Hoaks Razia Kendaraan ke Rumah, Ini Klarifikasi Korlantas Polri
Korlantas Polri tegaskan razia door-to-door hoaks, karena Bapenda/Samsat hanya data pajak, sehingga warga wajib verifikasi petugas dan bayar resmi.

Highlight Artikel
- Kabar razia kendaraan bermotor door to door oleh tim gabungan adalah hoaks dan telah dibantah Korlantas Polri.
- Korlantas Polri menegaskan tidak pernah mengeluarkan pengumuman razia dari rumah ke rumah.
- Program kunjungan rumah dari Bapenda/Samsat hanya untuk mendata, mengingatkan, atau menyampaikan surat pemberitahuan pajak, bukan razia atau penyitaan.
- Masyarakat diimbau untuk memverifikasi identitas dan surat tugas petugas, serta tidak menyerahkan dokumen atau uang jika mencurigakan.
Uzone.id - Belakangan ini, jagat maya dihebohkan oleh kabar burung seputar penertiban kendaraan bermotor. Namun kabar ini sudah diklarifikasi oleh Korlantas Polri, kalau tidak benar alias hoaks.
Berdasarkan desas-desus dan poster yang beredar luas, tim gabungan dari pihak kepolisian bersama asosiasi perusahaan pembiayaan bakal turun langsung menyisir pemukiman warga pada akhir September 2026.Isu tersebut mengklaim bahwa pemeriksaan door-to-door ini menyasar kendaraan bermotor dengan kondisi pajak mati, motor atau mobil yang cuma ada STNK saja, unit dalam sengketa kredit, hingga kasus over kredit ilegal.
Warga pun diminta bergegas membereskan tunggakan, melengkapi surat-surat, dan melunasi pajak sebelum petugas datang agar tidak diringkus saat razia terjadi.
Namun, Korlantas Polri menegaskan bahwa narasi razia door-to-door beserta poster pengumuman itu adalah hoaks alias tidak benar. Ini disampaikan oleh Korlantas Polri lewat Instagram resmi mereka.
"Polri tidak pernah mengeluarkan pengumuman razia kendaraan dari rumah ke rumah seperti dalam poster tersebut. Pastikan informasi yang Anda terima berasal dari sumber resmi dan terpercaya," tegas Korlantas Polri.
Meski demikian, bukan berarti tidak akan ada petugas yang menyambangi kediaman Anda sama sekali. Korlantas Polri menerangkan bahwa pihak Bapenda maupun Samsat di berbagai daerah memang punya program kunjungan rumah.
Bedanya, kedatangan mereka murni untuk mendata, mengingatkan, atau menyampaikan surat pemberitahuan pajak. Artinya bukan melakukan razia mendadak apalagi menyita kendaraan bersama leasing.
Supaya tetap aman dan terhindar dari penipuan, terdapat beberapa hal yang bisa diverifikasi saat ada petugas yang ngaku mengecek pajak kendaraan.
Pertama bisa meminta identitas dari petugas dan surat tugasnya untuk memastikan kegiatan tersebut benar-benar resmi. Pemilik kendaraan juga mengonfirmasinya lewat kanal resmi instansi terkait.
Jika mencurigakan dan keabsahannya belum dapat dipastikan, jangan sampai menyerahkan kendaraan, dokumen asli, atau uang. Jika ingin memenuhi kewajiban pajak kendaraan, tetap harus melalui layanan resmi.
Saat ini pemerintah daerah memang aktif menggenjot penerimaan sektor pajak lewat berbagai cara, salah satunya dengan program pemutihan yang meringankan beban masyarakat.
Adapun pemeriksaan atau penertiban kepatuhan pajak kendaraan sebenarnya tetap digelar secara resmi di ruas jalan tertentu, bukan dengan mendatangi rumah-rumah warga.
FAQ Artikel
Apakah benar ada razia kendaraan door to door oleh tim gabungan?
Tidak benar. Korlantas Polri telah mengklarifikasi bahwa kabar razia kendaraan door to door adalah hoax dan tidak pernah mengeluarkan pengumuman tersebut.
Apakah petugas dari instansi lain bisa datang ke rumah terkait pajak kendaraan?
Ya, pihak Bapenda atau Samsat memiliki program kunjungan rumah untuk mendata, mengingatkan, atau menyampaikan surat pemberitahuan pajak, namun bukan untuk razia mendadak atau penyitaan kendaraan bersama leasing.
Bagaimana cara memverifikasi petugas yang datang ke rumah untuk mengecek pajak?
Minta identitas dan surat tugas resmi dari petugas, lalu konfirmasi ke kanal resmi instansi terkait. Jangan menyerahkan kendaraan, dokumen asli, atau uang jika mencurigakan.
Di mana pemeriksaan kepatuhan pajak kendaraan yang sebenarnya dilakukan?
Pemeriksaan atau penertiban kepatuhan pajak kendaraan secara resmi tetap digelar di ruas jalan tertentu, bukan dengan mendatangi rumah-rumah warga.

