Bukan Cuma Nama, MoLiNas Bakal Libatkan Industri Lokal
Program Motor Listrik Nasional Prabowo melibatkan IKM lokal, dibina Kemenperin agar jadi pemasok, demi penguatan ekosistem EV, nilai tambah, dan lapangan kerja.

Highlight Artikel
- Program Motor Listrik Nasional (MoLiNas) dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melibatkan vendor lokal atau Industri Kecil-Menengah (IKM).
- Keterlibatan IKM bertujuan untuk meningkatkan industri komponen nasional, nilai tambah di dalam negeri, dan menciptakan lapangan kerja baru.
- Menteri Perindustrian menekankan pentingnya IKM memenuhi kualifikasi sebagai pemasok agar mendapatkan pesanan secara berkelanjutan.
- Dua IKM binaan Kemenperin, PT Kannindo Metal Industri dan PT Multikon Rekatama Industri, telah berhasil memasok komponen penting untuk motor listrik Alva.
Uzone.id - Program Motor Listrik Nasional (MoLiNas) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto akan melibatkan vendor-vendor lokal atau industri kecil-menengah (IKM). Dengan demikian, industri kecil sekalipun bisa turut terlibat dalam rantai pasok yang berdampak pada penggerak ekosistem kendaraan listrik RI.
Jika benar terjadi, maka industri komponen nasional bisa naik kelas, nilai tambah di dalam negeri meningkat, dan turut dapat menciptakan lapangan kerja baru.Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menekankan bahwa pengembangan kendaraan listrik ini harus punya dampak nyata (multiplier effect) bagi struktur industri kita.
Kuncinya bukan cuma sekadar menambah jumlah IKM yang dibina, tapi memastikan mereka layak jadi pemasok bagi industri besar.
"Target kami bukan sekadar semakin banyak IKM yang mendapatkan pembinaan, tetapi juga memenuhi persyaratan industri, karena IKM harus mampu memenuhi kualifikasi sebagai pemasok, masuk ke dalam rantai pasok, dan pada akhirnya memperoleh pesanan secara berkelanjutan," ujar Agus dalam keterangannya.
Menariknya, sudah ada IKM binaan Kemenperin, yakni PT Kannindo Metal Industri dan PT Multikon Rekatama Industri, yang sudah masuk ke dalam ekosistem MoLiNas sejak diluncurkan pada 13 Agustus 2026 kemarin.
Kedua perusahaan ini dipercaya memasok komponen penting seperti boks baterai dan bracket baterai untuk motor listrik Alva (PT Electra Mobilitas Indonesia).
Keberhasilan ini menjadi sinyal bahwa IKM nasional punya potensi besar jika didukung dengan peningkatan teknologi, kualitas, dan akses pasar yang tepat.
Kemenperin juga menggunakan pendekatan supplier development, sehingga akan terdapat pembinaan dimulai dari kebutuhan industri besar atau Original Equipment Manufacturer (OEM).
Lewat pendekatan tersebut, Kemenperin akan melakukan pemetaan kemampuan IKM lokal dan mencocokannya dengan kebutuhan industri kendaraan listrik. Setelahnya semua IKM akan dievaluasi untuk melihat kekurangannya.
"Asesmen tersebut mencakup berbagai aspek, antara lain teknologi, kualitas, kapasitas produksi, engineering, sertifikasi, produktivitas, biaya, hingga ketepatan pengiriman. Dengan demikian, intervensi pembinaan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran," ujar Agus.
Agus menambahkan, pola pembinaan ini sangat krusial agar program peningkatan kualitas IKM punya target yang jelas dan berorientasi pada pasar.
"Pembinaan IKM harus dimulai dari kebutuhan pasar. OEM dan Tier-1 menyampaikan kebutuhan serta standar yang harus dipenuhi, kemudian pemerintah melakukan pembinaan agar IKM mampu menutup kesenjangan tersebut melalui penguatan teknologi, SDM, kualitas produk, standardisasi, serta akses pengujian," pungkasnya.
FAQ Artikel
Apa tujuan utama Program Motor Listrik Nasional (MoLiNas) Prabowo?
Tujuan utamanya adalah melibatkan IKM lokal dalam rantai pasok kendaraan listrik nasional untuk menggerakkan ekosistem EV RI, meningkatkan industri komponen, nilai tambah, dan menciptakan lapangan kerja.
Bagaimana peran Menteri Perindustrian dalam pengembangan kendaraan listrik?
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menekankan pengembangan kendaraan listrik harus punya dampak nyata bagi struktur industri dan memastikan IKM layak menjadi pemasok berkelanjutan bagi industri besar.
Apakah sudah ada IKM yang terlibat dalam ekosistem MoLiNas?
Ya, PT Kannindo Metal Industri dan PT Multikon Rekatama Industri adalah IKM binaan Kemenperin yang sudah memasok komponen seperti boks baterai dan bracket baterai untuk motor listrik Alva.
Bagaimana Kemenperin membina IKM agar memenuhi standar industri?
Kemenperin menggunakan pendekatan supplier development, melakukan pemetaan kemampuan IKM, mencocokkannya dengan kebutuhan OEM, mengevaluasi kekurangannya, dan memberikan pembinaan tepat sasaran (teknologi, kualitas, kapasitas, dll.) yang berorientasi pasar.
.jpg%3Fdownload%3Dfalse%26amp%3Bresolution%3DHD&w=256&q=75)
