Dipakai Ribuan Kader, Aplikasi Depok Cerdas Diharapkan Makin Canggih
Depok andalkan Depok Cerdas tangani stunting. Aplikasi hadapi kendala teknis kader, diharapkan terintegrasi Elsimil untuk data lebih akurat.

Highlight Artikel
- Pemerintah Kota Depok mengandalkan aplikasi Depok Cerdas yang dikembangkan bersama Metranet untuk mempercepat penanganan stunting.
- Aplikasi ini sudah digunakan dua tahun oleh 4.700 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk pendataan.
- Tantangan utama meliputi masalah akun (lupa username/password) dan kemampuan penggunaan teknologi, terutama bagi kader berusia 50 tahun ke atas.
- Pemkot Depok berharap pengembangan fitur notifikasi otomatis untuk pemantauan data serta integrasi aplikasi Depok Cerdas dengan sistem Elsimil Kemendukbangga pada 2027.
Uzone.id — Pemerintah Kota
Depok terus mengandalkan teknologi digital untuk membantu mempercepat
penanganan stunting, salah satunya melalui aplikasi Depok Cerdas yang
dikembangkan bersama Metranet.
Aplikasi ini sudah digunakan selama dua tahun untuk membantu
sekitar 4.700 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) melakukan pendataan di 63
kelurahan dan 11 kecamatan di Kota Depok.
Meski sudah membantu pekerjaan para kader, penerapan
aplikasi Depok Cerdas rupanya masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama
terkait kemampuan penggunaan teknologi hingga kebutuhan pengembangan fitur.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak,
Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok, Citra
Indah Yulianti, mengungkapkan bahwa salah satu kendala yang kerap ditemukan
adalah kader yang lupa informasi akun atau berganti nomor telepon ketika login.
"Jadi kan agak kesulitannya kan kalau di aplikasi ini
kan harus wajib contohkan username, nomor handphone. Jadi
alasannya kadang lupa password atau lupa username, akhirnya
nomornya ganti lagi, username-nya ganti lagi," ungkap Citra dalam
acara program Uzone Talks yang tayang pada Jumat (30/10).
Selain persoalan akun, kemampuan penggunaan teknologi juga
menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi kader yang sudah berusia 50 tahun
ke atas.
Menurut Citra, sebagian kader juga masih kesulitan
mengoperasikan aplikasi sehingga terkadang membutuhkan bantuan anggota keluarga
untuk melakukan pendataan.
"Ibu-ibu yang 50 ke atas itu dia yang jadi petugas
biasanya kesulitan untuk mengisi, mungkin masih gagap teknologi lah ya. Nah,
jadi biasanya minta tolong cucu atau anaknya," jelasnya.
Di luar tantangan penggunaan, Pemerintah Kota Depok juga
berharap aplikasi Depok Cerdas terus dikembangkan dengan fitur yang lebih
memudahkan proses pemantauan.
Salah satu fitur yang diharapkan Citra adalah sistem evaluasi untuk mengingatkan kader.
"Terkait dengan aplikasi Depok Cerdas, mungkin kalau
bisa kali ya untuk dievaluasi, misalnya kita ada warning apa gitu ya. Bisa
misalnya ada kode merah atau apa gitu," kata Citra.
Fitur tersebut diharapkan bisa membantu pemerintah melakukan
evaluasi terhadap ribuan kader tanpa harus memeriksa setiap akun secara manual.
Apalagi, kelengkapan data yang dimasukkan kader juga berkaitan dengan proses
pencairan honor mereka.
Selain penambahan fitur, Pemerintah Kota Depok juga berharap
Depok Cerdas dapat terhubung dengan sistem Elektronik Siap Nikah dan Hamil
(Elsimil) milik Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga
(Kemendukbangga).
"Nah, tapi kemarin dari kita udah sounding ke BKKBN, insyaallah sih tahun depan dari Depok Cerdas aplikasi ini sudah bisa langsung link ke Elsimil, jadi datanya itu langsung terupdate," tuturnya.
Kedepannya, Citra berharap pengembangan aplikasi Depok
Cerdas tidak hanya mempermudah pekerjaan para kader, tetapi juga membantu
pemerintah memperoleh data yang lebih akurat untuk mengevaluasi program
penanganan stunting.
"Mudah-mudahan aplikasi ini dapat berkembang lebih baik
lagi, kita evaluasi sama-sama apa kekurangannya untuk di kemudian hari, dan
memudahkan juga untuk TPK yang lumayan banyak 4.700 orang, sehingga stunting di
Kota Depok dari 4% bisa turun jadi 3%," pungkasnya.
FAQ Artikel
Apa itu aplikasi Depok Cerdas?
Aplikasi Depok Cerdas adalah teknologi digital yang dikembangkan Pemerintah Kota Depok bersama Metranet untuk membantu mempercepat penanganan stunting.
Sudah berapa lama aplikasi Depok Cerdas digunakan dan oleh siapa?
Aplikasi ini sudah digunakan selama dua tahun oleh sekitar 4.700 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di 63 kelurahan dan 11 kecamatan di Kota Depok.
Apa saja tantangan dalam penggunaan aplikasi Depok Cerdas?
Tantangan yang dihadapi antara lain kader yang lupa informasi akun (username atau nomor telepon) dan kesulitan dalam penggunaan teknologi, terutama bagi kader berusia 50 tahun ke atas yang masih gagap teknologi.
Fitur apa yang diharapkan untuk pengembangan aplikasi Depok Cerdas?
Pemerintah Kota Depok berharap adanya sistem notifikasi atau peringatan otomatis untuk mengetahui kader yang belum memperbarui data, serta integrasi dengan sistem Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) milik Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga).
Mengapa integrasi Depok Cerdas dengan Elsimil dianggap penting?
Integrasi ini dinilai penting agar data yang dikumpulkan melalui Depok Cerdas dapat terhubung langsung dengan sistem pemerintah pusat, sehingga membantu pemerintah memperoleh data yang lebih akurat untuk mengevaluasi program penanganan stunting.
Vina Insyani
Jurnalis
