Meta Kirim Surat ke YouTube dan TikTok, Minta Patungan Bayar Denda?
Meta setuju membayar USD 18 miliar dan mengubah fitur platformnya untuk remaja AS, mendesak TikTok dan YouTube menerapkan langkah serupa serta menanggung denda.

Highlight Artikel
- Meta menyanggupi pembayaran USD 18 miliar (Rp 320 triliun) kepada jaksa agung AS untuk perlindungan remaja di platformnya.
- Meta akan mengubah fitur Instagram dan Facebook, termasuk batas penggunaan 2 jam, night mode, school mode, dan feeds tanpa algoritma untuk remaja.
- Instagram akan memperkuat verifikasi usia dan menghapus fitur filter bagi pengguna anak-anak.
- Meta mendesak TikTok dan YouTube untuk menerapkan standar serupa dan ikut menanggung 30% dari total denda.
Uzone.id — Meta menyanggupi
pembayaran sekitar USD18 miliar atau sekitar Rp320 triliun kepada 52 jaksa
agung dari negara bagian, teritori, dan District of Columbia di Amerika Serikat
sebagai bentuk tanggung jawab mereka akan perlindungan remaja di platform media
sosialnya.
Instagram juga setuju untuk memperkuat sistem verifikasi
usia mereka agar anak-anak tidak bisa mengelabui sistem, serta menghapus fitur
filter bagi pengguna anak-anak.
Tapi Meta enggan melakukannya sendirian. Meski telah sepakat untuk mematuhi permintaan pengadilan, Meta mengajukan permintaan balasan.
Platform milik Mark Zuckerberg tersebut menyerukan TikTok
dan YouTube untuk menerapkan langkah serupa dan ikut ‘patungan’ untuk membayar
denda yang mereka sanggupi.
“Agar tujuan ini bisa tercapai, kami mendesak TikTok dan
YouTube untuk bergabung dengan kami dan para jaksa agung negara bagian untuk
menerapkan standar baru ini, guna memastikan para remaja menggunakan media
sosial secara sehat dan bertanggung jawab,” tulis Meta dalam keterangan
tertulisnya.
Meta menyebut bahwa remaja menggunakan banyak aplikasi dalam
kesehariannya dan bisa saja berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya
ketika menghadapi pembatasan di sebuah platform.
Meta juga meminta partisipasi YouTube dan TikTok untuk ikut ambil peran dalam pembayaran dengan membayar 30 persen dari total denda yang disanggupi oleh mereka.
Pembayaran ini akan didistribusikan melalui cicilan tahunan
selama periode 10 tahun ke depan, dimana negara bagian yang berpartisipasi akan
menerima sekitar 70 persen atau sekitar USD12,7 miliar dari pembayaran yang
dialokasikan selama periode tersebut.
Sementara 30 persen sisanya, sekitar USD5,3 miliar, baru
akan diberikan setelah dua persyaratan tersebut sudah sepenuhnya terpenuhi.
Permintaan ini adalah bagian dari 2 syarat yang diajukan
oleh Meta, dimana YouTube dan TikTok masing-masing membayar jumlah yang setara
dengan porsi 30 persen tersebut.
Setengah dari sisa dana dikaitkan dengan pembayaran YouTube
dan setengah lainnya dengan pembayaran TikTok.
Sementara syarat lainnya, YouTube dan TikTok diharuskan
menerapkan batas penggunaan harian selama satu jam, Night Mode, serta
langkah-langkah verifikasi usia.
FAQ Artikel
Berapa jumlah pembayaran yang disanggupi Meta kepada jaksa agung AS?
Meta menyanggupi pembayaran sekitar USD 18 miliar atau sekitar Rp 320 triliun kepada 52 jaksa agung dari negara bagian, teritori, dan District of Columbia di Amerika Serikat.
Fitur apa saja yang akan diubah Meta di Instagram dan Facebook untuk perlindungan remaja?
Meta akan menerapkan batas penggunaan aplikasi selama 2 jam sehari bagi anak-anak dan remaja, night mode, school mode, jumlah likes yang dihapus dari akun anak, serta feeds tanpa algoritma. Instagram juga akan memperkuat sistem verifikasi usia dan menghapus fitur filter bagi pengguna anak-anak.
Mengapa Meta meminta TikTok dan YouTube untuk ikut serta?
Meta berpendapat bahwa remaja menggunakan banyak aplikasi dan bisa berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya ketika menghadapi pembatasan di sebuah platform. Oleh karena itu, Meta mendesak TikTok dan YouTube untuk menerapkan standar serupa guna memastikan remaja menggunakan media sosial secara sehat dan bertanggung jawab, serta ikut menanggung 30% dari total denda.
Syarat apa yang diajukan Meta kepada YouTube dan TikTok?
Meta mengajukan dua syarat: YouTube dan TikTok masing-masing membayar jumlah yang setara dengan porsi 30% dari sisa dana denda, dan keduanya diharuskan menerapkan batas penggunaan harian selama satu jam, Night Mode, serta langkah-langkah verifikasi usia.

