icon-category Gadget

Community Week: Ngobrol bareng MiFans, Ponsel Xiaomi Masih Ada yang Ilegal?

  • 27 Feb 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi/Uzone.id

    Uzone.id - Keberadaan MiFans ternyata punya pengaruh sangat besar bagi penjualan Xiaomi di Indonesia.

    Mereka juga disebut-sebut sebagai penggemar militan atau penggemar garis keras karena dengan semangat mempromosikan ponsel buatan Xiaomi yang dikenal murah namun spesifikasinya lebih baik di bandingkan kompetitor di kelasnya.. 

    Lihat saja laporan di Q2 2021, Xiaomi berhasil menyandang gelar sebagai smartphone nomor 1 di Indonesia dengan pangsa pasar 24 persen.

    BACA JUGA: Galeri Foto: Melihat Lebih Dekat Ponsel Camera King Huawei P50 Pro

    Namun, begitu banyaknya warga yang memburu smartphone buatan Xiaomi, benarkah produk Xiaomi ada yang berstatus ilegal? 

    Uzone.id pun bertanya langsung kepada dua pria yang merupakan MiFans Purwokerto: Faiz dan Zidni saat jadi bintang tamu program Community Week: Militansi Mi Fans Lokal Kawal Produk Xiaomi yang tayang live streaming di YouTube Uzone.id

    "Kalau masalah pemalsuan, itu juga kan di Website resminya Xiaomi ada Mi.com, ada official e-commerce-nya atau tokonya Mi Shope atau Xiaomi private partner. Jadi kita kalau misalnya mau beli barang palsu atau enggaknya itu bisa dilihat dari situnya juga," kata Zidni.

    Faiz menambahkan, menurutnya munculnya produk Xiaomi ilegal kemungkinan karena produk Xiaomi saat awal-awal masuk ke Indonesia banyak yang tidak resmi.

    "Kalau dulu kan barang Xiaomi banyak yang tidak resmi ya, sekarang Xiaomi banyak yang resmi dan cara belinya gampang tinggal online ke Mi Store, Mi Shop terdekat bisa dapat produk Xiaomi yang pasti ori," kata dia.

    Sejarah Terbentuknya MiFans

    Faiz menceritakan, MiFans Indonesia pertama kali terbentuk di Jakarta pada bulan September 2014. Berawal dari sering berinteraksi sesama pengguna Xiaomi di Twitter, lalu merambat ke Instagram, kemudian menyebar ke kota-kota di seluruh Indonesia. 

    MiFans Purwokerto sendiri terbentuk pada Agustus 2015. Untuk regional Purwokerto, para MiFans yang ikut meet up datang dari Purbalingga, Cilacap, Tegal, Pemalang.

    Bagaimana Menjadi MiFans?

    Untuk menjadi MiFans ternyata gak ribet. Faiz menjelaskan, cukup ikutan meet up tanpa harus memiliki ponsel merek Xiaomi.

    "Kita bebas, siapapun boleh ikut Mifans ikut meetup walaupun hapenya bukan Xiaomi kita ikut meet up gak apa-apa," kata Faiz, lalu menambahkan, "Kalau meet up ada hape terbaru kadang kita hands on gitu sambil lihat-lihat nanti contohnya seperti ini. Nanti orang-orang kepengen lalu mereka bisa memutuskan mau ambil atau enggak."

    Meskipun MiFans sering disebut penggemar militan, Zidni meluruskan bahwa lebih tepatnya antusias karena MiFans jadi wadah bagi pengguna Xiaomi untuk berbagi ilmu maupun membangun bersilaturahmi hingga memberikan tips-tips.

    BACA JUGA: 5 Keunggulan realme 9 Pro yang Layak Dipertimbangkan untuk Dibeli

    Mendapat Dukungan Xiaomi

    MiFans di Indonesia mendapat dukungan dari Xiaomi langsung melalui Xiaomi Community. Untuk MiFans Purwokerto sendiri sering melakukan meet up setiap Sabtu sore ketika pandemi Covid-19 belum menerjang.

    Dalam acara pertemuan itu suka diselipkan acara doorprize atau game kecil-kecilan yang didukung oleh Xiaomi Community. 

    Di masa pandemi, meet up dilakukan lewat online dan diusahakan digelar sebulan sekali. 

    "Bahkan buka bersama online pun kita didukung sama Xiaomi Community. Jadi kita lewat Zoom di rumah masing-masing," kata Faiz.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini