icon-category Startup

Bos GoTo Blak-blakan Alasan IPO di Tengah Pandemi

  • 11 Apr 2022 WIB
  • Bagikan :
    Foto: dok. GoTo

    Uzone.id – GoTo Grup akhirnya resmi melantai di bursa pada hari ini, Senin (11/4) setelah sebelumnya telah mengumumkan secara terbuka rencana IPO ini. Langkah besar perusahaan ini memang menarik, salah satunya alasan kenapa IPO ini dilakukan di tengah pandemi.

    Mungkin ada saja yang bertanya-tanya, kenapa setelah merger, GoTo memutuskan untuk IPO di tengah kondisi tidak menentu seperti sekarang – dalam hal ini pandemi yang membuat perekonomian naik turun.

    CEO GoTo Grup, Andre Soelistyo mengatakan kalau langkah perusahaan untuk IPO merupakan starting line, alias babak baru yang cepat atau lambat akan mereka lakukan.

    “Orang mesti bilang [kalau perusahaan IPO] harus perfect timing, tapi bagi saya tidak akan ada yang namanya perfect timing. Fokus IPO ini memang di Indonesia dan targetnya pun investor lokal. Dan Indonesia menurut kami performanya sangat baik, baik sebagai negara maupun capital market,” tutur Andre saat acara jumpa pers virtual, Senin (11/4).

    Baca juga: IPO GoTo dan Harapan Mitra Driver Ojol Kecipratan Saham

    Ia melanjutkan, “bisa dibilang Indonesia sudah bangkit dari pandemi, konsumsi domestik sudah meningkat, pertukaran mata uang sudah stabil. Ini sudah mendukung sekali bagi IPO kami. Jadi, kami mulai aja dulu langkah IPO ini.”

    IPO GoTo ini menarik perhatian selain karena brand power yang begitu besar, tapi juga ada program Saham Gotong Royong yang juga dinilai sebagai strategi cerdas karena memberi kesempatan inklusif bagi para mitra driver, merchant, seller, dan UMKM lokal mendapatkan saham perusahaan.

    Saham Gotong Royong ini juga diakui CEO Gojek Kevin Aluwi menjadi topik hangat di kalangan komunitas driver.

    Baca juga: Selamat! GoTo Resmi Melantai di Bursa

    “Program ini diterima dengan sangat positif. IPO kami yang juga menghadirkan Saham Gotong Royong ini juga bisa menjadi pelajaran baru, yakni bagaimana kita bisa meningkatkan literasi finansial ratusan ribu mitra kami,” kata Kevin dalam kesempatan yang sama.

    Ia menyambung, “mungkin ini baru pertama kali bagi mereka untuk memegang instrumen finansial seperti saham. The bottom line is, kita berbagi kesuksesan dengan mereka dan semua sadar bahwa IPO ini menjadi kesempatan berpartisipasi untuk berbagi pencapaian perusahaan.”

    Diketahui, IPO GoTo menjadi saham ke-15 di tahun 2022 ini, serta tercatat sebagai perusahaan ke-781 di bursa pada saat ini.

    IPO GoTo juga dianggap sangat dinantikan oleh para investor dan menjadi milestone penting bagi perusahaan maupun perjalanan industri pasar modal.

    Melalui IPO, GoTo menjadi perusahaan startup decacorn pertama yang berhasil tercatat di bursa Asia, serta startup pertama yang tercatat di papan utama Bursa Indonesia.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini