4/10) dan baru pulih sekitar subuh pada hari ini, Selasa (5/10).

    Selain mencari tahu alasan di balik dari tumbangnya keempat layanan tersebut, tentu mengulik soal kerugiannya juga menjadi hal yang menarik perhatian.

    Baca juga: Twitter Jadi 'Tempat Sampah' Netizen di Kala WhatsApp dkk Tumbang

    Dari estimasi yang dipublikasikan Fortune, Facebook mengalami kerugian mencapai USD60 juta atau setara Rp856 miliar dari pendapatannya.

    Angka tersebut memang besar mengingat padamnya semua layanan online Facebook cukup lama, yakni sekitar enam jam. Bisa dibayangkan, setiap detik layanan Facebook padam artinya setiap detik kerugian yang dialami perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg ini selama enam jam.

    Perkiraan kerugian tersebut menggunakan angka yang diberikan perusahaan saat merilis pendapatan mereka pada Q2 2021.

    Baca juga: Whistleblower: Facebook Dorong Hate Speech Biar Untung

    Selama periode tiga bulan itu, Facebook melaporkan pendapatannya yang mencapai USD29 miliar atau setara Rp413 triliun. Dari sini, dapat diperkirakan bahwa Facebook menghasilkan rincian pendapatan sebagai berikut:

    • USD319,6 juta per hari (Rp4,5 triliun)
    • USD13,3 juta per jam (Rp189 miliar)
    • USD220 ribu per menit (Rp3,1 miliar)
    • USD3.700 per detik (Rp52 juta)

    Perkiraan kerugian tersebut bisa dibilang menonjolkan tentang dampak keuangan dari pemadaman masif pada bisnis iklan Facebook. Kini layanan WhatsApp, Facebook, Instagram, dan Messenger sudah pulih kembali.

    “Kepada para komunitas dan pelaku bisnis di seluruh dunia yang bergantung kepada kami, kami meminta maaf. Kami berupaya keras untuk mengembalikan akses ke aplikasi dan layanan kami, dan dengan senang hati kami telah kembali online. Terima kasih telah bersabar,” cuit Facebook.