Home
/
Automotive

Diam-Diam MG VS Hybrid Disuntik Mati, Umurnya Baru 2 Tahun

MG Motor Indonesia menghentikan penjualan MG VS Hybrid karena performa rendah, kini fokus pada model baru MG ZS Hybrid Plus yang lebih efisien dan nyaman.

Diam-Diam MG VS Hybrid Disuntik Mati, Umurnya Baru 2 Tahun

Bagikan :

Highlight Artikel

  • MG Motor Indonesia secara diam-diam menghentikan penjualan SUV hybrid pertamanya, MG VS Hybrid, sejak tahun ini.
  • MG VS Hybrid pertama kali diperkenalkan pada Maret 2024 dengan harga Rp 389 juta, menonjolkan kombinasi performa mesin bensin dan motor listrik.
  • Penghentian penjualan diduga karena performa yang belum memenuhi ekspektasi, dengan hanya 527 unit terjual sejak 2024 dan angka distribusi yang terus menurun.
  • Sebagai pengganti, MG kini mengandalkan MG ZS Hybrid Plus, yang membawa teknologi hybrid lebih baru dengan fokus pada efisiensi bahan bakar dan kenyamanan berkendara.

Uzone.id - MG Motor Indonesia menghentikan penjualan MG VS Hybrid secara diam-diam. Padahal, SUV berteknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) tersebut sempat menjadi model hybrid pertama MG di Indonesia. Kini, mobil ini sudah tidak lagi masuk dalam daftar produk yang dipasarkan.

Kepastian berakhirnya penjualan MG VS Hybrid disampaikan langsung oleh Head of Marketing MG Indonesia, Harry Kurniawan. Ia mengungkapkan bahwa perusahaan sudah tidak lagi memasarkan model tersebut sejak tahun ini.

“Model hybrid sebelumnya yaitu MG VS saat ini sih sudah tidak ada lagi ya, per tahun ini,” jelas Head of Marketing MG Indonesia, Harry Kurniawan di sela-sela acara media test drive dari Jakarta-Semarang, Yogyakarta.



MG VS Hybrid pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada Maret 2024. Kehadirannya menandai langkah awal MG Motor Indonesia memasuki segmen kendaraan hybrid, sekaligus melengkapi portofolio kendaraan listrik berbasis baterai yang sebelumnya sudah diisi MG 4 EV dan MG ZS EV.

Saat pertama kali meluncur, MG menawarkan VS Hybrid dengan harga Rp 389 juta on the road (OTR) Jakarta. Model ini mengusung teknologi strong hybrid dengan karakter yang cukup berbeda dibandingkan sejumlah pesaingnya.

MG lebih menonjolkan kombinasi performa mesin bensin dan motor listrik sebagai daya tarik utama dari VS Hybrid.


Foto: MG VS Hybrid yang sudah disuntik mati (Dok: Uzone.id)


Di sektor dapur pacu, MG VS Super Hybrid mengandalkan mesin bensin 1.500 cc DOHC empat silinder. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga 114 dk dan torsi 150 Nm. MG kemudian memadukannya dengan motor listrik berdaya 200 kW dan torsi 70 Nm.

Kombinasi kedua sumber tenaga tersebut menghasilkan tenaga gabungan sebesar 177 dk dengan torsi maksimum 200 Nm. Melalui konfigurasi itu, MG VS Hybrid menawarkan karakter berkendara yang menggabungkan respons mesin konvensional dengan dukungan tenaga motor listrik.

Keputusan penghentian tersebut diduga berkaitan dengan penjualan yang belum mampu memenuhi ekspektasi perusahaan. Spesifikasi dan teknologi yang ditawarkan belum cukup untuk mendorong penjualannya di pasar domestik.



Berdasarkan data distribusi dari pabrik ke diler atau wholesales, MG VS Hybrid hanya mencatatkan penjualan sebanyak 527 unit sejak 2024. Angka pengiriman ke dealer terus menurun hingga akhirnya hanya terjual sebanyak 11 unit, di mana penjualannya terhenti pada bulan Mei.

Berakhirnya perjalanan MG VS Hybrid tidak berarti MG Motor Indonesia meninggalkan segmen kendaraan hybrid. Sebagai gantinya, merek asal Inggris itu kini lebih menaruh harapan pada model elektrifikasi terbaru mereka, MG ZS Hybrid Plus.

MG ZS Hybrid Plus diyakini lebih dapat diterima konsumen karena membawa teknologi hybrid generasi lebih anyar dengan fokus pada efisiensi bahan bakar dan kenyamanan berkendara.


Foto: MG ZS Hybrid Plus yang saat ini dijual (Dok: Uzone.id)


Harry Kurniawan mengatakan, MG ZS Hybrid+ membawa teknologi yang berbeda dibandingkan pendahulunya. Jika MG VS Hybrid lebih menonjolkan performa, model terbaru ini menawarkan pendekatan yang lebih berorientasi pada efisiensi dan kenyamanan.

“Boleh dibilang (MG ZS Hybrid+) ini teknologi yang baru lagi. Karena kalau dulu yang lama lebih fokus ke performance, kalau ini efisiensi dan quietness dari teknologi hybrid itu juga menjadi highlight,” katanya.

MG juga menilai teknologi hybrid terbaru pada ZS Hybrid+ mampu memberikan pengalaman berkendara yang lebih senyap. Karakter tersebut menjadi salah satu nilai jual yang ingin ditonjolkan perusahaan untuk menarik konsumen kendaraan elektrifikasi di Indonesia.



Selain mengandalkan teknologi baru, MG berharap kombinasi fitur dan harga MG ZS Hybrid+ dapat memberikan daya tarik lebih kuat bagi konsumen. Strategi ini sekaligus menjadi upaya perusahaan memperbaiki penerimaan pasar terhadap produk hybrid mereka setelah perjalanan MG VS Hybrid berakhir.

Dengan dihentikannya penjualan VS Hybrid, MG kini memiliki pekerjaan rumah untuk membuktikan bahwa ZS Hybrid+ mampu bersaing di tengah pertumbuhan pasar kendaraan elektrifikasi nasional.

Keberhasilan model anyar tersebut akan menjadi salah satu tolok ukur strategi MG dalam memperluas pasar mobil hybrid di Indonesia.

FAQ Artikel

Mengapa penjualan MG VS Hybrid dihentikan oleh MG Motor Indonesia?

Penjualan MG VS Hybrid dihentikan karena diduga belum mampu memenuhi ekspektasi perusahaan, dengan angka distribusi ke dealer yang terus menurun hingga berhenti di bulan Mei.

Kapan MG VS Hybrid pertama kali diperkenalkan di Indonesia?

MG VS Hybrid pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada Maret 2024.

Berapa unit MG VS Hybrid yang berhasil terjual di Indonesia?

Sejak tahun 2024, MG VS Hybrid hanya mencatatkan penjualan sebanyak 527 unit dari pabrik ke diler, dengan penurunan signifikan hingga 11 unit di bulan Mei.

Apa model pengganti MG VS Hybrid yang akan dipasarkan oleh MG Motor Indonesia?

Sebagai gantinya, MG Motor Indonesia kini menaruh harapan pada model elektrifikasi terbaru mereka, MG ZS Hybrid Plus.

Apa perbedaan utama antara MG VS Hybrid dan MG ZS Hybrid Plus?

MG VS Hybrid lebih menonjolkan performa kombinasi mesin bensin dan motor listrik, sedangkan MG ZS Hybrid Plus membawa teknologi hybrid generasi lebih baru yang fokus pada efisiensi bahan bakar dan kenyamanan berkendara yang lebih senyap.

Brian Priambudi

Brian Priambudi

Jurnalis

Berpengalaman dalam review mobil dan motor.  Pengalaman menjadi jurnalis otomotif sejak 2018.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article