Filipina Susul Indonesia, Roblox-Meta Mulai Batasi Akses Anak
Rencana Filipina ini menyusul beberapa negara yang sudah lebih dulu menerapkan batasan usia di platform media sosial seperti Indonesia dan Malaysia.
Uzone.id – Meta dan Roblox
sepakat memperkuat platform mereka untuk perlindungan anak di Filipina setelah
melakukan pertemuan dengan Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi
pemerintah Filipina di Singapura.
Beberapa yang sudah disepakati meliputi verifikasi usia,
kontrol orang tua, percepatan penghapusan konten berbahaya, serta kerja sama
yang lebih erat dengan penegak hukum jika menemukan konten yang melanggar.
Kesepakatan tersebut muncul ketika para anggota parlemen Filipina tengah mempertimbangkan aturan yang lebih ketat terkait keamanan anak di ruang digital, menyusul beberapa negara yang sudah lebih dulu menerapkannya seperti Indonesia dan tak lama lagi Malaysia.
DPR Filipina juga telah menyetujui rancangan undang-undang
mengenai keselamatan anak di dunia online dan aturan
tersebut ditujukan untuk memperketat perlindungan bagi anak di internet.
Aguda juga mengatakan Meta dan Roblox sepakat untuk
berkomunikasi dengan para legislator selama Kongres Filipina membahas berbagai
langkah terkait keamanan anak di ruang digital.
Tak hanya siap membatasi fitur-fitur untuk pengguna muda, Henry Aguda juga menyebut bahwa Roblox siap untuk membuka kantor di Filipina paling cepat pada Oktober 2026. Sementara itu, Meta akan mengirimkan tim ke Manila untuk membahas jadwal perluasan kehadirannya di Filipina.
Kesepakatan antara Meta dan Roblox dengan pemerintah
Filipina ini terjadi sehari setelah Meta sepakat untuk membayar USD18 miliar
atau sekitar Rp320 triliun ke puluhan negara bagian AS gara-gara dituduh
membuat pengguna anak-anak kecanduan.
Selain membayar denda, Meta juga diminta untuk menerapkan
beberapa aturan untuk membatasi akun anak-anak, salah satunya adalah
memperketat kendali orang tua.

