icon-category Startup

Hal-hal Penting Seputar Cloud Security di START Summit Extension

  • 14 Feb 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi (Foto: Tokopedia)

    Uzone.id - Tokopedia, platform marketplace dengan lebih dari 100 juta pengguna aktif setiap bulannya, selalu berupaya menjaga keamanan data di dalam ekosistemnya.

    Untuk memastikan penggunaan aplikasi dalam sistem selalu berjalan dengan aman, serta menghindari resiko-resiko yang muncul, Tokopedia mengandalkan sistem keamanan dengan tingkat yang lebih tinggi.

    Di Januari 2022, Tokopedia lewat Tokopedia Academy kembali menggelar acara START Summit Extension dengan membawa topik-topik menarik seputar dunia teknologi.

    Acara yang diadakan setiap bulannya tersebut kali ini menghadirkan topik 'Enterprise Cloud Security'.

    Mari kita bahas hal ini lebih mendalam.

    Cloud Security

    Cloud Security atau keamanan komputasi awan, saat ini bisa digunakan oleh banyak perusahaan, salah satunya Tokopedia.

    Cloud Security merupakan sistem yang dibuat untuk meningkatkan keamanan dari sebuah data, aplikasi, maupun infrastruktur teknologi dan komputasi lainnya.

    Namun, penggunaan Cloud Security tergolong cukup kompleks dalam proses implementasinya.

    START Summit Extension edisi Januari 2022 mencoba berbagi cerita serta wawasan tentang bagaimana penerapan sistem Cloud Security di sebuah perusahaan seperti Tokopedia dengan mengundang Wahyu Nuryanto, IT Security Senior Lead Tokopedia, dan Fauzanil Zaki, Senior Software Engineer Security Tokopedia sebagai pembicara.

    Tak hanya itu, acara kali ini turut dihadiri oleh Lily Wongso selaku SVP Enterprise Security BCA yang juga berbagi pengalamannya di bidang IT Security.

    BACA JUGA: Upaya Tokopedia untuk Mendorong Talenta Digital di Indonesia

    Pada sesi pertama, Wahyu Nuryanto, IT Security Senior Lead Tokopedia mencoba untuk menjelaskan dasar-dasar dari Cloud Security, seperti pentingnya Cloud Security untuk digunakan di perusahaan yang berskala besar.

    Cloud Security diperlukan untuk menjaga data dan aplikasi dari ancaman siber yang mungkin bisa datang dari eksternal maupun internal.

    Selain itu, dijelaskan lebih lanjut bahwa Cloud Security juga memiliki serangkaian kebijakan, kontrol, prosedur, hingga teknologi penunjang yang tergabung dan saling bekerja sama untuk melindungi seluruh data dan infrastruktur di suatu perusahaan.

    Sebelum memutuskan untuk menggunakan Cloud Security, Wahyu juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan seperti security, compliance dari masing-masing perusahaan, serta regulasi pemerintah.

    Sesi berikutnya dibawakan oleh Fauzanil Zaki. Ia menjelaskan lebih dalam tentang prinsip-prinsip desain keamanan yang digunakan untuk menjaga environment cloud yang dimiliki.

    Security Pillar

    Jika merujuk pada AWS–Well Architected Framework yang berisi konsep-konsep utama dalam menjalankan Cloud Security, kerangka ini terdiri dari 5 pilar, di mana salah satu pilarnya adalah Security Pillar. Terdapat 7 prinsip desain dalam Security Pillar, yakni:

    Pertama, perlu diterapkannya pondasi identitas yang kuat. Ketika mengimplementasikan cloud baru, identitas adalah hal dasar yg harus diimplementasikan dengan benar.

    Kedua, penting untuk mengaktifkan pelacakan yang berfungsi untuk memantau tindakan dan perubahan pada environment cloud secara real-time.

    Ketiga, penerapan keamanan juga harus dilakukan di setiap lapisan seperti VPC, sistem operasi, dan aplikasi.

    BACA JUGA: Cakap dan Tokopedia Hadirkan Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Yatim Piatu

    Keempat, prinsip desain yang selanjutnya adalah melakukan otomatisasi praktik terbaik pada jaringan keamanan.

    Dengan menggunakan keamanan berbasis perangkat lunak otomatis, hal ini dapat meningkatkan kemampuan tim IT untuk mengeskalasi isu dengan lebih cepat.

    Kelima, Protect Data in Transit and at Rest. Kita perlu mengklasifikasikan data ke dalam tingkatan dengan menggunakan mekanisme kompleks seperti enkripsi dan kontrol akses.

    Keenam, jauhkan data dari banyak orang guna mengurangi risiko kesalahan penanganan atau modifikasi, serta meminimalisir human error saat menangani data sensitif.

    Ketujuh, siapkan keamanan untuk berbagai kemungkinan yang akan datang. Hal ini berguna untuk mempersiapkan insiden yang mungkin saja akan terjadi.

    Dengan manajemen insiden, kebijakan, serta proses investigasi yang selaras dengan kebijakan perusahaan, insiden dapat terdeteksi dengan cepat sehingga pemulihannya tidak akan memakan waktu yang lama.

    Ingin tahu selengkapnya tentang bagaimana penerapan Cloud Security? Tonton kembali START Summit Extension Edisi Januari 2022 hanya di Website Tokopedia Academy, dan jangan lupa untuk mengikuti acara START Summit Extension selanjutnya!

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini