Sempat Tertunda, Komdigi Optimis Regulasi AI Terbit Tahun Ini

pada 3 hari lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— KementerianKomunikasi dan Digital mengungkap bahwa pihaknya terus melakukan penyusunanregulasi untuk mengatur penggunaan teknologi Artificial Intelligence diIndonesia.

Ditemui setelah acara XLSmart Bravo 500, Kamis, (11/06),Menteri Komdigi, Meutya Hafid mengatakan bahwa saat ini draft terbaru dariPerpres AI sudah masuk ke Sekretariat Negara dan diharapkan segera disahkan.

“Jadi ini sudah ada draft baru lagi yang masuk ke Setnegyang kita harapkan bisa ditandatangani dengan segera,” katanya.

Sempat mengalami penundaan, Meutya menargetkan kalauaturan-aturan yang terkait dengan AI ini akan segera terbit paling lambat ditahun ini.




“Insya Allah (tahun ini), mudah-mudahan tak ada lagipermintaan untuk konsultasi ulang. Tapi insya Allah tahun ini kita amat sangatconfidentkarena pada prinsipnya Perpresnya sudah selesai,” jelas Meutya.

Terkait penundaan tersebut, Meutya mengungkap bahwasebenarnya draft regulasi AI sudah hampir selesai beberapa waktu lalu namunprosesnya sempat tertunda karena perlu ada diskusi ulang dengan beberapaperusahaan.

“Ya, jadi regulasi memang kalau kita mau mengatur kecerdasanartificial ini diskusinya sangat banyak. Jadi kemarin itu sebetulnya secaradraft semua sudah selesai, kemudian ada permintaan dari beberapa perusahaandari Amerika untuk membahas ulang,” katanya.

Setelah melakukan diskusi, Komdigi pun segera melakukanpenyusunan ulang dengan mengadopsi masukan-masukan dari berbagai pihak agarterciptanya titik tengah antara inovasi dan keterjagaan.




Meutya menjelaskan bahwa regulasi AI ini akan mengatur etikaAI dan juga roadmap atau peta jalan yang di dalamnya juga mengatur soalinfrastruktur dan talenta digital. Aturan ini juga akan mengatur soal tingkatrisiko AI, mulai dari risiko tinggi, risiko sedang maupun rendah.

“Jadi kita membagi AI ini tentu ada infrastruktur, adatalenta digital dan juga bagaimana aturan yang terkait mana yang resiko tinggi,resiko sedang, resiko rendah karena AI itu sangat jelas,” tambahnya.

Dalam Roadmap AI, Komdigi juga akan mengatur 10 sektorprioritas AI dimana di antaranya adalah bidang kesehatan, pendidikan, keuangan,ketahanan pangan, infrastruktur dan logistik, energi, reformasi birokrasi danpelayanan publik, industri kreatif, manufaktur hingga pertahanan dan keamanan.

“Semuain-linedengan program prioritas bapakpresiden. Jadi seluruh sektor prioritasnya itu dipilihkan memang yang sesuaidengan asta citanya bapak presiden termasuk ketahanan pangan,” ujar Meutya.