Review Huawei MatePad Pro 13.2: Mulai Nyaman dengan HarmonyOS 4.0

12 February 2024 - by

Uzone.id - Selain Samsung, Huawei menurut kami jadi merek yang konsisten jualan tablet di Indonesia. Banyak model tablet yang dibawa pabrikan asal China ini, dari yang murah sampai harga belasan juta Rupiah, salah satunya seperti Huawei MatePad Pro 13.2 yang kami review kali ini.

Advertising
Advertising

Huawei MatePad Pro 13.2 menjadi salah satu tablet flagship yang dikeluarkan Huawei di Indonesia. Harganya buat sebagian besar orang mungkin sulit buat dijangkau, lantaran termurahnya Rp14,9 jutaan dan versi termahal tembus Rp17,9 jutaan.

Dengan rentang harga segitu, ekspektasi tinggi tentu langsung diset oleh para penggunanya, termasuk kami. Sebenarnya, apa saja kelebihan dari Huawei MatePad Pro 13.2, dan apakah kami masih struggling dengan ketiadaan layanan dan aplikasi Google di tablet ini?

Berikut jawaban lengkapnya dalam review Huawei MatePad Pro 13.2. Semoga, ulasan lengkap ini jadi bahan pertimbangan kalian sebelum membeli tablet besutan Huawei ini.

Baca Juga :

Daftar HP dan Tablet Xiaomi yang Bisa Update ke HyperOS di Indonesia

Kami suka desain ringkasnya

Tablet ini punya ukuran layar 13,2 inci, lebih besar dari Samsung Galaxy Tab S9+, namun beda 1,4 inci ketimbang Samsung Galaxy Tab S9 Ultra. Buat sebuah tablet, jelas layar Huawei MatePad Pro 13.2 terbilang besar, kami pun agak skeptis dengan mengira kalau tablet ini punya bobot dan form factor yang tebal.

Ternyata, anggapan kami jauh dari fakta yang ada. Huawei MatePad Pro 13.2 dibuat dengan form factor yang tipis dan lebih besar. 

Tebal tablet ini hanya 5,5 mm, mirip seperti Samsung Galaxy Tab S9 Ultra, tapi bobotnya bahkan lebih ringan dari Samsung Galaxy Tab S9+, tepatnya hanya 580 gram saja.

Huawei menggunakan material aluminium pada sasis dan bodi MatePad Pro 13.2. Tangguh sudah pasti, lebih baik dari tablet menengah yang biasanya pakai bodi polikarbonat. Satu yang jadi kekurangannya, tablet mahal ini gak punya jaminan tahan terhadap air maupun debu.

Harganya sudah belasan juta Rupiah, tapi Huawei sama sekali tak menyertakan rating IP68 tahan air dan debu. Minimal IP54 deh, yang umumnya tahan terhadap percikan air. 

Baca Juga :

Review Samsung Galaxy Tab S9 Ultra: Memang Pas Jadi Pengganti Laptop

Ringan, jadi mudah dibawa

Enjoy bawa tablet ini buat menemani aktivitas di mana saja. Ukurannya memang besar, tapi enak buat dibawa ke mana-mana lantaran bobotnya yang terbilang ringan. 

Kemudian, tepian bodinya juga dibikin melengkung, sehingga nyaman dan pas di tangan ketika menggunakannya. Selain itu, tablet ini juga kelihatan premium dengan balutan warna yang tampak elegan.

Unit yang kami review berwarna Green dengan tekstur halus berkat serat nilon, tapi finishing-nya dibuat agak mengkilap. Meski demikian, bodinya tak mudah kotor gegara jejak sidik jari yang menempel. 

Warna hijaunya pun tak terlalu terang, kelihatan kalem. Warna lainnya, ada Golden Black. Perangkat berwarna hitam kami yakini gak akan pernah gagal, elegannya dapet, kesan minimalisnya juga terasa. 

Oiya, ada detail menarik pada bodi Huawei MatePad Pro 13.2. Beda dari tablet lainnya, bagian kameranya dibuat melingkar sebagai tempat bagi sepasang kamera, plus LED flash dan satu mikrofon.

Baca Juga :

Review Oppo Find N3: Saat Kemewahan dan Inovasi dalam Satu Genggaman

Bicara tiap sisinya, Huawei MatePad Pro 13.2 masing-masing memiliki dua kisi-kisi panjang di kiri dan kanannya. Kisi-kisi ini menjadi tempat bagi enam speaker yang terdiri dari 4 woofer dan 2 tweeter.

Di sisi kiri, ada tombol Power dan di bagian kanan ada port USB-C. Menghadap bagian atas, tersedia tombol Volume dengan tiga lubang mikrofon. Area ini juga menjadi tempat untuk memasang M-Pencil generasi terbaru, sekaligus mengisi dayanya secara wireless.

Nonton asyik, kerja pun puas

Layar jadi salah satu kelebihan lain yang ditawarkan Huawei MatePad Pro 13.2. Layarnya sudah luas, resolusinya tinggi, mendukung refresh rate cepat, nyaman buat sekadar menikmati hiburan atau dipakai bekerja.

Bentangan layarnya mencapai 13,2 inci, sementara jenis panelnya OLED dengan aspek rasio 3:2. Adapun resolusinya mencapai 2.880 x 1.920 piksel, serta mendukung refresh rate 144Hz.

Rasio layar 3:2 memang cocok buat multi-tasking. Apalagi, bezel layarnya pun super tipis hanya 3,4 mm dengan rasio screen-to-body mencapai 94 persen.

Buka banyak dokumen, mengakses lebih dari tiga aplikasi sekaligus, atau mengakses berbagai media seperti foto maupun video, terasa maksimal.

Apalagi kalau videonya punya kualitas HDR, kalian bisa ngalamin eyegasm karena tablet ini sudah mengantongi sertifikat HDR10+ dengan kedalaman warna sampai 10-bit alias 1 miliar warna.

Layar tablet ini punya level pencahayaan hingga 1.000 nits. Kerja di indoor atau outdoor masih enak kok. Berjam-jam pakai tablet ini juga tetap bikin mata nyaman, lantaran layar Huawei MatePad Pro 12.3 punya sertifikasi TUV Rheinland Eye Comfort 3.0 yang berfungsi mengurangi emisi cahaya biru dan bebas refleksi.

Jangan kaget pakai HarmonyOS 4.0

Huawei MatePad Pro 13.2 jadi tablet pertama di Indonesia dengan sistem operasi HarmonyOS 4.0. Bila kalian pengguna smartphone atau tablet Android, dan baru pertama kali pakai tablet non-Android seperti Huawei MatePad Pro 13.2, saran kami adalah jangan kaget.

Jangan kaget kalau tidak ada aplikasi Google di tablet ini. Sebagai ganti Google Play Store, ada AppGallery yang punya koleksi aplikasi dan game yang berlimpah. Tak sebanyak Play Store memang, namun beberapa aplikasi maupun game populer ada kok di toko aplikasi ini.

Aplikasi yang dicari gak ada? Tenang, ada Petal Search. Ini salah satu kelebihan utama dari HarmonyOS sejak lama. Dengan Petal Search, kalian bisa download aplikasi atau game populer yang gak ada di AppGallery.

Baca Juga :

Review Samsung Galaxy Tab S9 FE+: Tanpa Laptop, No Worry

Contoh WhatsApp deh. Ya, jangan kaget, gak ada WhatsApp di AppGallery, tapi kalian bisa install aplikasi chatting ini lewat Petal Search. 

Tinggal masuk ke AppGallery atau akses widget Petal Search saja di home screen, ketikkan aplikasi yang mau kalian download, tekan Install, dan izinkan sistem untuk mengakses File Manager dan dimungkinkan untuk memasang aplikasi berformat .APK.

Kalian gak salah lihat, HarmonyOS bisa lho install .APK, namun memang semua resiko ditanggung sendiri, karena sumber file .APK bersumber dari situs aplikasi pihak ketiga, seperti APK Mirror misalnya.

Masih soal ‘jangan kaget’, untuk menggantikan aplikasi Gmail, kalian bisa pakai Email. Login pakai akun Google bisa kok, namun ada yang menarik di sini. Huawei MatePad Pro 13.2 ternyata terbaca oleh sistem Google sebagai tablet berbasis Android 12.

Dari penelusuran tim Uzone.id, rupanya HarmonyOS 4.0 mengintegrasikan Android API 31 atau Android 12. Jadi wajar kalau OS ini akan terbaca sebagai Android 12 oleh sistem keamanan Google.

Satu lagi, kalian bisa bermain game, asalkan bukan game yang perlu kredensial Google Play Games. Game populer seperti PUBG Mobile dapat dimainkan dengan lancar via tablet ini.

Tapi, kalau akun utama kalian pakai Google, wassalam deh, kalian harus ngulang lagi dari awal dengan login pakai akun selain Google, atau tidak main game sama sekali.

HarmonyOS 4.0 ‘rasa’ Windows 11

Huawei MatePad Pro 13.2 punya dua aksesori yang perlu kalian punya, yakni Smart Magnetic Keyboard dan Huawei M-Pencil generasi ketiga. Dua aksesoris ini gratis kalian miliki jika membeli model 12/512 GB alias varian tertinggi dengan harga Rp17,9 jutaan.

Kedua aksesori ini terintegrasi sangat baik dengan HarmonyOS 4.0, memberikan experience layaknya sebuah laptop berbasis Windows 11. Beberapa kelebihan dari OS ini di antaranya, punya fitur multi-tasking yang lengkap, seperti split screen dan floating windows

Memadukan keduanya, memungkinkan kalian untuk membuka sampai 4 aplikasi bersamaan. 

Baca Juga :

Spesifikasi Huawei MateBook D14, Laptop Murah Buat Anak Kuliahan

Kemudian, tablet ini memiliki aplikasi WPS Office dengan antarmuka mirip seperti Microsoft Office ala PC Windows.

Pengguna dapat mengolah dokumen yang kompleks, seperti menyesuaikan custom margin, word art, odd-even pages di Word, memakai pivot table, conditional formatting, dan chart di Excel.

Bikin efek animasi atau PPT di PowerPoint juga bisa. Formatnya pun terbaca dengan sempurna di Microsoft Word maupun Google Docs.

Fitur lainnya, ada SuperHub yang khusus buat pengguna setia Huawei. Dengan fitur ini, kalian dapat memindahkan file secara real-time ke perangkat Huawei lainnya.

Memanfaatkan kameranya di notch atau bagian depan, ada fitur FollowCam. Saat meeting online, kamera seolah akan mengikuti pergerakan kalian, sehingga tampilan si penerima akan tetap fokus pada wajah kalian.

Bicara soal aksesorisnya,  M-Pencil generasi terbaru sudah didukung teknologi NearLink, membuatnya lebih hemat baterai dan punya transfer data dengan latensi yang begitu rendah.

Itu artinya, pulpen pintar ini dapat terhubung ke tablet secara seamless. Juga, ketepatan visual ketika pengguna menggores layar dengan M-Pencil seolah-olah terjadi secara langsung, lantaran latensinya yang amat rendah.

Nyaman menggambar pakai Huawei M-Pencil generasi ketiga ini di MatePad Pro 13.2. Kami dimungkinkan untuk membuat gradasi warna, lantaran M-Pencil yang dapat mendeteksi tekanan saat memberikan ketebalan pada warna.

Dipakai menulis juga asyik. Apalagi, Huawei menyediakan banyak template catatan yang tersedia dalam aplikasi Notepad. Berikut beberapa gambar yang kami buat pakai Huawei MatePad Pro 13.2 dan M-Pencil generasi ketiga.

Sementara Smart Magnetic Keyboard yang sudah dilengkapi touchpad, memberikan experience layaknya sebuah laptop.

Selain untuk navigasi, touchpad baru ini juga mendukung berbagai gestur sentuh, seperti pinch untuk zoom in atau zoom out, swipe 3 jari ke atas untuk ke layar utama, dan gestur-gestur lainnya seperti di laptop. 

Cuma, kami lumayan terganggu dengan fitur Auto Correction pada Celia Keyboard yang sulit dimatikan. Walau fiturnya sudah dinonaktifkan, namun seringkali Auto Correction mengganti paksa kata-kata yang kami ketikkan dengan pilihan mereka secara otomatis.

Alhasil, kami terpaksa menggantinya dengan Microsoft Swiftkey atau Google Keyboard, lantaran kedua aplikasi itu juga mendukung masukan dari keyborad fisik.

Cuma Kirin 900S, WiFi doang pula

Tablet ini ditenagai prosesor Kirin 9000S, system on chip (SoC) yang menurut kami gak pantas ada di tablet harga Rp17,9 jutaan. Saat pesaingnya sudah pakai Snapdragon 8 Gen 2 dengan 4nm, Kirin 9000S dibuat menggunakan fabrikasi 7nm. 

Prosesor ini memiliki CPU octa-core yang terbagi menjadi 1x prime-core Taishan dengan kecepatan 2,65 GHz, 3x Taishan Middle dengan clock-speed 2,15 GHz, serta 4x efficiency-core Cortex A510 dengan kecepatan 1,5 GHz.

Levelnya jelas jauh berbeda dari Samsung Galaxy Tab S9 Series. Pada AnTuTu Benchmark misalnya, skor yang diraihnya hanya 751 ribuan poin, atau ketinggalan dua kali lipat dari Snapdragon 8 Gen 2 pada Galaxy Tab S9 Series.

Prosesor ini disandingkan dengan RAM LPDDR5X dengan kapasitas 12 GB serta memori penyimpanan UFS 3.1 dengan besaran 256 GB atau 512 GB. Gak ada opsi buat memperluas kapasitas penyimpanannya.

Performanya memang tergolong rendah buat tablet di kelasnya, tapi kami apresiasi stabilisasi kinerja grafis dari tablet ini. Diuji pada Wild Life Stress Test di aplikasi 3DMark, Huawei MatePad Pro 13.2 mencatatkan stabilitas 99,5 persen dengan skor terbaik 4.470 poin.

Titik frame rate tertingginya memang biasa saja, yakni 34 FPS. Namun terbukti di sini kalau Huawei MatePad Pro 13.2 memang punya kinerja GPU yang stabil.

Baca Juga :

Review Poco X6: Lebih Murah, Tetap Menarik dengan Snapdragon 7s Gen 2

Ada fitur untuk meningkatkan performanya lebih baik, yakni Performance Mode. Fitur ini tersembunyi pada pengaturan baterai, membuat performa CPU dan GPU kian ditingkatkan lagi.

Sayangnya, untuk konektivitas ke jaringan internet, tablet ini cuma mendukung jaringan WiFi saja, walau sudah WiFi 6. Gak bisa pakai koneksi selular pakai tablet ini, padahal akan sangat bagus kalau pengguna dapat terhubung ke jaringan internet di mana saja, tanpa bergantung pada koneksi WiFi.

Solusinya, pakai WiFi Public (walau keamanan jadi taruhannya), atau nyalain hotspot tiap kali pakai tablet ini. Duh!

Bahas sektor lainnya, Huawei MatePad Pro 13.2 ditopang baterai 10.100 mAh yang dapat bertahan sampai 11 jam 5 menit. Catatan waktu ini kami dapatkan menggunakan aplikasi PCMark Work 3.0 Battery Life yang menjalankan berbagai simulasi aplikasi tanpa henti.

Baterainya sendiri dapat diisi menggunakan fast charging 88W dengan adaptor charger tersedia dalam paket pembelian. Salah satu yang paling besar di kelasnya, lho!

Dengan teknologi ini, ngecas dari 0 persen sampai penuh cuma butuh waktu 68 menit saja. 

Sistem kamera yang lengkap

Huawei MatePad Pro 13.2 punya sepasang kamera di belakang dan depan. Kamera belakangnya mengusung kamera utama 13 MP dan sudah autofocus, serta kamera ultrawide 8 MP.

Di depan, kamera utamanya 16 MP dan 3D ToF sebagai kamera untuk membuka kunci layar. Kamera ini dapat mendeteksi saat mata kalian sedang menatap layar tablet, jadi layar pun tidak akan mati otomatis.

Kualitas kameranya standar, tapi cukup oke lah buat sebuah tablet. Yang jelas, kamera ini kami manfaatkan untuk memindai dokumen, lantaran detail dan kepresisian cropping-nya yang akurat.

Seperti yang kami bilang, kamera depan mendukung FollowCam. Fitur ini berguna banget buat kalian yang sering meeting via Microsoft Teams, Zoom, dan lainnya (kecuali Google Meet).

Baca Juga :

Impresi Pertama Redmi Note 13 5G: Kok Mirip Poco X6 Sih?

Kesimpulan

Huawei MatePad Pro 13.2 adalah bukti kalau sekarang Huawei fokusnya ke segmen tablet, bukan smartphone di Indonesia. Sudah lama kita tak melihat pabrikan asal China ini rilis smartphone, terakhir Huawei P50 Pro pada tahun 2022 silam.

Fokus ke segmen tablet, rangkaian produk di segmen ini juga lengkap. Bagi kalian yang mengincar tablet berfitur lengkap dengan experience bak laptop Windows, Huawei MatePad Pro 13.2 bisa jadi pilihan.

Tablet ini menawarkan desain yang ringkas, layar OLED (salah satunya) yang terbaik, OS yang smooth dan menawarkan ‘rasa’ seperti perangkat Windows, performa yang stabil, fast charging yang cepat, dan tentu saja aksesori yang dapat menunjang berbagai aktivitas penggunanya.

Walau OS-nya sudah matang, tapi tetap masih jadi tantangan terbesar bagi Huawei untuk bikin pengguna Android (atau iOS/iPadOS) beralih ke HarmonyOS generasi terbaru. 

Gak ada layanan Google dan mengandalkan Petal Search dengan model instalasi side loading (install .APK) yang riskan terhadap keamanan, masih jadi PR besar buat Huawei. Pabrikan asal China ini wajib memperluas ekosistem di AppGallery dengan menggandeng lebih banyak aplikasi populer.

Lalu, kekurangan lain dari Huawei MatePad Pro 13.2 adalah ketiadaan koneksi seluler. Tablet harga belasan juta Rupiah, tapi WiFi only saja, sama sekali tak bisa kami terima. 

Tak hadirnya jaminan ketahanan terhadap air maupun terpaan debu pun jadi kekurangan dari tablet ini. Bayangin saja, sudah beli mahal-mahal, tapi bikin worry saat kerja di lingkungan outdoor, ya kan?

Kami yakin, Huawei akan terus meningkatkan kemampuan HarmonyOS 4.0, juga memberikan upgrade yang lebih baik pada iterasi MatePad Pro berikutnya.