AI Superintelligence Diprediksi Bisa Bunuh Manusia pada 2030
Mantan peneliti OpenAI Jacob Coxon memperingatkan risiko AI super cerdas dapat menghabisi umat manusia dalam dekade ini dengan probabilitas lebih dari 10%.

Highlight Artikel
- Mantan karyawan Anthropic dan OpenAI, Jacob Coxon, mengungkapkan AI super canggih berpotensi menghabisi manusia, bukan sekadar menggantikan pekerjaan.
- Pengembang AI meyakini bahwa teknologi self-developing super intelligence ini bisa memusnahkan umat manusia pada akhir dekade 2030.
- Peneliti AI lainnya, Evan Hubinger, memperkirakan potensi AI membunuh manusia lebih dari 10% dalam satu dekade ke depan.
- AI superintelligence diklaim mampu meretas apapun, merevolusi bidang dalam semalam, serta memperoleh kekuasaan dan sumber daya.
Uzone.id — Selama ini, banyak
peneliti memprediksi kalau AI akan menggantikan peran manusia dalam beberapa
pekerjaan. Tapi dalam pernyataan terbaru mantan karyawan Anthropic-OpenAI
mengungkap kalau AI bisa melakukan hal yang lebih parah, bahkan menghabisi
manusia.
“Saya mengundurkan diri dari Anthropic hari ini. Saya
menghabiskan 3 tahun terakhir saya untuk penelitian pra-pelatihan di OpenAI dan
Anthropic. Kedua perusahaan sayangnya tidak bertindak secara bertanggung jawab.
Mereka berlomba-lomba menuju AI super intelijen yang mampu mengembangkan diri
sendiri dan mempertaruhkan nyawa kita,” kata Coxon dalam postingannya di X,
Rabu, (10/09).
“Pengembang AI sungguh-sungguh meyakini bahwa teknologi ini
bisa membunuh kita semua pada akhir dekade ini. Ini bukan sekadar taktik
pemasaran. Justru, banyak eksekutif dan peneliti senior akan lebih hati-hati dalam memilih kata-kata saat berbicara di media agar terdengar masuk akal,” tambah
Coxon.
Pernyataan Coxon ini didukung oleh peneliti AI lainnya di
Anthropic yaitu Evan Hubinger. Ia mengungkap kalau potensi AI ‘membunuh’
manusia bahkan lebih dari 10 persen.
“Pernyataan Jacob benar adanya, kami (peneliti AI) percaya
bahwa AI bisa membunuh seluruh umat manusia! Saya sendiri memperkirakan kalau
kemungkinannya lebih dari 10 persen dalam satu dekade ke depan,” ujar Evan.
Salah satu kecerdasan dari AI superintelligence yang sedang
digembar-gemborkan oleh OpenAI hingga Anthropic ini diklaim bisa bertindak
lebih dari kecerdasan manusia.
“Sistem-sistem ini akan menjadi sistem yang melampaui kemampuan manusia, yang mampu meretas apapun, merevolusi bidang apapun hanya dalam semalam, bahkan memperoleh kekuasaan dan sumber daya yang sesungguhnya,” ujarnya.
Ia bahkan memberikan peringatan, “Jangan meremehkan kekuatan
dari teknologi ini!”
Saat ini, perkembangan AI memang terus melaju dengan cepat,
bahkan kemajuan tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda melambat.
Beberapa klaim yang disebut oleh Coxon pun mulai
bermunculan, salah satunya AI yang berhasil melakukan peretasan sistem dan
keluar dari sistem pemantauan berkat kecerdasan mereka dalam mengenali perintah
manusia.
Sementara itu, sebagai platform AI yang kini sedang
menciptakan AI super cerdas, Evan Hubinger menjelaskan kalau peneliti di
Anthropic sedang berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi masalah terkait AI
superintelligence ini. Sayangnya, mereka belum memiliki jalur yang jelas untuk
melakukan hal tersebut.
Pernyataan Jacob Coxon mengenai bahaya AI dengan model
self-developing super intelligence ini mendapatkan tanggapan yang sangat luas
dari pengguna X. Baru sehari diposting, cuitan tersebut sudah dilihat lebih
dari 138 juta pengguna per Kamis, (10/09) dengan repost mencapai 176 ribu kali
dan likes 705 ribu kali.
FAQ Artikel
Apa bahaya utama AI super canggih menurut artikel ini?
Menurut mantan karyawan Anthropic-OpenAI, Jacob Coxon, AI super canggih berpotensi menghabisi manusia, bukan sekadar menggantikan pekerjaan.
Siapa yang mengungkapkan peringatan ini?
Peringatan ini diungkapkan oleh Jacob Coxon, seorang peneliti AI yang bekerja 3 tahun di Anthropic dan OpenAI, melalui cuitannya di X.
Kapan potensi bahaya AI ini diperkirakan bisa terjadi?
Jacob Coxon membocorkan bahwa orang-orang yang membangun teknologi ini percaya AI bisa membunuh umat manusia pada tahun 2030 mendatang, dengan kemungkinan lebih dari 10% menurut peneliti Evan Hubinger.
Apa saja kemampuan AI superintelligence yang disebutkan?
AI superintelligence diklaim mampu melampaui kemampuan manusia, meretas apapun, merevolusi bidang dalam semalam, dan memperoleh kekuasaan serta sumber daya nyata.

