Waspada Human Trafficking Gara-gara Loker Online, Ini Modusnya

pada 7 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Jakarta, 6 November 2025– Kasus perdagangan manusiauntukforced criminalityterkait operasi scam online semakinmengkhawatirkan. Di Asia Tenggara, kasus ini meningkat setiap tahunnya.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah penggunaan teknologidan ruang digital. Teknologi baru, termasuk AI, disebut mempercepat danmemperluas pola operasi ini. Tak hanya itu, mereka juga memanfaatkan platformpencari kerja untuk menggaet banyak peminat.

Jobstreet by SEEK yang menjadi platform pencarian kerja yangpopuler di Indonesia bahkan di berbagai negara pun ikut terlibat untukmengatasi masalah ini. Kolaborasi antar platform dan sektor yang terkaitmenjadi cara ampuh untuk mencegah perekrutan melalui lowongan kerja palsu yangkerap beredar di ruang digital.

“Perdagangan orang yang difasilitasi teknologi berkembangpesat, mulai dari perekrutan, pembujukan hingga kontrol, yang kini berlangsungsepenuhnya di ruang digital,” kata Abie Sancaya, National Programme Officer forHuman Trafficking and Migrant Smuggling, UNODC. 




Ia menyebut bahwa keterlibatan Jobstreet menunjukkanpentingnya peran peran platform ketenagakerjaan online dalam mencegah penipuanlowongan kerja yang berisiko mengarah pada tindak pidana perdaganganorang. 

“UNODC percaya bahwa kolaborasi lintas pihak, termasukplatform seperti Jobstreet, sangat penting untuk menciptakan proses rekrutmenyang aman dan bertanggung jawab, dan berharap kemitraan ini dapat terusdiperkuat melalui inisiatif bersama di masa mendatang,” tambahnya.

Sawitri, Head of Country Marketing dari Jobstreet turutmengajak pencari kerja untuk lebih waspada dan mengerti tanda bahaya ketikaproses rekrutmen online. Ia menyebut salah satu modusnya adalah dari lowongankerja.

Karena itu, Jobstreet pun menempatkan keamanan danintegritas platform sebagai prioritas utama mereka.

“Dengan deteksi dini menggunakan AI, dan proses verifikasisecara berjenjang oleh tim khusus dari 4 departemen, beserta edukasi bagipencari kerja,” tambahnya.




Ia juga menyoroti pentingnya proses rekrutmen terstrukturdan terverifikasi di platform resmi. Melalui Gerakan #NextMillionJobs,Jobstreet juga meminta perusahaan beralih ke proses rekrutmen yang lebih aman,termasuk menyediakan opsi pasang lowongan gratis.

Berikut modus penipuan lowongan kerja yang kerapditemukan secara online:

  1. Lowongan pekerjaan sampingan yang “mudah” viaWhatsApp/Telegram dengan iming-iming komisi awal, lalu mengarah ke skemadeposit/top-up.
  2. Permintaan biaya “administrasi” atau “peralatan kerja”sebelum rekrutmen dimulai.

Pekerja Indonesia banyak yang jadi korban

Menurut United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC)dalam acara “St@y Safe in Digital Space: Behind the Screen—Trafficking IsCloser Than You Think” pada 4-5 November 2025 lalu, kasus ini ternyata banyakmuncul di ruang digital, termasuk melalui perekrutan melalui iklan kerja palsudan skema migrasi menyesatkan.

Tak hanya itu, UNODC juga menyebut kalau kasus ini terusmeningkat di Asia Tenggara dengan angka sekitar 4,7 kali lipat dari 296 kasuspada 2022 menjadi 978 kasus di 2023.




Salah satu yang membuat miris adalah laporan dari PBB yangmemperkirakan sedikitnya 120 ribu orang di Myanmar dan 100 ribu orang diKamboja dipaksa menjalankan operasi scam online. 

Penelitian yang dilakukan Interpol juga mencatatkorban-korban ini direkrut dari 66 negara, dimana 74 persen di antaranya dibawake pusat scam di Asia Tenggara. 

Di Indonesia, laporan TIP 2024 mencatat adanya 3.239 WNIyang terdeteksi terlibat dalam operasi scam online di kawasan Asia Tenggara,dan 1.132 di antaranya diidentifikasi sebagai korban perdagangan orang. 

Sepanjang 2023, Kementerian Luar Negeri Indonesia bahkantelah memberikan layanan perlindungan kepada 798 WNI korban perdagangan orangdi luar negeri.

Oleh karena itu, kerjasama lintas sektor menjadi sangatpenting saat ini untuk mengurangi angka penipuan lowongan kerja online yangmengarah pada perdagangan manusia untuk tindakan kriminal.