
Ilustrasi (Foto: Max Bender / Unsplash)
Uzone.id - Sepatutnya sebuah aplikasi bisa membantu pengguna untuk mencapai tujuan tertentu. Termasuk aplikasi salat dan azan yang bisa membantu kaum Muslim melakukan ibadah selama bulan Ramadan.
Namun, baru-baru ini Cyber Crime Investigation Center Polisi Republik Indonesia atau CCIC Polri telah membagikan daftar aplikasi salat dan azan yang bisa mencuri data pribadi lewat akun Instagram @ccicpolri.Ada 11 aplikasi salat dan azan yang ditemukan di Google Play Store yang diduga dioperasikan penjahat online.
Selanjutnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun melakukan tindakah menyorot daftar 11 aplikasi tersebut.
BACA JUGA: Siber Polri List Aplikasi Salat dan Azan yang Curi Data Pribadi
"Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah mempelajari dugaan pemrosesan data pribadi secara tanpa hak yang dilakukan oleh beberapa aplikasi di Google Play Store," tutur Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi dalam keterangan resminya, Kamis (21/4/2022).
Dedy mengungkapkan bahwa Kominfo telah melakukan koordinasi dengan pihak Polda Metro Jaya, untuk melakukan langkah-langkah berikutnya.
Selain itu, kata dia, pihak Google sudah bertindak terhadap aplikasi yang diduga telah melakukan pemrosesan data pribadi secara ilegal.
Aplikasi tersebut diwajibkan menghapus fitur pengambilan data pengguna, jika ingin dapat kembali diakses oleh penggunanya di Google Play Store.
Namun dari pantauan Uzone hari ini, Jumat (22/4) masih ada beberapa aplikasi yang diklaim mencuri data pribadi di dalam Google PlayStore.
Uzone juga telah menghubungi Google Indonesia namun belum ada jawaban.
Kementerian Kominfo meminta masyarakat untuk memeriksa daftar aplikasi salat dan azan yang diduga mengambil data pribadi secara ilegal.
BACA JUGA: Tips Hindari Kejahatan SIM Swap dari Siber Polri
Berikut langkah pencegahan seperti disampaikan Kominfo:
Berikut 11 aplikasi yang diduga mencuri data pribadi pengguna: