Huru-hara PHK Tokopedia: DPR Turun Tangan hingga Disanggah TikTok

pada dalam 3 jam - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Pemangkasan karyawan massal yang dilakukan TikTok pada karyawan Tokopediaterus menjadi sorotan.Bahkan, isu PHK hingga 90 persen karyawan Tokopedia inimembuat DPR RI turun tangan.

PadaSenin, (06/07), Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melakukan pertemuan denganperwakilan TikTok-Tokopedia beserta dengan Menteri Ketenagakerjaan untukmembahas adanya pemangkasan ini.

Dascomenjelaskan bahwa DPR memfasilitasi pertemuan antara perwakilan TikTok dariChina dan Indonesia serta Kementerian Ketenagakerjaan.

"Padahari ini saya memfasilitasi pertemuan, kami mengundang perwakilan dari TikTokdi China maupun perwakilan TikTok di Indonesia yang mengakuisisiTokopedia," kata Dasco dalam konferensi pers, dikutip dari berbagaisumber.

Sanggahan TikTok dan Menteri Ketenagakerjaan

Pascapertemuan berlangsung, baik pihak Kementerian Ketenagakerjaan maupun Tokopediamengatakan kalau langkah yang dilakukan oleh perusahaan bukanlah PHK melainkanpenataan tenaga kerja serta restrukturisasi tenaga kerja.

Dalampertemuan ini, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan kalauTikTok-Tokopedia Group tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) namunsedang melakukan penataan sumber daya manusia (SDM) secara internal.

“PresidenDirektur dari (TikTok) Tokopedia kan sudah meluruskan bahwa yang dilakukan saatini itu bukan PHK, dalam artian sepihak karena ada kondisi industri, tapiadalah mereka sedang melakukan pembenahan, istilahnyatalent mobilitydiinternal mereka,” kata Yassierli, dikutip dariAntaranews.




Hal yang sama disampaikanoleh Direktur Eksekutif Tokopedia dan TikTok E-commerce Indonesia, StephanieSusilo.

“Tidak ada pemutus hubungankerja di TikTok atau Tokopedia Group, yang ada adalah penataan tenaga kerjayang sedang kami lakukan dan internal mobility di dalam TikTok atau TokopediaGroup," katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskankalau program penataan ini memberikan beberapa opsi bagi karyawan, yaitumemilih kompensasi atau bekerja di tempat lain. 

Saat ini, Dasco menjelaskanbahwa sudah ada kurang lebih 200 karyawan TikTok-Tokopedia yang memilihkompensasi dan beberapa juga diklaim telah disalurkan ke tempat yang lain.

Hal ini dipertegas juga olehStephanie yang menyebut kalau dalam program penataan ini, sudah ada yangmemilih untuk mengambil paket kompensasi dan memilih untuk bekerja di tempatlain, atau disalurkan di lingkungan grup bisnis TikTok-Tokopedia. 

“Saatini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi diIndonesia," tambahnya.

Curahan Hati Mantan Karyawan Tokopedia

Meskiisu pemangkasan karyawan ini telah disanggah oleh pihak TikTok-Tokopedia Group,namun beberapa Nakama (atau karyawan Tokopedia) yang terdampak banyakmencurahkan isi hati mereka di media sosial.

“Bener-bener dikasih tau pagihari jam 7,in the very first quarter of 2026 haha. But it’s okay! life mustgo on and no time to rest! I'm proud of everything I've learned andaccomplished, and I'm excited to bring those experiences into my nextopportunity,” kata salah satu karyawan yang terdampak.




Tak hanya itu, beberapakaryawan yang juga sempat menjadi bagian dari awal perjalanan perusahaan ikutmencurahkan kesedihan mereka terkait kondisi saat ini.




“Denger kabar kalo karyawanTokopedia dibabat habis sedih rasanya, karena sebelum negara api menyerang, inikantor bener-bener green flag banget lingkungannya. Semangat buat temen2Tokopedia yang terdampak layoff, this too shall pass💪Once Nakamaalways nakama,” kata mantan karyawan lainnya.

Sebelumnya, Tokopedia sendiritidak menampik adanya pemangkasan karyawan ini. Mereka menyebut kalau iniadalah bagian dari restrukturisasi perusahaan, khususnya dalam hal penyelarasanorganisasi riset dan pengembangan.

“Kami tengah menyelaraskanorganisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorongpertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitaskreator, dan penjual di platform kami,” kata Juru Bicara TikTok.

Mereka melanjutkan, “Inibukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepadarekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini. Kami akan terusberinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagipengguna dan penjual kami, serta terus memberdayakan pelaku usaha lokal dalammembangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia.”