icon-category Auto

Diragukan, Nikuba Benar-benar Nggak Butuh Bensin untuk 'Hidupkan' Motor?

  • 20 May 2022 WIB
  • Bagikan :
    Mesin generator mini pengubah air menjadi hidrogen (Foto: Tomi Tresnady / Uzone.id)

    Uzone.id - Mesin Nikuba buatan Aryanto Misel (67), warga Cirebon, Jawa Barat, saat ini jadi sorotan dari masyarakat Indonesia karena mesin generator mini yang mengubah air menjadi hidrogen ini diklaim bisa menggantikan bensin untuk sepeda motor.

    Namun, beberapa pakar menyangsikan mesin Nikuba bisa mengubah air jadi hidrogen. Mereka yakin kalau Nikuba tetap memerlukan bensin untuk menggerakkan sepeda motor.

    Namun, CEO Nikuba Iwan Piliang, saat temui oleh Uzone.id di kediamannya di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, menegaskan kembali bahwa Nikuba tak perlu bensin.

    BACA JUGA: Suzuki Akhirnya Curhat Alasan Hengkang dari MotoGP

    Mesin generator mini pengubah air menjadi hidrogen (Foto: Tomi Tresnady / Uzone.id)

    “(Tanpa bensin) bisa jalan. Kalau di China bikin bus hidrogen waktu olimpiade musim kan dipakai. Itu dibuat tabung gas untuk Bajaj tuh, dimasukkan hidrogen ke situ. Kita tidak (seperti itu). Makanya saya katakan kita tidak membuat kendaraan tapi seluruh kendaraan kita hidrogenkan,” terang Iwan.

    Pria yang dikenal sebagai penggiat media sosial ini menambahkan, jika Indonesia tidak mampu lagi mengejar sebuah brand mobil atau sepeda motor.

    Sehingga, semua kendaraan yang membawa mesin konvensional memungkinkan untuk dikonversi ke mesin Nikuba.

    BACA JUGA: Daftar Fitur Canggih Subaru Forester, Ancaman Buat Kompetitor

    CEO Nikuba Iwan Piliang bersama mesin Nikuba (Foto: Tomi Tresnady / Uzone.id)

    Lalu, seirit apa sih bahan bakar yang dihasilkan oleh generator mini Nikuba?

    “Patokan kita tetes, cuma kan kalau saya sebut dipelesetkan lagi. Tabung tadi kita kasih setetes mana bisa jalan. Maksudnya, tabung itu diisi. Setetes berkolerasi (berjalan sejauh) 45-50 km,” terang Iwan.

    “Masa diisi setetes nyala? Diisi penuh tabung itu tapi per tetes berkolerasi dengan 45-50 km. Jernih toh penjelasan saya,” imbun Iwan seraya ingin mematahkan komentar nyinyir dari pihak lain.

     

     

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini