Home
/
Automotive

Kenapa Cuma 2 Merek Motor Listrik yang Dapat Insentif Pemerintah?

Awalnya, insentif motor listrik kepada Alva dan Gesits mendorong kenaikan penjualan, namun penjualan menurun setelah kebijakan itu dihentikan pada 2025.

Kenapa Cuma 2 Merek Motor Listrik yang Dapat Insentif Pemerintah?

Motor listrik Gesits Raya (Dok: Uzone.id)

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Hanya dua merek motor listrik, Alva dan Gesits, yang positif mendapatkan insentif dari pemerintah.
  • Insentif motor listrik terbukti meningkatkan penjualan signifikan, mencapai 77.078 unit hingga Agustus 2024 dari 17.198 unit pada 2022.
  • Penjualan motor listrik mengalami penurunan pada tahun 2025 menjadi 55.059 unit karena tidak ada insentif.
  • Presiden Prabowo Subianto meresmikan ekosistem Motor Listrik Nasional (MoLiNas) pada 13 Agustus 2026, meluncurkan produk Cakra NX1 yang mirip Alva N3.

Uzone.id - Meskipun skema insentif motor listrik masih dimatangkan, tapi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah membocorkan mereknya. Pasalnya hanya ada dua merek yang positif mendapatkan insentif tersebut.

"Skemanya sedang dimatangkan, tapi kan tadi Pak Presiden sudah menyetujui. Anggarannya sebetulnya sudah ada,"ujar Airlangga ketika dijumpai di Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 yang digelar di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Jakarta, dikutip dari Antara.

"Untuk produknya, salah sautnya Alva, salah duanya Gesits," jelas Airlangga.



Padahal di Indonesia banyak merek motor listrik yang sudah dibuat secara lokal. Bahkan di laman SISAPIRa yang digunakan untuk memberikan insentif pada 2023 dan 2024, tercatat mencapai 19 merek.

Kebijakan insentif ini memang terbukti mempercepat penetrasi pasar motor listrik. Penjualannya juga tercatat mengalami peningkatan dari 17.198 unit pada 2022 menjadi 62.409 unit pada 2023 saat terdapat insentif.

Di tahun 2024, penjualan motor listrik lebih meningkat lagi hingga 77.078 unit sampai Agustus. Kala itu insentif hanya diberikan sampai Agustus 2024 karena kuota yang sudah habis.


Launching Alva N3 Next Gen di IIMS 2026 (Dok: Uzone.id/Brian)


Sementara pada tahun 2025, penjualan motor listrik mengalami penurunan menjadi hanya 55.059 karena tak ada insentif dari pemerintah.

Sebelumnya diberitakan, Prabowo meresmikan ekosistem MoLiNas di PT Ilectra Motor Group (ALVA) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Di acara tersebut, Prabowo menyatakan rencana pemerintah yang ingin mendorong pengembangan kendaraan listrik sekaligus membangun ekosistem industrinya di dalam negeri.



“Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, hari Kamis 13 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, secara resmi saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, meluncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukung,” sebut Prabowo.

Produk pertama MoLiNas ini adalah Cakra NX1, yang dari tampilan, fitur, hingga spesifikasinya sama dengan Alva N3.

Alva N3 sendiri sudah lama mengaspal di Indonesia, bahkan debutnya sudah berlangsung sejak ajang akhir tahun 2024 lalu.

FAQ Artikel

Merek motor listrik apa saja yang akan mendapatkan insentif dari pemerintah?

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, hanya dua merek yang positif mendapatkan insentif, yaitu Alva dan Gesits.

Bagaimana pengaruh insentif terhadap penjualan motor listrik?

Kebijakan insentif terbukti mempercepat penetrasi pasar dan meningkatkan penjualan motor listrik secara signifikan, dari 17.198 unit pada 2022 menjadi 77.078 unit hingga Agustus 2024.

Apa yang terjadi pada penjualan motor listrik setelah insentif dihentikan?

Setelah insentif dihentikan pada tahun 2025, penjualan motor listrik mengalami penurunan menjadi hanya 55.059 unit.

Brian Priambudi

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article