Test Drive MG ZS Hyrbid Plus Jakarta-Yogyakarta: Rasanya Sporty!
MG ZS Hybrid Plus, diuji Jakarta-Yogyakarta, menawarkan performa responsif di tol, konsumsi 15,6 km/liter, namun suspensinya agak keras.
.jpeg&w=3840&q=75)
Highlight Artikel
- MG ZS Hybrid Plus diuji performa, kenyamanan, dan efisiensi dalam perjalanan panjang Jakarta-Yogyakarta.
- Mode Sport menawarkan akselerasi responsif dan kemudi presisi, menjaga stabilitas performa di jalan tol.
- Konsumsi BBM di jalan tol mencapai 15,6 km/liter, dianggap wajar untuk gaya berkendara agresif.
- Suspensi keras memberikan kestabilan saat bermanuver, namun mengurangi kenyamanan di jalan tidak rata.
Uzone.id - MG ZS Hybrid Plus mengisi segmen SUV kompak dengan desain yang sporty. Jika digunakan dalam perjalanan Jakarta menuju Yogyakarta, apakah rasanya se-sporty dengan tampilannya?
MG Motor Indonesia mengadakan test drive menggunakan ZS Hybrid Plus dari Jakarta menuju Semarang kemudian berlanjut ke Yogyakarta.
Uzone.id menjadi salah satu media yang berkesempatan untuk mengikuti perjalanan ini. Fokus dari perjalanan ini adalah merasakan bagaimana performa, kenyamanan, serta efisiensi mesin hibrida yang digunakan MG ZS Hybrid Plus.
Sebelum membahas lebih lanjut, MG ZS Hyrbid Plus dibekali mesin bensin 1.500 cc yang menghasilkan tenaga 102 hp dan torsi 128 Nm.
Mesin ini dikombinasikan dengan motor listrik bertenaga 134 hp dan torsi 250 Nm yang bersumber dari baterai berkapasitas 1,8 kWh.
Dua sumber tenaga tersebut disalurkan ke roda depan lewat transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) 3-percepatan. Tenaga juga diatur lewat tiga mode berkendara yakni Comfort, Normal, dan Sport.
Performa Stabil di Jalan Tol
Saat digunakan di jalan tol, mode berkendara Sport paling dominan diandalkan untuk mengetahui seberapa baik performa yang diberikan oleh MG ZS Hybrid Plus.
Mode berkendara ini tentu memberikan rasa yang lebih responsif, terutama saat melakukan akselerasi. Dengan demikian, mobil bisa dengan mudah menyentuh kecepatan tinggi.
Mode berkendara Sport di MG ZS Hybrid Plus tidak sebatas pada performa mesinnya saja, SUV kompak hybrid ini juga memberikan respon yang lebih baik di kemudinya.
Saat mode Sport diaktifkan, maka setir akan terasa lebih berat dibandingkan mode berkendara lainnya. Dengan demikian, pengemudi mendapatkan banyak feedback dan dapat bermanuver dengan lebih presisi.
Uniknya, transmisi DHT membuat MG ZS Hybrid Plus bisa mencapai kecepatan tinggi dengan putaran mesin yang cukup rendah.
Artinya, teknologi hybrid pada MG ZS Hybrid Plus bukan hanya memberikan efisiensi BBM ketika di dalam kota atau saat membelah kemacetan saja, tetapi juga irit saat digunakan di jalan tol.
Selama berkendara di jalan tol, tercatat di MID MG ZS Hybrid Plus memiliki konsumsi BBM mencapai 6,4 L/100 KM. Atau bahasa mudahnya setara dengan 15,6 km per liter.
Angka ini memang tidak cukup impresif untuk sebuah mobil hybrid, tapi dengan gaya berkendara yang tidak irit, rasanya konsumsi BBM tersebut menjadi lebih masuk akal.
Suspensi Cukup Keras
Meskipun secara performa MG ZS Hybrid Plus terasa cukup impresif, namun berbeda dengan suspensi atau kaki-kakinya yang terasa cukup keras.
Jalan tol Trans Jawa tentu menjadi tempat pengetesan yang cocok, karena dikenal dengan jalan yang tidak rata dan banyak tambalan yang kasar.
Saat melintasinya, MG ZS Hybrid Plus tidak dapat meredam kontur jalan yang tidak rata. Bantingan terasa cukup keras yang membuat kenyamanan pengemudi ataupun penumpang berkurang.
Namun suspensi yang terasa cukup keras tetap memberikan rasa kestabilan saat mobil melahap tikungan atau bermanuver.
Saat digunakan di tikungan, mobil tidak terasa limbung yang parah. Bahkan MG ZS Hybrid Plus masih bisa menikung dalam kecepatan tinggi.
Fitur Melimpah
Dari segi fitur, MG ZS Hybrid Plus memang cukup melimpah. Baik dari segi hiburan, hingga ADAS yang ditawarkan oleh pabrikan.
Namun ada satu fitur yang hilang di MG ZS Hybrid Plus, yakni EV Mode. Biasanya di mobil hibrida terdapat fitur EV Mode yang membuat mobil bisa melaju hanya dengan motor listriknya saja.
Meski demikian, MG ZS Hybrid Plus tetap bisa menggunakan motor listriknya saja yang dilakukan secara otomatis oleh sistem.
Pengemudi memang tidak bisa mengaktifkannya sendiri, namun jika baterai dalam kondisi cukup banyak, sistem akan beralih ke EV Mode dengan sendirinya.
Menariknya lagi, karena baterai MG ZS Hybrid Plus cukup besar untuk ukuran mobil hibrida, membuatnya bsia melaju hingga 100 km/jam hanya mengandalkan motor listriknya saja.
FAQ Artikel
Apa fokus utama pengujian MG ZS Hybrid Plus dalam perjalanan Jakarta-Yogyakarta?
Fokus utama pengujian adalah merasakan bagaimana performa, kenyamanan, serta efisiensi mesin hibrida yang digunakan MG ZS Hybrid Plus.
Bagaimana performa MG ZS Hybrid Plus di jalan tol, terutama dalam mode Sport?
Dalam mode Sport, mobil sangat responsif saat akselerasi, mudah mencapai kecepatan tinggi, dan kemudi terasa lebih berat yang memberikan presisi dalam bermanuver.
Berapa konsumsi BBM MG ZS Hybrid Plus yang tercatat di jalan tol?
Konsumsi BBM di jalan tol tercatat 6,4 L/100 KM atau setara dengan 15,6 km per liter, yang dianggap wajar untuk gaya berkendara yang tidak irit.
Apakah MG ZS Hybrid Plus memiliki fitur EV Mode yang bisa diaktifkan manual?
Tidak, MG ZS Hybrid Plus tidak memiliki EV Mode manual. Namun, mobil dapat menggunakan motor listriknya secara otomatis oleh sistem dan bisa melaju hingga 100 km/jam hanya dengan motor listriknya jika baterai mencukupi.
Brian Priambudi
Jurnalis
.jpeg%3Fdownload%3Dfalse%26amp%3Bresolution%3DHD&w=256&q=75)


