Medsos Diminta Pasang 'Age Inferential' untuk Deteksi Umur Pengguna RI

pada 4 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— KementerianKomunikasi dan Digital (Komdigi) kembali meminta platform digital untukmelakukan pengetatan aturan dengan mendeteksi pengguna anak-anak yang pura-puramenjadi pengguna dewasa.

Dalam keterangannya, Wakil Menteri Komdigi Nezar Patriamenyebut bahwa anak-anak cenderung melakukan manipulasi usia saat mendaftar diplatform digital untuk menghindari batasan umur.

"Platform umumnya digerakkan oleh mesin tanpaverifikasi mendalam. Ketika anak memalsukan umur, sistem menganggap merekasudah 18 tahun, konten-konten dewasa, bahkan konten seksual, terpapar bebas kemereka," tegasnya pada sebuah acara diskusi, Selasa (03/02).




Ia pun mendesak platform digital untuk tidak hanyamengandalkan deklarasi tanggal lahir saja untuk mengenali usia penggunanya,tapi juga menerapkan teknologi deteksi usia berbasis perilaku atauageinferential.

"Teknologiage inferentialini memungkinkanalgoritma platform untuk membaca kecenderungan perilaku pengguna. Meskipunpengguna tidak menyatakan usia sebenarnya, sistem bisa mem-profilingberdasarkan konten yang dikonsumsi. Jika terdeteksi pola konsumsi anak, namunberada di akun dewasa, sistem otomatis memblokir akses ke kontenberbahaya," jelasnya.

Saat ini, platform media sosial seperti YouTube sudah mulaimenerapkan fitur ini di beberapa negara dan diharapkan hal ini bisa dilakukanoleh platform digital lainnya ke depannya.




Pengetatan aturan untuk pengguna anak-anak telah disampaikanKomdigi semenjak tahun lalu pasca adanya Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam PerlindunganAnak (PP TUNAS).

Sebelumnya, Komdigi sudah meminta platform digital yang bisadiakses di Indonesia untuk menerapkan verifikasi usia untuk pengguna mereka.

Tujuan pembatasan ini dilakukan agar pengguna yang belumcukup usia memiliki akses terbatas terhadap konten-konten yang tidak layakdikonsumsi oleh kalangan mereka.

"Dengan adanya identifikasi pengguna ini, anak-anaktidak diizinkan untuk melihat konten-konten tertentu," tuturnya.

Google dengan platform video mereka, YouTube, mengklaimmenyediakan fitur untuk mempermudah pengawasan orang tua terhadap anak diplatform mereka. Begitupun juga dengan Meta yang menambahkan beberapa fiturperlindungan termasuk akun khusus remaja dengan akses yang sesuai dengan umurmereka.